Sunday, 8 April 2012

Ketahui Apa Yang Anda Yakini.

II Timotius 1:12-14

Disadari atau tidak, semua orang memiliki keyakinan. Bahkan seorang atheis juga punya keyakinan, yaitu keyakinan bahwa tidak ada Tuhan. Apa yang kita yakini mempengaruhi setiap area hidup kita, mempengaruhi setiap keputusan yang kita buat.

Semua keyakinan memiliki suatu landasan. Beberapa orang melandaskan keyakinan mereja pada gaya hidup, alasan dan keinginan mereka pada gaya hidup, alasan dan keinginan mereka sendiri. Akan tetapi, Yesus memanggil para pengikut-Nya untuk menyesuaikan kehidupan mereka dengan iman mereka kepada-Nya dan otooritas Firman-Nya.

Setiap kali kita menambahkan filosofi atau gagasan lain terhadap Firman Tuhan atau memilih baguan mana dari Alkitab yang mau kita percayai, maka kita sedang menciptakan iman versi kita sendiri yang didasarkan pada alasan pribadi. Firman Allah adalah satu-satunya pondasi keyakinan yang benar dan dapat dipercaya, sebab mengandung pikiran dari Allah yang kekal dan maha tau. Semua konsep lainnya harus diperbandingkan dengan Firman Tuhan untuk menentukan keabsahan konsep itu.

Mengetahui apa yang Alkitab katakan merupakan hal yang penting untuk membangun suatu sistem keyakinan yang dilandaskan pada kebenaran dan hikmah Allah. Dunia ini akan menawarkan kepada kita berbagai macam filosofi yang terdengar baik namun dilapisi oleh kebohongan-kebohongan. Iman yang disauhkan pada Firman Tuhan menjadi perlindungan kita terhadap tipu muslihat tersebut.

Setiap kali kita menghadapi masalah atau hendak membuat keputusan, carilah jawabannya di dalam Firman Tuhan. Mulailah hari kita dengan membaca firman-Nya dan mintalah Tuhan untuk menolong kita memahami apa yang Ia katakan. Ia senang berkomunikasi dengan kita dan saat kita melewatkan waktu dengan-Nya, Ia akan membuka pikiran kita untuk mengenal pikiran-Nya.

ARTI PASKAH BAGI KITA UMAT YANG PERCAYA ?

1 Petrus, 1 : 18 - 19

Jadi, jangan kita merasa sebagai umat tebusan Tuhan, jangan merasa kita telah memiliki penebusan oleh darah Yesus Kristus, kalau kita belum memiliki gaya hidup yang baru !
Percuma kita merayakan Paskah, percuma kita merayakan Jumaat Agung dan ibadah-ibadah Paskah memperingati penderitaan, kematian dan kebangkitan Tuhan serta merayakan perayaan yang berhubungan dengan Paskah. Kalau gaya hidup kita tidak berubah, betapa sedih hati Tuhan saudara-saudaraku, kalau melihat orang-orang percaya/orang-orang Kristian yang merayakan Paskah tanpa perubahan hidup !
Jadi, setiap kita merayakan Paskah, kita harus mengingat panggilan untuk mengenakan manusia baru didalam Tuhan, setiap kali kita memperingati Paskah kita harus ingat bahwa kita telah ditebus dari cara hidup yang kita warisi dari nenek moyang kita.
Ini bukan sesuatu yang automatik terjadi ! Tetapi ini suatu panggilan !
Panggilan yang ditujukan bagi semua orang Kristian, panggilan yang ditujukan bagi semua orang percaya. panggilan ini harus dikenakan oleh setiap kita orang percaya siapapun dia. Sehingga saudaraku sekalian ; semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruslamat memiliki gaya hidup yang berbeza dengan dunia atau lingkungan dimana kita berada, hal inilah yang membuat kita merasa bertanggung jawab !
Dan memang inilah tanggung jawab kita, tanggungjawab kita sebagai anak-anak tebusan yang dapat dan harus keluar dari cara hidup yang kita warisi dari nenek moyang kita !
Kenyataan yang kita lihat hari ini, banyak orang Kristian yang tidak memiliki tanggung jawab untuk hidup dalam proses penebusan, sebab proses penebusan itu juga mengandung suatu proses dimana cara hidup kita yang lama yang kita warisi dari nenek moyang kita diubah masuk kedalam kehidupan yang baru sebagai umat pilihan Tuhan.
Ini tanggung jawab, ini panggilan saudara-saudaraku, nah, masalahnya yang sekarang yang kita jumpai, justru ketika orang menjadi Kristian dia merasa Tuhan punya panggilan, kita panggil, manusia panggil, umat panggil untuk memenuhi kebutuhan, untuk mengabulkan doa, untuk memenuhi keinginan, untuk memakmurkan kehidupan sesuai dengan polanya atau modelnya yang dikehendakinya !
Ini sebuah penyesatan !
Sehingga proses penebusan yang seharusnya berlangsung dalam hidup orang Kristian tidak berlangsung, tidak terjadi atau tidak terwujud ! jadi kita semua punya tanggungjawab ! kita punya panggilan untuk memasuki proses penebusan itu.
Jangan berpikir kita dapat automatik menjadi orang baik, tidak,! tidak ada yang gratis disini. Setelah menjadi anak Tuhan, kita ditebus oleh darah Yesus Kristus kita automatik jadi orang baik, automatik jadi orang yang berkenan dan menyenangkan hati Tuhan ! itu tidak demikian saudara !
Memang secara hukum kita milik Tuhan, kerana Tuhan telah beli kita dengan darah-Nya dan harganya sudah lunas dibayar, tetapi secara kenyataannya kita semua masih berkrakter yang buruk yang tidak kalah buruknya dengan orang-orang yang bukan Kristian ! jadi jangan kita merasa setelah menjadi Kristian secara automatik kita sudah baik, sudah benar,atau lebih baik dari orang-orang yang bukan Kristian, ini kesombongan dan sekali gus kebodohan.
Ketika kita ditebus oleh Tuhan Yesus Kristus kerana kita percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruslamat, maka tidak automatik krakter dosa kita hilang, tidak automatik kebiasaan kita dapat berubah, tetapi kita mulai memilik panggilan untuk hidup dalam proses panggilan, memang secara hukum kita sudah ditebus oleh darah Yesus Kristus, tetapi secara kenyataannya kita masih memiliki kebiasaan-kebiasaan yang buruk bahkan jahat yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, baik yang kelihatan dari luar secara lahiriah maupun sikap-sikap batiniah kita.
Sikap batiniah maksudnya sikap iri, cemburu, dendam, tidak mengasihi, tidak mengampuni, tidak menerima orang lain sebagaimana adanya, memberi dengan kasih tidak mengharapkan balasan dan lain sebagainya.
Jadi kita belum benar !, belum sempurna !, jadi kita masih harus masuk proses penebusan dan inilah tanggungjawab yang harus dipikul dan harus dipenuhi oleh setiap orang-orang yang percaya !

Iman yang Menyelamatkan

1 Korintus 15:14-18

Andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu (1 Korintus 15:14).

Kebangkitan Kristus merupakan pemenuhan dari apa yang telah dinyatakan-Nya sendiri (Matius 16:21-22). Itu menunjukkan, bahwa kesengsaraan, kematian dan kebangkitan-Nya itu memang sudah menjadi rencana Allah. Para murid, termasuk kemudian juga Paulus, dalam pemberitaan dan kesaksian mereka selalu menekankan kenyataan mengenai kebangkitan Kristus. Mengenai ini Paulus dengan tegas menyatakan, seandainya Kristus tidak bangkit, maka semuanya menjadi sia-sia belaka. Mengenai apa yang dilakukan oleh Paulus dan para murid sehubungan dengan Kebangkitan-Nya itu perlu kita perhatikan, bahwa mereka itu
bersaksi tentang kenyataan atau faktanya,
bukan untuk menjelaskannya. Sebab, Kebangkitan Kristus itu memang merupakan misteri yang kebenarannya berada di luar jangkauan pengertian dan akal manusia.
Selanjutnya Alkitab menyatakan bahwa makna Kebangkitan Kristus itu sangat penting dan menentukan bagi mereka yang mempercayainya. Adapun makna kebangkitan Kristus bagi orang percaya ialah:

Pertama, menjadi jaminan bagi “

kebangkitan orang percaya” (1 Korintus 15:21);

Kedua, mengaruniakan “

pembenaran” dan “kemenangan” atas dosa, maut dan iblis (Roma 4:25; Roma 6:9);

Ketiga, mengaruniakan “

kemanusiaan yang baru” (2 Korintus 5:17), yaitu “

hidup dalam Kristus” (

Roma 6:11). Dengan demikian, oleh Kebangkitan itu, orang percaya yang sungguh-sungguh mengasihi dan menaati Dia, sesudah kematiannya tidak akan menerima hukuman kekal dari-Nya, melainkan hidup kekal bersama Dia dalam kemuliaan.

Sebagaimana mengenai Kebangkitan Kristus itu dapat kita yakini kebenarannya hanya berdasarkan iman, demikian juga mengenai kebenaran dari semua maknanya bagi kita, juga hanya dapat kita yakini berdasarkan kepercayaan saja. Oleh sebab itu, pertanyaannya ialah, mau dan dapatkah kita menempatkan dan memperlakukan iman di atas segala-galanya?

Maka kata-Nya kepada perempuan itu, “Hai, anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” —Lukas 8:48

MERAYAKAN HARI KEMENANGAN atas KEBANGKITAN

Selamat MERAYAKAN HARI KEMENANGAN atas KEBANGKITAN Kristus Yesus anak Allah Yang Tunggal yang duduk dan Bertahta di dalam Kerajaan Surga !!!

Kiranya Kasih Karunia-Nya selalu Baru melimpahi Kita Untuk sekarang dan selama-lamanya !!

"Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia." (Roma 6:9).

"Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah." (Roma 6:10).

"Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus." (Roma 6:11).

"Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya." (Roma 6:12).

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia." (Roma 6:14).

Kasih Allah Melingkupi saya !
Lingkupi saya selama-lamanya !
Karena kasihnya ku tak takud Juga !
Sebab Tuhan Allah slalu Tolong saya !

Ku tak dapat Hidup tanpa KASIH
Kasih YESUS mengangkat aku !
Melindungi aku .., Menyenangkanku ..
Halleluyah !!

Melayani Tuhan dan sesama LEBIH SUNGGUH !!!

Hidup dengan semangat kebangkitan

Pada awal pagi pada hari Ahad, beberapa pengikut Yesus telah pergi ke tempat Dia dikuburkan. Mereka begitu terkejut bahawa batu yang menutup kuburNya sudah terbuka. Dan ini agak menakutkan tetapi malaikat Tuhan berkata kepada mereka: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring(Mat 28:5-6).
Peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus telah terjadi lebih daripada dua ribu tahun yang lalu. Apakah maknanya kepada kita pada hari ini? Sesungguhnya, peristiwa ini sungguh-sungguh bermakna bagi kita, kerana ini memberi kita pengajaran yang jelas sekali bahawa kematian bukanlah titik nota kehidupan. Tetapi sebaliknya ada sambungan kehidupan selepas kita meninggalkan bumi yang bertuah ini! Jadi, apa yang penting bagi kita ialah hidup dengan semangat kebangkitan setiap hari. Bagaimana?

Satu, dengan mengimani Tuhan sepenuh hati kita dan menyembahNya setiap hari. Ini bererti kita taat dan tabah berdoa setiap hari. Kedua, kita berusaha sedaya upaya untuk mengikuti segala pengajaran Tuhan terutama sekali perintahNya untuk mengasihiNya sepenuh hati dan mengasihi sesama manusia seperti kita mengasihi diri sendiri. Ini bererti mengasihi semua manusia tanpa mengira warna kulit, kedudukan, bangsa dan agama. Ketiga, sentiasa melakukan yang terbaik untuk Tuhan dan untuk sesama manusia. Ini termasuklah melakukan kebajikan atau bantuan kepada orang yang miskin dan susah. Keempat, sentiasa menolak dan menjauhikan segala jenis kejahatan dan dosa. Ini juga melibatkan kita hidup aman dan damai dengan sesama manusia tanpa permusuhan dan kebencian. Kelima, menghargai dan menghormati kehidupan yang diberi oleh Tuhan. Dan ini juga termasuklah kehidupan orang lain dan segala hidupan ciptaan Tuhan yang Maha Esa.

Saudara dan saudari, marilah kita hidup dengan semangat kebangkitan setiap hari tanpa terlalu risau dan bimbang tentang hal-hal dunaiawi. Tetapi kita sentiasa pastikan bahawa Tuhan adalah yang pertama dan yang terpenting sekali didalam kehidupan kita setiap hari. Amin.

Friday, 6 April 2012

SEVEN LAST WORDS FROM THE CROSS

‎"Sudah Selesai"

Sesudah itu kerana Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai. berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--: "Aku haus!" Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia:"Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:28-30)

Ada orang yang mampu membayangkan kekuatan-kekuatan setan berkerumun di keriangan tak terkendali siap menyerbu saat maut datang menjemput di detik terakhir kehidupan.

"Sudah selesai," demikianlah pesan yang datang, dan mereka semua terlalu cepat meledak dalam semarak kemenangan, percaya bahwa telah berhasil mengalahkan pemberian terbaik yang telah diberikan Allah. Tapi ini hanyalah masalah waktu sampai tiba saatnya kesenangan mereka berubah menjadi kekalahan, kerana Yesus tidak berkata, "saya" selesai (habis), melainkan "telah" selesai. Bagi-Nya bukanlah tangis kehancuran melainkan suatu kemenangan kerana Dia membawa titik akhir bagi pencarian manusia yang tak berkesudahan atas penyelamatan, dan kebebasan dari pengadilan tanpa akhir. Kematian telah dikalahkan, sekarang dan selama-lamanya.

Dengarkan apa yang Yesus katakan sebelumnya tentang kejadian yang tak ada bandingannya ini: Bapa mengasihi Aku, oleh kerana Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya daripada-Ku, melainkannya Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. (Yohanes 10:17-18)...Dan apakah yang akan Kukatakan---'Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini'? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini (12:27)...Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar; dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati (12:31-33).

Kata-katanya "SUDAH SELESAI" bukan secara sederhana mengarah ke akhir suatu kehidupan melainkan ke akhir penghakiman. Perhitungan atas diri kita telah lunas selamanya.Tak ada yang perlu atau pun dapat ditambahkan untuk membuat pengampunan atas dosa-dosa lebih terlaksana. Sudah selesai.

Meskipun jauh dari jangkauan kita untuk memahami pengaruh silang antara cinta Tuhan dan penghakiman Tuhan yang berlangsung di kayu salib, beberapa hal tampak sebening kristal.

Pertama, tak akan ada salib bila tak ada cinta yang luar biasa. Kerana benarlah demikian maka kita mengenakan salib sebagai kalung, menghiasi rumah kita, dan gereja kitapun dihiasi lambang ini kerana mengingatkan kita atas anugerah cinta. Tak ada cinta yang mampu diberikan seorang manusia lebih besar daripada menyerahkan hidupnya bagi sahabatnya. Adalah suatu cinta yang luar biasa bahwa seorang Bapa mengorbankan PutraNya. Adalah demi cintaNya bagi kita maka sang Putra mengorbankan diri-Nya. Dan, demikianlah, secara ironis perangkat kematian berubah menjadi lambang cinta yang indah, yang selalu mengingatkan kita akan kasih sayang Tuhan bagi kita.

Kedua, tak akan ada penghakiman tanpa pengorbanan yang luar biasa. Lebih menyenangkan bila kita dapat memilih cara lainnya, yang secara fisik tidak terlalu brutal, secara emosional tidak terlalu tampak seperti bencana, secara spiritual tidak terlalu menghancurkan, tetapi memang tidak ada jalan lainnya.

ALLAH BAPA TIDAK AKAN MENGIJINKAN BILA PUTRA TUNGGAL-NYA DIKORBANKAN HANYA UNTUK MENDAPAT KEPUASAN SADISTIS. SEBALIKNYA, LANGIT MENJADI GELAP, BUMI BERGUNCANG, TIRAI BAIT ALLAH TERKOYAK DARI ATAS KE BAWAH, SEMUA MENUNJUKKAN DUKACITA ALLAH BAPA.(Tuhan sejak awal memulai misteri penebusan kita yang amat besar ini kerana memang tak ada cara lain yang dapat dilakukan-Nya untuk mengakhiri dosa kita dan mengakhiri kematian dan kuasa setan yang mengerikan secara terpisah sehingga tidak menghancurkan apa yang telah diciptakan dan dicintai-Nya.Tak ada cara lain untuk mengungkapkannya, "Sudah selesai."

Pada akhirnya, meskipun kita tidak dapat memahami dinamika penebusan yang begitu berharga ini, kita dapat mengetahui akibat-akibatnya. Yesus adalah pembawa damai, penebus bagi dosa-dosa kita. Belenggu kesalahan dipatahkan dan kita dibebaskan dari hukuman yang akan datang yang membayangi hidup kita akibat dari dosa.Semuanya telah dibayar lunas. Dia telah memberikan pengampunan tak habis-habisnya bagi kita, menghapus semua dosa yang telah kita perbuat.

Pada saat kebenaran ini meresap dalam hati dan pikiran kita, beban berat yang tak tertanggungkan diangkat dari bahu kita dan rasa kebebasan meliputi kita. Bebas dari rasa takut akan maut dan penghakiman, kita dikuatkan untuk mencintai Tuhan dari lubuk hati dan kebenaran yang paling mendalam. Kegembiraan yang diakibatkan penemuan baru atas hubungan dengan Allah melalui Kristus melanda hubungan kita dengan sesama manusia.membenarkan apa yang kita sekarang bernyanyi, "Akhirnya bebas, akhirnya bebas, terima kasih Allah yang Maha Kuasa, kami akhirnya bebas.!"

DOA:Yesus, di atas kayu salib Engkau tidak punya waktu atau pun kekuatan yang tersisa untuk merenungkan hidup-Mu, kerasulan-Mu, dan keajaiban-keajaiban. Penebusan yang harus Engkau jalani demi kami semua telah terpenuhi. Peperangan telah usai. Sebagai pengakuan akan kenyataan ini Engkau berkata, "Sudah selesai."

Yesus, Engkau menempatkan aku di sini dengan tujuan yang demikian juga. Bantu aku untuk memahami bagaimana agar dapat hidup sepantasnya sehingga saat hidupku di dunia telah usai, aku juga mampu berkata bahwa saya telah menyelesaikan pekerjaan yang untuk itu aku Kau utus. Bantulah aku untuk menikmati saat-saat yang Kau beri padaku, dan untuk menikmati keluarga dan kawan-kawan yang Kau bawa ke dalam hidupku. Kerana kami tak pernah tahu bila saatnya untuk meninggalkan dunia ini, Bantu kami untuk mengungkapkan terima kasih dan penghargaan setiap harinya atas segala sesuatu yang Kau berikan. Buanglah jauh-jauh gerutuan dan keluhan dari hidupku, dan sebagai gantinya isilah dengan kata-kata cinta dan ungkapan syukur. Bantu aku agar berserah padaMu dan kehendakMu, maka bila saat kematian tiba aku dapat mengucapkan kata-kata, "Sudah selesai" dengan penuh rasa syukur. Amin.

Cinta itu sama kuatnya dengan kematian kerana cinta Kristus adalah kematian yang melebihi kematian apapun.

ERTI UCAPAN TUHAN YESUS DI KAYU SALIB

Apa yang dianggap habis oleh manusia adalah satu permulaan dari tindakan Allah. Saat manusia mengalami kesulitan terbesar, saatnya pengharapan baru datang. Saat manusia mengalami kepedihan terberat, disitulah kemenangan hidup rohani datang.

Bagi manusia, setiap hari dimulai dari pagi, lalu siang dan diakhiri dengan malam yang gelap. Bagi Allah, setiap hari dimulai dari malam dan berakhir pada saat siang. Ertinya, Tuhan mulai akan bekerja dan campur tangan saat kita memasuki kegelapan dan kepedihan hidup yang terberat. Kerana sering manusia akan menyerah dan mengundang Tuhan sungguh2 saat memasuki kegelapan dan tak berdaya.

Di kayu salib, pada waktu jam 9 pagi dimana matahari mulai naik, Tuhan Yesus meminta pengampunan bagi manusia. Pada waktu jam 12siang, dimana matahari bersinar terik,Tuhan Yesus mengalami kegelapan yang terberat sehingga berseru "Allah-KU Allah-KU, mengapa Engkau meninggalkan Aku?". Pada waktu jam 3 petang dimana matahari mulai turun menuju gelap, Tuhan Yesus berseru dalam kemenangan 'SUDAH SELESAI!' Tuhan bekerja dengan kemenangan-Nya saat malam dan dalam kegelapan.

Jika Kristus tidak mengalami kesulitan dan malam yang paling gelap, maka tidak ada sinar cahaya yang boleh datang kepada-Nya. Jikalau Kristus tidak mengalami sengsara dan kematian, maka tidak ada kebangkitan yang datang kepada Dia. Jika Kristus tidak mengalami pencurahan darah dan menyerahan jiwa, maka tidak ada mahkota kemenangan atas kematian yang boleh diberikan kepada-Nya. Hanya sesudah Kristus berteriak : 'Eloi, Eloi, lama Sabakthani', barulah Ia boleh mengatakan : 'Tetelesthai! Sudah Selesai!'

Istilah “Via Dolorosa”

Berasal dari bahasa latian yang berarti “Jalan Penderitaan”. Via Dolorosa adalah sebutan untuk jalan yang dilalui Yesus di Kota Yerusalem menuju penyalibanNya Pada abad ke 8, dibuat 14 perhentian di sepanjang rute Via Dolorosa tersebut, mulai dari Lion’s Gate sampai ke Gereja Makam Kudus. Tempat-tempat perhentian itu dibuat untuk mengingat kejadian-kejadian penting yang dialami Tuhan Yesus sepanjang perjalananNya menuju Bukit Golgota. Dari keempat belas tempat perhentian yang dibuat, memang tidak semuanya sesuai dengan apa yang dituliskan dalam Alkitab, beberapa diantaranya berhubungan dengan tradisi dan tidak dituliskan dalam Alkitab
Perhentian 1, di mana Tuhan Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus (Mark 15:15)
Perhentian 2, di mana Tuhan Yesus mulai memikul salib (Mark 15:20b)
Perhentian 3, di mana Tuhan Yesus jatuh pertama kali
Perhentian 4, di mana Tuhan Yesus berjumpa dengan ibuNya
Perhentian 5, di mana Simon dari Kirene memikul salib Yesus (Mark 15:21)
Perhentian 6, di mana seorang wanita mengusap wajah Tuhan Yesus
Perhentian 7, di mana Tuhan Yesus jatuh kedua kali
Perhentian 8, di mana Tuhan Yesus menghibur wanita Yerusalem (Luk 23:27-29)
Perhentian 9, di mana Tuhan Yesus terjatuh untuk ketiga kalinya
Perhentian 10, di mana pakaian Tuhan Yesus ditanggalkan (Mark 15:24b) “kalvari atau Golgota atau Bukit tengkorak”
Perhentian 11, di mana Tuhan Yesus dipakukan di kayu salib (Yoh 19:18-19)
Perhentian 12, di mana Tuhan Yesus meninggal (Mat 27:45-51)
Perhentian 13, di mana Tuhan Yesus diturunkan dari salib (Luk 23:50-53)
Perhentian 14, di mana Tuhan Yesus dikuburkan di makam Yusuf Arimatea
(Yoh 19:41-42)

Peristiwa tentang kematian Yesus di kayu salib

Tuhan, ampunilah segala dosa kami... Kami sungguh bangga memilikimu, tanpaMu kami akan mati kerana dosa kami. KasihMu tiada tandinganNya..
Terdapat didalam empat kitab Injil yang ditulis oleh Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Menurut Taurat, jika sesuatu peristiwa yang terjadi melibatkan 2 atau 3 orang sebagai saksi, hal ini cukup meneguhkan kebenaran peristiwa tersebut (Ulangan 17:6-7). Oleh sebab saksi peristiwa ini melibatkan empat orang penulis, maka kesaksian tentang kematian Yesus Kristus adalah benar dan sah.
Terdapat bukti yang kukuh dalam kesaksian Yohanes, salah seorang pengikut Yesus dalam Yohanes 19:24-25. Yohanes memberikan kesaksian bahwa selepas Yesus disalibkan, “Tetapi salah seorang prajurit menusuk rusuk Yesus dengan tombak, dan pada ketika itu juga keluarlah darah dan air” Yohanes 19:34. Hal ini sungguh mengherankan Yohanes sehingga dia terdorong untuk menulis bahwa “… orang yang telah melihat kejadian ini memberikan kesaksiannya,supaya kamu pun percaya. Kesaksiannya benar dan diatahu bahwa apa yang dikatakannya benar” Yohanes 19:35.
Sekarang, para ahli sains dan doktor telah mendapati bahwa pengaliran darah dan air dari tubuh adalah akibat daripada penyaliban dan jantung yang hancur. Ketika Yohanes mencatat hal ini, dia tidak faham akanimplikasinya tetapi sekarang, melalui kajian sains, kita telah mengetahui bahwa peristiwa itu adalah bukti kukuh bahwa Yesus benar-benar mati di kayu salib.
Sekiranya bukan Yesus yang disalibkan, tidak mungkin orang itu dapat mengeluarkan kata-kata yang penuh dengan kasih sayang seperti sifat semula jadi Yesus, misalnya dalam Lukas 23:34 Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka! Mereka tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh mereka” dan perkataan “Sudah selesai”. Semua ini membuktikan bahwa yang telah mati di kayu salib itu bukan orang lain, melainkan Yesus Kristus sendiri.
Kesaksian tambahan yang lain adalah sewaktu kepala prajurit mengesahkan bahwa Yesus sudah mati. Selepas itu, Yusuf dari Arimatea datang kepada Pontius Pilatus untuk meminta jenazah Yesus supaya dikebumikan. Permintaannya telah diluluskan. Sekiranya yang diturunkan dari kayu salib itu bukan Yesus, sudah tentu Yusuf enggan mengambilnya atau memberikan keterangan tentang kematian Yesus.
Bukti lain adalah orang Yahudi yang meminta kepada Pontius Pilatus agar kubur Yesus dijaga. Permintaan mereka dikabulkan. Seandainya yang dikebumikan itu bukanYesus, sudah tentu orang Yahudi tidak mau menjaga kubur itu. Hal ini berlaku karena Yesus pernah berkata bahwa pada hari ketiga, Dia akan bangkit kembali dari antara orang mati.
Peristiwa penyaliban Yesus telah dinubuatkan oleh para nabi beratus-ratus tahun sebelum nubuat itu menjadi kenyataan. Hal itu merupakan satu peristiwa nyata yang telah terjadi dalam sejarah manusia. Misalnya, Raja Daud dalam Mazmur 22 telah bernubuat tentang:
1. Seruan Yesus kepada Allah. Mazmur 22:2 banding Matius 27:46
2. Ejekan para penonton. Mazmur 22:9 banding Matius 27:43
3. Pakaian Yesus. Mazmur 22:19 banding Yohanes 19:24
Nabi Yesaya bukan saja bernubuat tentang penyaliban Yesus tetapi juga memberikan sebab-sebab mengapa hal itu terjadi. Yesus sendiri mengesahkan nubuat Nabi Yesaya dengan ucapan-Nya sendiri yang terdapat dalamLukas 22:37 (37) Sebab Akuberkata kepada kamu, bahwa nas Kitab Suci ini harus digenapi pada-Ku: Ia akan terhitung di antara pemberontak-pemberontak.Sebab apa yang tertulis tentang Aku sedang digenapi.

Yesaya 53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita , dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

3.3.3.3

33 Tahun Aku menyiapkan diri-KU untuk korban bagi dunia
3 tahun Aku menyampaikan berita "SUKACITA"
30 keping perak Aku di hianati
3 Km Aku memikul SALIB
3 Jam Aku tergantung di kayu SALIB
3 Paku di tancapkan ditangan dan kaki-KU untuk menebus dosa-mu
Lebih dari 3 Liter "DARAH-KU" tercurah bagi-MU
3 hari Aku berada dalam kubur
3 hari pula aku bangkit mengalahkan neraka , kuburan dan kematian supaya kamu hidup
3 kata yang ingin Aku sampaikan "AKU MENGASIHI KAMU" walaupun kamu menyangkal Aku 3x
Punggung-Mu penuh luka berdarah... tercabik cambuk berduri... wajah-Mu hancur tak berbentuk rupa... darah tercurah dikepala-Mu oleh tancap mahkota duri.... Engkau dicaci.. diejek.. dihujat.. dihina.. seakan diri-Mu tak berharga... tapi Engkau masih berdoa dan berkata : " Ya Bapa ampunilah mereka.. sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat..." Oh.. betapa mulia hati-Mu.....