Sunday, 1 April 2012

APA ISTIMEWANYA MENJADI SEORANG KATOLIK?

Semua orang yang percaya kepada Yesus disebut orang Kristen. Jadi, mungkin juga tidak ada bedanya kamu pergi ke gereja yang mana. Lalu, apa istimewanya menjadi seorang Katolik? Mengapa kamu mau menjadi seorang Katolik? Mari kita temukan jawabnya.
K : Kristus sendiri yang mendirikan Gereja. Sebagai gereja yang didirikan oleh Yesus Kristus, Gereja Katolik telah berumur lebih dari 2000 tahun (usianya lebih panjang dari Gereja Kristen mana pun!).
A : Apostolik. Hidup Yesus sendiri diberikan kepada kita melalui sakramen-sakramen, ajaran-ajaran Gereja dan melalui pewartaan-pewartaan yang disampaikan oleh para biarawan, biarawati maupun kaum awam.
T : Tujuh Sakramen diwariskan oleh Yesus kepada Gereja.
O : rOh Kudus telah dikaruniakan oleh Yesus yang Mahapengasih kepada kita untuk membimbing kita masing-masing agar kita dengan segenap hati hidup seturut teladan Yesus.

L : Lestari. Gereja Katolik telah menerima janji Roh Kudus bahwa Ia akan senantiasa memeliharanya dalam kebenaran.
I : "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu." Dalam Gereja Katolik, Hosti selalu ditahtakan dalam Tabernakel, artinya Yesus senantiasa hadir dalam gereja kita. Kita dapat pergi dan berdoa kepada-Nya kapan saja kita mau.
K : Kristus bekerja melalui Gereja bagi keselamatan seluruh umat manusia karena Ia mengasihi semua orang.

Nah, sebagai permulaan, di atas itu adalah tujuh alasan penting mengapa kita memilih menjadi seorang Katolik.

Barabas atau Yesus?

Didalam Alkitab(Lukas 23:1- 25) tercatat kisah dimana Pilatus bertanya kepada orang awam siapakah yang mereka pilih untuk dilepas dari tahanan. Kerana menurut kebiasaannya, pada hari raya ia melepaskan seorang tahanan. Pada masa itu dihadapan mereka ada dua orang tahanan iaitu Barabas yang memang diketahui orang ramai sebagai orang yang jahat sekali. Dan Yesus yang terkenal kebaikannya. Ini bererti mereka harus memilih diantara yang baik dan jahat atau yang hitam dan yang putih. Pilihan itu begitu jelas dan terang sekali. Yang baik terang-terang didepan mata mereka tetapi sungguh menghairankan sekali. Mereka tidak memilih yang baik sebaliknya mereka memilih yang jahat. Pilihan mereka memperlihatkan kebodohan dan kecetekan kebijaksanaan mereka. Bagaimana dengan kita? Apakah kita seperti mereka juga?

Didalam hidup kita juga sering melakukan pilihan yang salah. Misalnya, ada diantara kita yang abaikan kewajiban pergi ke sembayang pada hari Minggu(Ahad) kerana gara-gara mahu main bolasepak atau futsal atau badminton atau kerana gila berkerja atau kerana mengadakan majlis ramai-ramai pada hari minggu.
Ada juga orang sanggup meninggalkan Yesus kerana gara-gara berkahwin dengan orang yang tak sama agama atau kerana mahu isteri lebih daripada satu. Ada juga orang "tukar agama" kerana mahukan kenaikan pangkat. Inilah beberapa contoh yang dapat kita lihat dikalangan umat kita sendiri.

Saudara dan saudari marilah kita sentiasa memilih yang terbaik iaitu perkara yang tidak bertentangan dengan pengajaran Yesus atau Alkitab. Janganlah kita terpengaruh dengan perkara yang cantik dan menarik dilihat tetapi pada amnya ianya bertentangan dengan pengajaran Tuhan. Janganlah kita mudah tertarik dengan hal-hal duniawi yang menyebabkan kita berdosa. Marilah kita jauhi apa juga jenis kejahatan dan sentiasa memilih yang diberkati dan diredai Tuhan yang Maha Esa. Pendek kata, pilihlah Yesus kerana dialah pilihan yang terbaik dan tolaklah Barabas kerana ia adalah pilihan yang jahat dan buruk. Jadi, marilah kita bertobat dengan meninggalkan apa juga jenis kejahatan dan dosa. Dan marilah kita menjadi pengikut Tuhan Yesus yang terbaik. Amin!

Friday, 30 March 2012

Doa Dan Harapan !!

Ketika kita mengajukan pertanyaan, Apa yang menjadi harapan kita pada saat ini? Pasti berbagai macam jawaban yang akan kita terima. Sebagai contoh mempunyai kereta, pasangan yang cantik atau kacak, rumah mewah, sekolah di tempat yang kegemaran dan masih banyak lagi jawabannya akan kita terima. Lalu bagaimana jika kita merasakan beban hidup yang berat, banyak kesulitan, menghadapi berbagai permasalahan dan seakan tidak ada jalan keluar dari segala yang kita hadapi. Masihkah ada harapan?

Banyak sekali orang yang ketika menghadapi berbagai permasalah berkata bahwa dirinya tidak berarti dan yang selalu di lakukan hanya mengeluh dan mengeluh. Mengeluh memang siok dan tidak dilarang tetapi apakah pantas ketika ada jalan keluar dan harapan tetapi masih tetap mengeluh? Sebuah hal yang perlu kita lakukan adalah berdoa. Doa itu besar kuasanya. Akan tetapi kita sering lupa untuk berdoa dan tanpa disadari ada orang yang berdoa untuk kita.

Ketika kita mengetahui bahwa ada seseorang yang berdoa untuk kita, harapan itu akan muncul kembali, kita dipulihkan, kita dikuatkan, kita tidak sendiri kerana ada seseorang yang peduli dan terutama ada Allah yang senantiasa tidak pernah mengabaikan kita sedikitpun. Beban kita terangkat. Betapa Indah dan ajaibnya sebuah Doa.

Bahasa doa adalah bahasa positif. Ketika kita berdoa, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kita menggunakan bahasa positif kerana kita sedang berkomunikasi dengan Tuhan. Ketika kita berbicara dengan Tuhan tidak mungkin kita menggunakan bahasa negatif. Saat kita berdoa bagi orang lain, kita memohon yang terbaik dari Tuhan untuk orang tersebut. bahasa doa adalah bahasa kerendahan hati, tidak mementingkan diri, serta tidak sombong. Bahasa doa adalah bahasa yang menguatkan, tidak mencaci maki, tidak merendahkan orang lain. Bahasa doa adalah bahasa iman, percaya bahwa dibalik semua kelemahan serta keterbatasan manusia ada kekuatan, kemurahan dan kasih Tuhan. Ingatlah, kebiasaan dalam berdoa akan membangun watak.

Marilah kita membiasakan diri menggunakan kata-kata untuk membangun harapan. Kata membiasakan diri mengandung pengertian kita mempunyai kecenderungan menggunakan kata-kata tanpa tujuan karena itu, mulailah kita membiasakan diri menggunakan kata-kata untuk kemuliaan Tuhan semata. Seperti tertulis dalam Roma 5:5 "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita".Amin

‎" BERANI BERBUAT HARUS BERANI BERTANGGUNGJAWAB "

Kita pasti pernah atau sering mendengar kata2 bijak di atas, tapi apakah kita memahami dan mengubahkannya dalam kehidupan sehari-hari ???
Setiap tindakan ada risikonya, apakah kita siap bertanggungjawab atas tindakan yang kita lakukan ???

Pada kenyataannya, kita hanya berani berbuat, namun tidak mau bahkan lari ketika diminta untuk bertanggungjawab..
Seringkali pula kita mengingkari apa yang kita lakukan, bahkan mencari pembenaran kerna kita tidak siap menanggung risiko dari tindakan kita..

Mari menjalani hari dengan senyuman, pikiran positif dan ucapan syukur..
Mari menjadi pribadi yang sebelum berbuat
mempertimbangkan risikonya terlebih dahulu, sehingga siap menanggung segala risikonya..

Seburuk apapun risiko tindakannya kita, kita harus berani bertanggungjawab..
Jangan lari, menginkari apalagi mencari pembenaran untuk menghindari tanggungjawab kita..

Pertimbangkanlah terlebih dahulu sebelum bertindak, sehingga kita siap dengan segala resikonya..
BERDOA DAN MINTALAH HIKMAT PADA TUHAN AGAR KITA DAPAT MENJADI PRIBADI YANG BERANI DAN SIAP BERTANGGUNGJAWAB ATAS SEMUA RISIKO TINDAKAN DAN KEPUTUSAN YANG KITA AMBIL..

Pagar Perubahan

2 Timotius 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Orang-orang di sekitar Anda menolak suatu perubahan, padahal situasi akan lebih baik jika perubahan itu diterapkan. Apa yang harus dilakukan?

Kemungkinan besar Anda berhadapan dengan mereka yang merasa terancam akan jadi korban dengan adanya perubahan itu. Biasanya mereka tidak punya visi dan tujuan yang jelas, karena itu mereka sulit menjadi fleksibel dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang tak terduga.

Sebaliknya, orang yang punya visi biasanya akan merasa sedikit terganggu dengan perubahan itu (karena tidak ada perubahan yang nyaman), tapi mereka akan melihatnya sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan perlu demi terjadinya perbaikan kualiti.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah berdoa seperti Nehemia. Nehemia tidak pernah berdoa agar Allah membangun kembali tembok kota Yerusalem. Sebaliknya, ia mendoakan sebuah kesempatan untuk pergi dan membangunnya sendiri. Allah menghargai niat Nehemia. Dia membantu melunakkan hati Raja Artahsasta sehingga raja mendukung visi Nehemia. Berdoalah agar Allah memberi kita hikmat dan kesempatan untuk membuka mata orang-orang yang keras hati.

Kedua, tolonglah orang-orang itu agar mereka merasa aman. Untuk itu kekuatiran mereka perlu didengar dan visi serta dampak dari perubahan perlu dijelaskan sehingga mata mereka terbuka.

Tidak ada yang mustahil jika Allah beserta Anda.

SETELAH DI PUNCAK...

Banyak orang berusaha untuk menaiki Mount Kinabalu, puncak tertinggi dari pegunungan di Malaysia, iaitu negeri Sabah dibawah bayu. Selama ini kejayaan hanya diibaratkan dengan sebuah keberhasilan mencapai dipuncak. Izinkan saya memberikan sebuah tantangan baru, menuruni gunung.

Manakah yang lebih susah, naik ke atas atau turun ke bawah? Sebagian orang akan berkata bahwa naik ke atas akan jauh lebih berat daripada turun ke bawah. Itulah sebabnya orang berlumba-lumba menjadi nombor satu. Meraih posisi dipuncak.

Bagi saya jauh lebih sukar bagi seseorang untuk mengerti apa erti turun ke bawah. Saya setuju bahwa kita harus menjadi orang yang berhasil, namun betapa sering kita menjadi lupa diri, lupa akan orang lain bahkan lupa akan Tuhan ketika kita telah berada di puncak.

Betapa seringnya kita terpaku ketika telah mencapai dipuncak hingga lupa akan orang lain kerana jarak yang terlampau tinggi telah memisahkan kita dengan mereka. Kita tidak diciptakan hanya untuk mengejar berjaya, tapi juga membagikan dampak kejayaan itu bagi orang-orang di sekeliling kita. Hal itu hanya terjadi ketika kita memiliki hati seorang hamba

Setelah Anda berada di Puncak, jangan pernah lupa memikirkan cara untuk turun ke bawah~~

Tuhan Berbicara

Seorang Manusia berbisik, “Tuhan, bicaralah padaku.”

Dan burung kutilang pun bernyanyi.
Tapi, manusia itu tidak mendengarkannya.

Maka, Manusia itu berteriak, “Tuhan, bicaralah padaku !”
Dan guntur dan petir pun mengguruh.
Tapi, Manusia itu tidak mendengarkannya.

Manusia itu melihat sekelilingnya dan berkata,
“Tuhan, biarkan aku melihat Engkau.”
Dan bintang pun bersinar terang.
Tapi, Manusia itu tidak melihatnya.

Dan, Manusia berteriak lagi, “Tuhan, tunjukkan aku keajaiban!” Mu”
Dan seorang bayi pun lahirlah.
Tapi, manusia itu tidak menyadarinya.

Maka, ia berseru lagi dalam keputus-asaannya, “Jamahlah aku, Tuhan!”
Dan segera, Tuhan pun turun dan menjamahnya.
Tapi, manusia itu malah mengusir kupu-kupu tersebut dan terus berjalan.

Betapa hal ini semua sebenarnya mengingatkan pada kita bahwa Tuhan selalu hadir di sekitar kita dalam bentuk sederhana dan kecil yang sering kita anggap lalu, bahkan dalam era elektronik ini …
karenanya saya ingin menambahkan satu lagi:

Manusia itu berseru, “Tuhan, aku membutuhkan pertolonganmu!”
Dan datanglah e-mail dengan berita-berita baik dan menguatkan.
Namun, ia justru menghapusnya dan terus berkeluh-kesah….

Berita baik itu adalah bahwa anda masih dicintai orang lain!

Janganlah kita mencampakkan suatu anugerah, hanya karena anugerah itu tidak dikemas dalam bentuk yang diinginkan dan dimengerti oleh kita.

(SAAT MEMBERI SAAT MENERIMA)

Saat engkau meneguhkan hati sahabatmu yang berada dalam ketakutan, sebenarnya engkau pun sedang menerima ketakutannya. Saat ketakutannya engkau terima, saat itulah juga, engkau mengganti ketakutannya dengan keberanianmu.

Saat isterimu mengandung anakmu, isterimu memberi makan janin itu lewat tali pusar dalam rahimnya; selama dalam kandungannya itulah, sebagai suami isteri, kalian sebenarnya menerima seorang manusia yang sudah pasrah total untuk diperlakukan apapun juga: mau serius dicintai, dirawat ataupun tidak! Itulah caranya seorang bayi dalam kandungan ibunya mencintai ibu dan ayahnya, bukan dengan memberi tapi menerima apapun perlakuan orang tuanya.

Saat engkau memberikan uang belanja kepada isterimu, saat itu jugalah engkau sebenarnya menerima kerendahan hati isterimu untuk diberi nafkah hidup.

Saat engkau merawat suami, isteri dan anak-anakmu yang sedang sakit, saat itulah juga engkau belajar menerima keterbatasan kesehatan mereka, sehingga engkaupun belajar kerepotan agar hidup tetap berlangsung.

Saat engkau marah kepada anak-anakmu, saat itu juga engkau menerima telinga anak-anakmu untuk mendengarkan kata-katamu dengan penuh kesabaran, walaupun menyakitkan sekalipun.

Saat engkau marah kepada pasangan hidupmu, dan karena itu dia diam, saat itu jugalah engkau menerima kesediaannya menerima kata-kata kasar, mungkin pedas, dan menyakitkan, sampai pasanganmu tidak sanggup untuk membalasnya.

Saat engkau dendam kepada orang serumah, sampai engkau tidak mau berbicara dengan mereka; saat-saat itulah engkau sebenarnya menerima kegelisahan mereka karena merasa tidak lagi dipercaya!

Saat engkau mengampuni pasangan hidupmu dan anak-anakmu setelah konflik akibat berbagai macam masalah, saat itu jugalah engkau menerima kegembiraan mereka karena masih dipercaya walaupun telah berbuat salah!

Saat engkau percaya pada saudaramu, bahkan menaruh harapan bahwa saudaramu dapat berkembang meski dia itu rapuh; saat itulah sebenarnya engkau menerima kerapuhannya menjadi milikmu, dan engkau memberikan harapanmu sehingga berkobar dalam hatinya!

Saat engkau memberi harapan kepada saudaramu, saat itu jugalah engkau melepaskan kacamata hitammu yang lama dan engkau mengganti dengan "kacamata baru" dari saudaramu. Saat itu jugalah engkau mengawali usaha untuk mengampuninya.

Saat Tuhan mengampunimu, saat itu jugalah engkau menerima kehendak bebas dari-Nya agar engkau merasa sungguh dipercaya untuk menentukan keputusanmu demi kepentingan- Nya, yakni kepentingan untuk mengasihi sesama seperti Ia mengasihi.

Saat engkau diampuni oleh Tuhan, saat itu pulalah dengan tulus, Tuhan menerima akibat dosa kita, agar hati kita ditukar dengan hati-Nya. Karena itu semoga hati kita tidak hanya menjadi seperti Hati Kristus yang mahakudus, melainkan akan "menjadi hati-Nya"!

Saat Kristus menjadi "jantung hati"-mu, saat itu jugalah Kristus menempatkan dirimu pada "Jantung Hati-Nya"

Wednesday, 28 March 2012

Kita mahu selalu mengingat:

Ketika Kerjamu Tidak Dihargai Orang,
Maka Saat Itu Kau Sedang Belajar Tentang KETULUSAN

Ketika Usahamu Dinilai Tidak Penting,
Maka Saat Itu Kau sedang Belajar KEIKLASAN

Ketika Hatimu Terluka Sangat Dalam,
Maka Saat Itu Kau Sedang Belajar Tentang MEMAAFKAN

Ketika Kau Harus Lelah dan Kecewa,
Maka Saat Itu Kau Sedang Belajar Tentang KETEKUNAN

Ketika Kau Merasa Sepi dan Sendiri,
Maka Saat itu Kau sedang Belajar Tentang KETANGGUHAN

Ketika Kau Dibenci Tanpa Alasan Karena Engkau Benar,
Maka Saat Itu Kau Sedang Belajar MENGASIHI

Ketika Kau Jujur dan Difitnah,
Maka Saat Itu Kau Sedang Belajar SABAR

Ketika Kau Harus Membayar Biaya Yang Sebenarnya Tidak Perlu Kau Tanggung,
Maka Saat Itu Kau Sedang Belajar Tentang KEMURAHAN

Ketika Semua Kemungkinan Tidak Masuk Akal,
Maka Saat Itu Kau Belajar Tentang BERIMAN

Tetap SEMANGAT, Tetap SABAR & Tetap TERSENYUM ^___^
Teruslah BELAJAR...
Karena Kau Sedang Menimba Ilmu di Universitas Kehidupan!
Dan Tuhan Yesus sebagai Guru Besar kita!!!

Dalam menimba ilmu kehidupan pastinya banyak tantangan dari orang2 disekitar kita, tetapi janganlah kita kuatir, cemas dan takut, "Janganlah kita kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan! (ROM12:21) kalaupun kita mulai ada rasa takut katakanlah:"Waktu aku takut, aku ini percaya padaMu; kepada Allah, yang firmanNya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Tuhan dipihakku, aku tidak akan takut. (MZM56:4-5, 118:6)

Jadi, Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? berharaplah kepada Allah! (MZM42:6) dan "Serahkanlah kuatirmu kepadaTuhan, maka ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkanNya orang benar itu goyah. (MZM55:23) dan tetaplah "Percaya kepadaNya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapanNya; Allah ialah tempat perlindungan kita. (MZM62:9) Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (ROM8:31)
Oleh sebab itu "Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!!! (ROM12:12)

MENYIMPAN RAHASIA

Matius 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Tahukah anda bahwa rahasia-rahasia yang kita sembunyikan sangat berkuasa? Jika kita memiliki rahasia-rahasia yang buruk, tentang kita, yang kita tidak ingin orang lain tahu, kita selalu menjaganya. Kita harus selalu waspada dengan apa yang kita katakan, sehingga kita tidak menjadi malu. Ini adalah perjuangan berat dan memerlukan pengorbanan. Dan inilah kuasa sebuah rahasia.

Dengan kata lain, sebuah rahasia dapat menjadi alat yang ampuh untuk kebaikkan, jika kita menyembunyikan hal-hal yang baik dalam hati, seperti firman TUHAN, kita akan mempunyai kekuatan selama saat-saat pencobaan. Yesus menasihatkan pengikutnya untuk pergi sendiri dan berdoa secara tersembunyi. Dia berjanji bahwa TUHAN melihat apa yang dilakukan dengan sembunyi, dan akan ada upahnya

Rahasia-rahasia akan tampak dengan sendirinya dalam hidup kita. Akan mudah terlihat apakah rahasia yang simpan itu baik atau buruk. Seperti menanam benih, kita dapat menanam rerumputan atau sayuran. Benih-benih tersembunyi, tetapi cepat atau lambat akan nyata apa yang kita tanam.

Buatlah pilihan yang benar. Pastikan menyimpan rahasia-rahasia yang baik dalam hati kita.