Tuesday, 20 March 2012

Berkat Yang Muncul Di Saat Menantikan Tuhan

“Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!” Mazmur 27:14

Ketika kita menjadi umat Tuhan yang taat dan setia, kita tidak terlepas dari masalah maupun pergumuan. Masalah dan pergumulan tetap datang silih berganti dalam kehidupan kita. Tiada hari tanpa masalah, tiada hari tanpa pergumulan bagi setiap orang percaya.

Tuhan kitapun tidak pernah menjanjikan bahwa ketika kita menerima Dia sebagai Tuhan dan juruselamatnya maka kita tidak akan menghadapi masalah lagi. Tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia akan memberikan kekuatan bagi kita untuk dapat menanggung setiap masalah yang ada dan memberi jalan keluar bagi masalah yang kita hadapi.

Satu hal yang harus kita lakukan dalam pergumulan yang kita hadapi adalah tetap bersabar untuk menanti jawaban dari Tuhan. Penantian ini akan membawa berkat yang luar biasa, jika kita tetap taat dan setia di dalamNya.

Berkat apa yang akan kita dapatkan jika kita dengan setia menantikan TUhan?

1. Kekuatan Baru
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru” Yes 40:31a
Ketika kita menantikan Tuhan, kita senantiasa menjaga hubungan yang intim denganNya, RohNya akan bekerja di dalam hidup kita. Kekuatan yang baru dicurahkan bagi kita. Pergumulan yang memakan waktu yang lama bahkan sangat panjang akan membuat enerji kita terkuras. Kondisi ini akan menyebabkan kelemahan bagi kita, baik kelemahan secara roh, jiwa maupun tubuh kita.

Tetapi kekuatan yang baru Tuhan berikan bagi kita, ketika kita senantiasa menanti-nantikan Dia. Kekuatan ini merupakan kekuatan di luar akal pikiran kita. Secara manusia kita melihat bahwa kita tidak kuat lagi. Tetapi ketika kita menyandarkan hidup kita kepada Dia, maka kekuatan itu akan muncul dari dalam kita dan membuat kita tetap semangat dan bangkit untuk meraih kemenangan.

2. Terbang Tinggi
“Mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya” Yes 40:31b
Masalah maupun pergumulan yang kita jalani membuat kita tidak bisa melihat secara jelas tentang kondisi kehidupan kita. Kita senantiasa cenderung untuk melihat apa yang kita hadapi, apa yang kita alami, apa yang tidak mungkin terjadi dan lain sebagainya. Logika pikiran kita tertuju hanya kepada apa yang kelihatan secara kasat mata.

Tetapi ketika kita datang kepada Tuhan dan menanti-nantikan Dia, kita akan dibawa terbang tinggi oleh Tuhan. Kita akan dibawa untuk melihat dari “kacamata” Tuhan. Cara pandang Tuhan berbeda dengan cara pandang manusia.
Ketika kita melihat dengan cara pandang Tuhan, maka kita akan melihat apa yang kita hadapi ternyata merupakan hal yang kecil. Ketika kita berada di ketinggian, segala hal yang tadinya kelihatan besar ketika kita berada di bawah, menjadi sangat kecil saat kita naik ke ketinggian.

Demikian juga dengan masalah yang kita hadapi, kita harus tetap berada di dalam Yesus, supaya Dia membuat mata kita melihat dengan jelas apa yang sedang Tuhan rancangkan dalam kehidupan kita. Masalah merupakan bagian kecil dari proses kehidupan kita yang panjang, yang membawa kepada kesempurnaan.

3. Ketahanan
“Mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yes 40:31c
Seorang pelari jarak jauh yang sedang berlomba tidak hanya membutuhkan kekuatan untuk bisa menyelesaikan lombanya. Tetapi dia juga membutuhkan ketahanan agar bisa bertahan hingga garis akhir.

Ketika kita menanti-nantikan Tuhan, kita akan sanggup bertahan di dalam pergumulan berat yang kita alami dalam waktu yang panjang. Kita tidak akan menjadi lelah maupun lesu dalam pergumulan tersebut. Ketahanan yang luar biasa diberikan bagi kita yang senantiasa datang berserah kepadaNya.

Banyak orang yang tidak tahan atas pencobaan yang mereka hadapi. Mereka mengeluh terhadap Tuhan oleh karena telah bertahun-tahun, belasan tahun, bahkan puluhan tahun, mereka alami pencobaan tersebut. Dan tidak sedikit juga yang pada akhirnya menyerah sebelum mereka meraih kemenangan.

Penantian kepada Tuhan membawa ketahanan bagi kita dalam menghadapi pencobaan. Tidak peduli berapa lama kita menjalani pergumulan, tetapi bersama Yesus maka kita akan sanggup bertahan di dalam pencobaan tersebut. Dan pada akhirnya Dia akan memberikan kemenangan bagi kita.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya;

tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.” 2 Tim 4:7


_GOD BLESS_

5 langkah sederhana untuk menjadi bahagia

Tuhan tidak menjanjikan hari tanpa rasa sakit, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan, tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu, kenyamanan bagi air mata, dan cahaya untuk jalan.

Kekecewaan seperti timbulan jalan, mereka sedikit memperlambat Anda tapi Anda akan menikmati jalan lancar setelahnya. Jangan tinggal di lancarkan terlalu lama. segera pindah dan Bergeraklah.

Ketika Anda merasa down kerana Anda tidak mendapatkan apa yang Anda inginkan, duduk diam saja dan tenang, kerana Allah sedang merencanakan sesuatu yang lebih baik untuk Anda.

Ketika sesuatu terjadi pada Anda, baik atau buruk, pertimbangkan apa artinya. Ada maksud dibalik semua peristiwa-peristiwa kehidupan, untuk mengajarkan Anda bagaimana untuk lebih banyak tertawa atau tidak terlalu keras menangis.

Anda tidak boleh membuat seseorang mencintai Anda, yang dapat Anda lakukan adalah menjadi seseorang yang boleh dicintai, selebihnya terserah orang lain menilai Anda.

Ukuran dari cinta adalah saat Anda mencintai dengan tidak terbatas. Dalam kehidupan ini sangat jarang Anda akan bertemu dengan orang yang Anda cintai dan mencintai Anda. Jadi sekali Anda memiliki itu jangan pernah membiarkannya pergi, kesempatan mungkin tidak akan pernah menghampiri Anda lagi.

Lebih baik kehilangan harga diri Anda dengan orang yang Anda cintai, daripada kehilangan orang yang anda cintai kerana maruah.

Kita menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari orang yang tepat untuk kita cintai atau mencari kesalahan dengan orang yang sudah mencintai kita, padahal kita seharusnya menyempurnakan cinta yang kita berikan.

Ketika Anda benar-benar peduli dengan seseorang, Anda tidak mencari kesalahan atas kepedulianmu, Anda tidak mencari jawapan atas kepedulianmu, Anda tidak mencari kekeliruan atas kepedulianmu. Sebaliknya, Anda melawan kesalahan itu, Anda menerima kesalahan itu, dan Anda mengabaikan semua alasan yang membuat Anda tidak peduli.

Jangan pernah meninggalkan seorang sahabat lama. Anda tidak akan pernah menemukan seseorang yang boleh menggantikannya. Persahabatan adalah seperti anggur, menjadi lebih baik seiring dengan pertumbuhan yang semakin tua.

Ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:

1. Bebaskan hatimu dari kebencian.
2. Bebaskan fikiranmu dari kebimbangan.
3. Hiduplah sederhana.
4. Memberi lebih banyak.
5. Mengharapkan lebih sedikit.

Tidak seorang pun dapat kembali dan membuat awal yang baru. Siapapun boleh memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru.

PILIHAN DAN TANGGUNG JAWAB

Menjadi persoalan mengapa kita tidak kunjung menjadi anak Tuhan yang baik; mengapa kita masih jatuh ke dalam dosa dan berkarakter buruk. Barangkali kita sudah berusaha berdoa memohon pertolongan Tuhan, tetapi keadaan kita tidak berubah. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena kita tidak memenuhi bagian kita. Setiap orang memiliki bagian yang sering kita sebut sebagai tanggung jawab. Bagian kita ini harus kita penuhi. Tuhan bukannya tidak sanggup untuk membuat kita dalam sekejap menjadi seorang yang benar-benar baik, tetapi Tuhan tidak akan melakukan hal itu, sebab itu berarti penyangkalan terhadap integritas-Nya (2Tim.2:13).

Tuhan yang telah memberi kebebasan terhadap manusia konsekuen terhadap keputusan-Nya untuk memberi kebebasan kepada manusia untuk bertindak terhadap setiap keputusan dan pilihan yang mereka ambil dalam hidup ini. Hal ini juga termasuk dalam membangun iman, kesucian hidup dan karakternya. Tahukah kita bahwa keberkenanan kita terhadap Tuhan bukan karunia atau anugerah, melainkan tanggung jawab yang harus kita tunaikan di hadapan Tuhan?

Masuk surga itu bukanlah keberuntungan, dan masuk neraka bukanlah kecelakaan. Semua tergantung dari pilihan dan keputusan kita yang harus disertai dengan tindakan. Dalam (Gal.6:7-8) Alkitab berkata, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Untuk itulah kita tidak boleh menganggap sepele jalan keselamatan yang harus kita jalani sebagai anak-anak Tuhan. Kita harus memilih salah satu; kita tidak bisa berjalan dalam roh dan sekaligus berjalan dalam daging. Kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan (Mat.6:24). Komitmen untuk hidup yang menyenangkan Tuhan saja tidaklah cukup. Diperlukan suatu tindakan kita dalam mengambil mengambil keputusan dan pilihan untuk berjalan di dalam roh atau berjalan di dalam daging.

Dalam (Gal.5:19-23) kita dapat melihat ada beberapa ciri kedagingan dan kerohanian. Jika kita mau jujur, ternyata hidup kita selama ini lebih banyak menghasilkan buah-buah kedagingan dibandingkan dengan buah-buah roh. Tanggung jawab itu sangat penting dalam hidup kita. Kita tidak bisa membiarkan diri kita berlarut-larut dalam kesibukan yang tidak berdampak pada kekekalan. Manusia dapat disebut sebagai makhluk yang bertanggung jawab apabila manusia memiliki kebebasan. Oleh karena manusia memiliki kebebasan, manusia harus bertanggung jawab.

Dalam kekristenan, tidak ada yang namanya takdir, karena hal itu bertentangan dengan kebebasan yang telah Tuhan berikan kepada manusia. Dan manusia juga dituntut untuk bertanggung jawab dalam kebebasan yang telah Tuhan berikan dalam hidup manusia. Kehidupan ini bukanlah nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan tantangan yang harus dilalui dengan penuh keberanian dan tanggung jawab.

Percayalah bahwa Dia akan mencukupi kebutuhan kita bila kita dapat hidup bertanggung jawab; hidup dalam pengabdian dan pelayanan kepada-Nya. AMEN

Berfikir sebelum bertindak

Hidup ini memang tidak selalunya indah dan senang. Adakalanya kita mengalami atau menghadapi kesusahan. Yaa.....hidup ini tidak pernah bebas daripada masalah dan kesusahan. Namun ini bukan bererti hidup ini adalah suatu yang menyusahkan, membosankan dan menyedihkan. Sebenarnya jika kita hayati, kehidupan ini bukanlah dipenuhi dengan kesusahan dan masalah setiap hari. Tetapi sebahagian besar daripada kehidupan kita adalah mengembirakan, membahagiakan dan "siok bah!"

Memang tidak kita nafikan bahawa kita selalu cenderung berkata "Hidup ini susah!" Tetapi bila diselediki sepenuhnya kita bukannya ada masalah yang besar-besar setiap hari. Masalah yang kita hadapi setiap hari biasanya "kecil-kecil" dan biasa-biasa saja bah! Dan kalau ada atau mendapat masalah yang besar-besar, ini biasanya datang sekali-kala saja dan ini pun kita sendiri yang menyebabkannya terjadi. Dan kadang-kadang orang lain yang menyebabkan dan kita pun turut menjadi susah. Tapi, pada amnya hidup kita adalah aman dan senang. Tiada masalah besar.

Masalah besar biasanya terjadi disebabkan oleh kita sikap kita yang terburu-buru untuk melakukan sesuatu yang penting dan ditambah dengan kelalaian kita sendiri serta tidak meluangkan masa yang banyak untuk berfikir sepenuh-penuhnya sebelum bertindak menyebabkan kita mengalami masalah. Pendek kata, masalah yang datang didalam hidup kita sebenarnya boleh dielakkan jika kita berhati-hati sebelum melakukan sesuatu kerja atau perkara.

Jadi, kalau kita mahu mengurungkan atau mengelak masalah didalam hidup apa yang perlu kita lakukan ialah mengubah sikap kita. Jestru itu sebelum melakukan sesutu perkara atau kerja dimana berfikirlah masak-masak. Buatlah pertimbangan sedalam-dalamnya sebelum bertindak untuk melakukan sesuatu. Dengan ini masalah dapat kita kurangkan atau elakkan sepenuhnya. Amin.

Kekerasan hati "Kekerasan hati tidak akan pernah memenangkan apapun kecuali penyesalan"

10 Hal yang harus kita ketahui tentang "MASALAH"

1. Masalah bukanlah masalah jika tidak dipermasalahkan.

2. Masalah bukanlah masalah, tp cara kita memandangnya itulah masalah yg sebenarnya.

3. Masalah ada bukan untuk melemahkan kita tapi justru utk mendewasakan dan menguatkan kita.

4. Masalah itu seperti api yg memanaskan emas, semakin panas apinya semakin murni emasnya.

5. Masalah adalah salah satu bukti bahwa kita hidup, karena hanya org yg mati yg tidak punya masalah.

6. Masalah adalah jalan utama menuju kebijaksanaan, karena kebijaksanaan tidak akan terbukti tanpa masalah.

7. Masalah merupakan jalan tercepat menuju kesuksesan.

8. Masalah merupakan guru terbaik yg pernah ada dalam kehidupan.

9. Masalah itu ibarat sebuah pertandingan, kita harus memenangkannya sebelum mendapatkan hadiahnya.

10. Masalah adalah alat yg diijinkan Tuhan utk menguji iman kita.

Jadi jangan takut jika kita menemui masalah, hadapilah masalah kita ... jangan lari daripadanya.

TETAPI ... jika kita merasa selalu ada masalah dimanapun kita berada, bisa jadi mungkin itu tandanya Tuhan sedang menunjukkan pada kita bahwa kita keras kepala dan keras hati!

Surat dari Yesus

Sahabat-Ku yang terkasih, Aku mengasihimu. (Yohanes 15:9) Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. (Yesaya 43.1) Sebelum Aku menciptakan engkau, Aku telah mengenal engkau. Dan sebelum engkau lahir, Aku telah menguduskan engkau. (Yeremia 1:5) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. (Yohanes 15:16) Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. (Yeremia 31:3) Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia (Yesaya 43:4)

Masakan Aku membiarkan engkau? Kasih-Ku padamu terlalu besar. (Hosea 11:8) Aku sangat mengasihimu hingga aku disalibkan di Kalvari. Aku mati untuk engkau, dan bila engkau percaya pada-Ku, engkau akan memperoleh kehidupan kekal. (Yohanes 3:16)

Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Aku tak dapat melupakan engkau (Yesaya 49:15) Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.” (Yesaya 41:13) AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA SAMPAI KEPADA AKHIR ZAMAN. (Matius 28:20)

Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada-Ku. (Yohanes 14:1) Akulah yang menolong engkau. (Yesaya 41:14) Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau. Kesukaran yang kau hadapi tidak akan menghanyutkanmu. Pencobaan berat yang datang tak akan mencelakakanmu. (Yesaya 43:2)

Sekalipun engkau berjalan dalam lembah kekelaman, janganlah takut karena Aku bersamamu. Gada-Ku dan tongkat-Ku menghiburmu. Aku akan memimpinmu di jalan kebenaran. (Mazmur 23) Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Damai sejahtera yang Kuberikan padamu melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu. (Filipi 4:7) Jikalau engkau berbaring, engkau tidak akan takut dan tidur dengan nyenyak. (Amsal 3:24) Sebab Aku membiarkan engkau beristirahat dengan aman. (Mazmur 4:8)

Sebab mata-Ku tertuju pada mu dan memberikan pengharapan padamu. (Mazmur 33:18) Engkau akan beroleh jalan masuk. Di dalam kasih karunia ini engkau berdiri dan bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. (Roma 5:2) Aku akan memberikan sukacita dan damai sejahtera. Bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan. (Yesaya 55:12)

Mungkin kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. (Yohanes 16:22) Rambut kepalamupun terhitung semuanya, jadi jangan takut akan segala sesuatu. (Matius 10:30)

Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu. (Yesaya 54.10) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Maka datanglah sahabat-Ku terkasih, datanglah. Aku akan membawamu dalam keheningan dan Aku akan berbicara dari hati ke hati. Aku benar dan setia. Aku akan menunjukkan kasih-Ku yang tak berubah dan menjadikan engkau kepunyaan-Ku selalu. Aku akan menepati janji-Ku, dan engkau kemudian akan mengenal-Ku sebagaimana belum pernah terjadi sebelumnya. Aku adalah Aku. (Keluaran 3:14) Aku adalah TUHAN, Allahmu (Hosea 13:4)

MERAIH RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA YANG TUHAN BERIKAN

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. ” Yeremia 29:11

Tuhan selalu menetapkan rancangan damai sejahtera bagi setiap umatNya yang mau datang padaNya. Dia senantiasa memberikan yang terbaik bagi kita sebagai umatNya. Yang menjadi masalah bagi sebagian orang adalah mereka belum mengerti bagaimana meraih janji yang telah disediakan tersebut.

Kenapa harus diraih?
Karena Tuhan memberikan kehendak bebas bagi manusia untuk memilih jalan yang akan ditempuhnya, apakah jalan kebenaran atau sebaliknya. Tentunya jika kita memilih jalan yang sudah Tuhan sediakan, maka setiap janji-janjiNya akan berlaku bagi kita semua.

Apa yang harus dilakukan untuk meraih janji rancangan damai sejahtera dan meraih masa depan yang penuh harapan tersebut?

1. Berseru dan Berdoa

“Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu” Yer 29:12

Mungkin kita harus mencoba bertanya kepada diri kita sendiri: “Kapan terakhir kali kita berdoa?” “Seberapa banyak kita berdoa dalam satu hari?”
Berdoa bukanlah merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Doa merupakan komunikasi dua arah yang kita lakukan kepada Tuhan. Oleh karena Dia adalah Bapa kita, maka sudah selayaknyalah kita berdoa sebagaimana kita melakukan komunikasi dengan orang tua (jasmani) kita.

Kita tidak perlu takut untuk mengungkapkan isi hati kita kepada Tuhan. Bahkan tidak perlu dengan kata-kata yang bagus atau diatur-atur, karena Tuhan melihat ketulusan hati kita.

Firman Tuhan bahkan mengatakan kepada kita untuk berseru kepadaNya. Berseru merupakan suatu tindakan atau ungkapan yang mengerahkan sekuat tenaga/upaya kita untuk mengeluarkan isi hati/pikiran kita.

Oleh karena itu, marilah kita dengan penuh keberanian berseru dan berdoa kepadaNya, sehingga kita dapat melihat karya Tuhan dinyatakan dalam kehidupan kita, rancangan damai sejahtera digenapi bagi kita.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Ibr 4:16

2. Cari Wajah Tuhan

“Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” Yer 29:13

Masalah demi masalah selalu datang kepada kita, mulai dari masalah yang ringan hingga masalah yang sangat berat. Dengan datangnya masalah-masalah tersebut, seringkali kita mencoba untuk menyelesaikan semuanya dengan kekuatan dan kemampuan kita sendiri. Dan tidak jarang kita menemui jalan buntu atas masalah yang kita hadapi.

Satu-satunya jalan keluar bagi setiap masalah kita adalah dengan datang kepadaNya, mencari wajahNya. Yesus adalah jawaban bagi setiap masalah kita. Tidak ada pribadi lain yang dapat memberikan jalan keluar terbaik selain Yesus. Dan ketika kita datang mencari wajahNya, maka Dia akan menyatakan diriNya kepada kita. Dia akan memberikan ketenangan, damai sejahtera, sukacita, kekuatan baru, pemulihan dan hikmat yang baru untuk menyelesaikan masalah yang kita hadapi.

Dia akan memberikan kita kemampuan yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya sehingga kita sanggup melalui masalah yang kita hadapi dan mendapatkan jalan keluar atas masalah tersebut.

Tuhan tidak pernah menyembunyikan diriNya terhadap kita. Ketika kita menanggalkan segala yang tidak berkenan kepadaNya (Yes 59:1-2), dan kita datang mencari wajahNya dengan penuh ketulusan, maka Dia pasti akan menyatakan diriNya bagi kita.

Dan janji pemulihan bagi kita akan digenapi oleh Tuhan jika kita setia datang mencari wajahNya, kita setia berada di dalam hadiratNya. Masa depan yang penuh harapan dan rancangan damai sejahtera telah disediakan bagi kita semua yang taat dan setia kepadaNya. Haleluya!

“Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.” Yer 29:14

AKU ADA UNTUK TUHAN DAN SESAMA

Pernahkah kita memikirkan dan merenungkan betapa mulianya Tuhan yang telah menciptakan tubuh kita dengan begitu sempurna? Dan tahukah kita apa sebenarnya tujuan Tuhan menciptakan kita? Tangan, kaki, mata, mulut, dan lain sebagainya. Sebenarnya semua ini untuk apa? Apakah hanya untuk membantu kita memenuhi kebutuhan sehari-hari atau ada fungsi lain selain hal tersebut?

Kita adalah ciptaan yang paling luhur yang pernah ada, namun kendatipun demikian kita tetap dan bahkan selalu tergantung kepada orang lain karena memang demikianlah kodrat kita sebagai manusia. Kita saling membutuhkan! Benarlah ungkapan asing yang mengatakan “no man is an island”
Mungkin di antara kita berkata: “bagaimana saya dapat membantu orang menuju kepada keselamatan sedangkan saya sendiri terlahir tidak sempurna?” mungkin Saudara cacat: bisu, tuli, buta, dan mungkin cacat fisik lain atau kita begitu sempurna secara fisik namun enggan bertindak karena menganggap tidak layak. Ungkapan-ungkapan demikian memang sangat manusiawi. Ya, memang kita selalu menganggap diri kita rendah di hadapan Tuhan; dan, memang begitulah seharusnya kita bersikap di hadapan Tuhan. Namun yang menjadi permenungan kita berikutnya adalah bagaimana kekurangan itu kita bawakan dalam hidup sehari-hari.


Yesus selalu mengingatkan kita tentang fungsi badan kita; tubuh yang telah dianugerahkan Tuhan; baik yang sempurna ataupun yang kurang sempurna hendaknya kita gunakan untuk keselamtan diri kita dan juga bagi orang lain sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan. Tuhan kita melalui Injilnya mengajak kita untuk menggunakan tubuh kita sebagai alat atau perpanjangan tangan Tuhan supaya semakin banyak orang diselamatkan. Dengan tegas, Injil mengatakan “Jika matamu menyesatkan… lebih baik mata itu dicongkel..lebih baik kamu masuk surga dengan… Keterbatasan dan kemampuan yang kita miliki hendaknya kita gunakan untuk membantu orang lain supaya semakin dekat dengan Tuhan bukan membuat orang lain semakin jauh dari Tuhan. Kalau memang anggota tubuh kita hanya kita gunakan untuk keuntungan pribadi hendaknya mulai saat ini kita merobah diri supaya dapat diterima Tuhan kelak.

Segala kebaikan yang pernah kita lakukan tidak akan pernah dilupakanTuhan dan akan tiba waktunya Dia memperhitungkannya bagi kita. Maka marilah kita hidup sebagai garam yang baik, yang menggarami kehidupan orang-orang di sekitar kita supaya kelak kita dapat berbahagia dengan-Nya. Mari menggunakan seluruh anugerah Tuhan yang telah kita terima demi kemuliaan-Nya dan keselamatan orang lain.

Doa:
Ya Tuhan, kami sering menggunakan tubuh kami hanya untuk kesenangan kami sendiri, bahkan kami terkadang menggunakan kepintaran kami untuk memojokkan orang yang sederhana. Kami mohon semoga lewat sabda-Mu hari ini kami semakin mampu mewartakan kasih-Mu kepada sesama kami sehingga anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami sungguh berguna bagi keselamatan jiwa-jiwa dan demi kemuliaan-Mu.

Susah Percaya ?

Percaya saja. Kedengaran sangat mudah. Tapi bagaimana kalau pada kenyataannya untuk percaya ternyata sangatlah susah? Itu yang menjadi pertanyaanku beberapa hari terakhir. Mengapa tidak semudah itu untuk percaya?

Dan hari ini aku merenungkan satu kenyataan yang indah tentang percaya.

Pada 1962, Rick Hoyt dilahirkan cacat karena pada saat lahir tali pusarnya mencekik lehernya sehingga otaknya kekurangan oksigen dan membuat koordinasi tubuhnya terganggu. Sejak lahir sampai dewasa ia tidak dapat berjalan, berbicara, dan seluruh gerak tubuhnya sangat terbatas atau bisa dikatakan hampir lumpuh total.
Kedua orang tuanya tetap menyekolahkan Rick di sekolah umum karena mereka mempercayai Rick adalah anak yang cerdas. Tetap bisa berpikir, meskipun dia tidak dapat berlari, tidak dapat berbicara, tidak dapat mandi sendiri, juga tidak dapat makan sendiri. Sampai akhirnya Rick lulus perguruan tinggi.

Pada saat berumur 18 tahun, Rick bertanya kepada ayahnya, apakah ia bisa mengikuti perlombaan lari sejauh 8 KM. Rick sangat ingin berlari. Ayah Rick, Dick Hoyt bukanlah seorang atlet pelari, tapi dia seorang ayah. Jadi Dick menempatkan Rick di kursi roda beroda tiga dan berlari mendorong Rick yang berada di kursi roda. Mereka mengikuti perlombaan lari bersama. Rick dan Dick Hoyt mendapatkan medali sebagai tanda mengikuti perlombaan sampai akhir. Setelah itu mereka tidak pernah berhenti mengikuti perlombaan.

Tidak ada satupun yang dilakukan Rick yang membuatnya mendapatkan medali. Bahkan untuk sekedar mengikuti perlombaan lari, ia tidak bisa. Ia sama sekali tidak bisa berlari! Hanya karena ayahnya, Dick, ia bisa mengikuti perlombaan lari dan mendapatkan medali.

Kita mungkin tidak mempunyai cacat tubuh seperti Rick Hoyt, tapi sesungguhnya seperti itulah gambaran kehidupan kita. Kita punya banyak luka masa lalu, kekuatiran akan hidup, dan segudang ketidakmampuan. Dan seringkali kita merasa tidak berdaya, menghadapi kehidupan, meraih mimpi, memenuhi harapan-harapan.

Aku sering berpikir bahwa kita sering merasa tidak mampu meski sebenarnya kita mampu. Tapi sekarang nyata bagiku bahwa sesungguhnya kita memang tidak mampu untuk menjalani kehidupan dan memperoleh kemenangan gilang gemilang di setiap bagiannya. Tapi, bukankah Tuhan berkata bahwa Dia datang supaya kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan?

Benar sekali. Kita akan mempunyai hidup dalam segala kelimpahan. Kemenangan dalam segala sisi kehidupan. Tidak cuma bisnis, tidak cuma pelayanan, tidak cuma sebagian dari kehidupan. Tapi seluruh sisi kehidupan. Keluarga, pekerjaan, pernikahan, pelayanan, semua yang tersebut di kehidupan adalah termasuk di dalamnya.

Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya kepada Tuhan, seperti Rick Hoyt percaya kepada ayahnya untuk membawa dia berlari sampai garis akhir dan mendapatkan medali, meskipun ia sendiri tidak sanggup berlari sama sekali.

Demikianlah Tuhan membawa kita berlari pada garis kehidupan. Kita sama sekali tidak bisa, tapi Tuhan yang melakukan semuanya untuk kita. Menempatkan kita bersama-Nya, mendampingi kita, dan yang paling menakjubkan Tuhan berlari untuk kita sampai kita mendapatkan medali kemenangan.

Lalu kenapa kita, aku, masih susah untuk percaya? Karena kita tidak bisa duduk diam. Berusaha mencoba berlari dengan semua ketidakberdayaan kita, terseok-seok lalu jatuh, lalu berpikir kita memang tidak bisa mencapai mimpi kita, kita tidak seperti orang-orang lain yang begitu hebat, atau kita tidak punya iman yang cukup kuat untuk mencapainya.

Mudah sekali. Yang perlu kita lakukan hanya mempercayai Bapa untuk melakukan apa yang tidak bisa kita lakukan. Seperti Dick Hoyt berlari untuk anaknya yang sama sekali tidak bisa berlari. Demikian Bapa membawa kita kepada keluarga yang harmonis, pernikahan yang bahagia, pekerjaan yang sukses, pelayanan yang memberkati, dan semua sisi kehidupan yang terlalu sulit dan mustahil bagi kita.

Setelah merenungkan ini, ternyata untuk percaya tidaklah sesulit yang aku pikirkan. Aku bisa percaya, karena bukan lagi bergantung pada kekuatanku, imanku, atau kemampuanku mengatasi masalah, Yesuslah yang melakukannya untukku.

Ya, percaya saja. Hanya itu yang perlu kita lakukan. Selebihnya, Tuhanlah yang melakukannya untuk kita.

HIDUP & MATI ADALAH MILIK TUHAN

Apakah kita telah menyerahkan hidup kita seutuhnya kepada TUHAN ? Jawabannya adalah bahwa kita belumlah seutuhnya menyerahkan hidup kita kepada TUHAN. Masing-masing dari kita masih memperbaharui hidup kita untuk dapat membangun hidup baru dalam tangan kasih TUHAN dan ada pula yang masih bersikap acuh tak acuh dalam melaksanakan pelayanan kasih TUHAN dalam kehidupannya sehari-hari. Kita yang karena kesibukan & berbagai aktifitas kita kadang kala membuat kita lupa untuk memberikan sedikit waktu dalam memuji & memuliakan nama TUHAN. Berbagai permasalahan & tantangan yang kerapkali datang silih berganti dalam hidup ini lalu membuat kita kerap kali menyalahkan TUHAN & bahwa TUHAN itu tidak adil dalam hidup kita.

Hanya kepada mereka yang dengan kesetiaan & kepatuhan kepada TUHAN yang menerima segala penderitaan & berbagai pencobaan dalam hidup ini sebagai BERKAT & proses membangun hidup baru dalam mempersiapkan jalannya menuju pada ALLAH Bapa disurga.

Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. ( Rm 14:8 )

Jangalah bimbang & ragu dalam hidup ini karena hidup & mati kita adalah milik TUHAN. Hidup dalam TUHAN maka kita akan dimuliakan bersama DIA dalam kerajaan abadi di surga.