Tuesday, 10 April 2012

Melakukan kebaikan tetapi....

Didalam Injil Matius tercatat: "Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat. Maka takjublah sekalian orang banyak itu, katanya: "Ia ini agaknya Anak Daud. Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: "Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan"(Mat.12:22-24).

Orang-orang yang melihat Yesus menyembuhkan banyak orang yang mengalami berbagai-bagai penyakit merasa takjub dengan kebolehan Yesus memberi penyembuhan. Tetapi didalam masa yang sama, mereka ragu-ragu dengan asal-usul Yesus. Sementara itu, para orang Farisi bukan pula memuji dan mengakui kebolehan Yesus memberi penyembuhan tetapi sebaliknya mereka membuat tuduhan yang buruk dan jahat sekali kepada Yesus. Kenapa mereka berbuat demikian? Mungkin mereka ada alasan yang tersendiri tetapi apa yang jelas ialah mereka "iri hati dan cemburu dengan kebolehan Yesus menyembuhkan orang yang berpenyakit! Lalu, mereka memburuk-burukkan Yesus supaya Dia tidak diterima dan tidak dihormati oleh orang. Inilah motif utama mereka mengaitkan Yesus dengan Beelzebul, penghulu setan. Aneh yaaa......Yesus buat kebaikan pun dikeji dan dihina!

Apakah anda pernah mengalami perkara seperti yang dialami oleh Yesus? Anda buat sesuatu yang baik dan mulia tetapi dipandang buruk pula oleh orang lain. Anda iklas memberi bantuan tetapi disalah-faham oleh orang pula. Anda berbuat baik, tetapi bukan pula mendapat pujian sebaliknya mendapat kejian dan dilemparkan dengan perbagai kata-kata kesat dan makian. Dan.....pengalaman seperti ini boleh melemahkan semangat kita untuk tidak melakukan kebaikan lagi. Atau terus berhenti daripada melakukan kerja-kerja amal.

Sesungguhnya, saudara dan saudari, jika kita mengalami pengalaman yang pahit semasa membantu orang, janganlah tawar hati. Teruskanlah perbuatan yang baik. Biarlah kerja-kerja kita yang baik tidak mendapat apa-apa penghargaan dan pujian; Biarlah ada orang yang memandang rendah dan memburuk-burukkan perbuatan kita yang baik. Kerana apa yang penting ialah memberi bantuan dan pertolongan dengan iklas dan baik. Seperti yang dikatakan oleh Alkitab, Memberi lebih diberkati daripada menerima. Lagi pun, setiap perbuatan yang baik, tidak akan dilupakan oleh Tuhan. Inilah yang paling penting. Biarlah kita tidak mendapat apa-apa dari orang semasa didunia ini. Yang pasti, suatu masa nanti Tuhan akan membalas perbuatan kita yang baik..Amin

Pintu sempit; pintu lebar.

Yesus memberi peringatan kepada para pengikutNya,"Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya"(Mat.7:13-14).

Pintu yang sesak bererti pintu kekudusan yang menuju kepada Kerajaan Surgiawi; pintu kepada Tuhan. Pintu ini dianggap kebanyakan orang sebagai jalan yang susah dan sering dilupakan atau diabaikan. Itulah sebabnya banyak orang lupa Tuhan kecuali apabila mereka menghadapi kesusahan, masalah dan sakit. Pada masa-masa seperti ini, mereka mencari dan memerlukan Tuhan. Kerana inginkan kesembuhan dan takut mati! Tetapi sebaik saja, mereka sembuh dan sihat, Tuhan dilupakan lagi dan pengajaran Tuhan juga diabaikan.

Memang banyak manusia tidak begitu suka menjadi kudus tetapi didalam masa yang sama mereka juga tidak mahu menjadi orang yang jahat sekali. Iman mereka ini bagaikan Hidup segan, mati tak mahu; Mau masuk surga juga tetapi tidak mau hidup sebagai orang-orang yang bakal memasuki Surga.

Sementara itu, banyak orang sukakan pintu yang lebar dan luas. Dan inilah jalan duniawi yang mengasikkan dan menyeronokkan. Meskipun jalan ini bukan menuju kepada Kerajaan Surgawi tetapi, banyak orang tergila-gilakan jalan ini. Mereka hidup dengan konsep duniawi yang mengutamakan keseronokan, kebendaan, wang, pesta, seks, arak, dan sebagainya yang dianggap seronok, sedap dan siok!

Saudara dan saudari, didalam kehidupan ini kita mesti mencari dan membuat keseimbangan didalam hidup. Pintu yang sempit tidak kita boleh tolak begitu saja dan pintu yang lebar pula tidak boleh kita terima bulat-bulat begitu saja. Kerana diantara dua pintu kehidupan ini iaitu pintu sempit dan pintu lebar, kita mesti mencari keseimbangan. Kerana kedua-duanya penting tetapi yang satu pintu iaitu pintu sempit, pintu kekudusan, pintu Tuhan haruslah kita mesti utamakan dan tempatkan yang pertama didalam hidup kita.

Sementara itu, pintu yang luas iaitu pintu dunaiwi, boleh juga kita gunakan. Tetapi kita mesti bersifat secara bijak dan dengan penuh berhati-hati. Janganlah kita agung-agungkan pintu ini, kerana semua yang berada didalam pintu ini adalah sementara sahaja dan akan sampai masanya kita akan tinggalkan semua perkara yang ada didalam pintu ini. Sebab itu, marilah kita pentingkan dan utamakan pintu yang sempit. Meskipun ianya susah tetapi ianya menuju kepada kebahagian dan kehidupan yang kekal bersama-sama dengan Tuhan. Dan janganlah kita terpedaya dengan pintu yang luas, lebar dan senang kerana jalan ini menuju kepada kesengsaraan abadi..

‎"Kalau sudah selamat tetap selamat"

Keselamatan adalah anugarah yang dikerjakan Yesus di kayu salib ,orang selamat adalah orang orang yang sungguh (bukan bohong bohongan), menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat,tidak ada cara lain manusia selamat, ,Dia (Yesus) dikorbankan untuk manusia berdosa ,termasuk anda dan saya..
(Epesus 2:8-9:(8) Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
(9) itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

""Manusia kalau ada yang tidak pernah berbuat dosa,bisa selamat dengan sendirinya,pertanyaannya:Apa ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa???""

Orang yang sudah selamat adalah orang yang sungguh percaya dan tak akan murtad,karena TUhan Yesus yang didalam diri dia,dan orang itu didalam Tuhan Yesus,dan Tuhan tahu itu,dan makanya dia sudah dimeteraikan dengan Roh Kudus pada saat dia percaya... dan tidak akan dicabut dan tercabut oleh kuasa apapun juga,kecuali kalau ada yang lebih besar dari Yesus?????.tolong kasih tahu saya kalau ada,ya..

""Yoh 17:(21) supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
(22) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
(23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

""Epesus 1:13) Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
(14) Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

‎"Penilaian"

Kekadang kita dinilai oleh orang sekeliling kita dengan melihat perbuatan kita, dengan melihat tingkah laku kita, perangai kita... jika kita menjadi saksi KRISTUS atau suatu keistimewaan yang ada pada kita, kita tidak akan terlepas dari penilaian itu... seolah2 kita adalah artis yang tersohor di dunia...

Kekadang kita dilihat baik di mata mereka dan dicaci apabila mereka mengetahui hal sebenar dalam masalah rumahtangga, perangai ibubapa kita, perangai kita berdepan dengan musuh-musuh kita yang tidak kita kasihi... mengetahui yang kita hidup berpura-pura di depan mereka seperti malaikat terang di depan mereka tetapi menjadi malaikat kegelapan di belakang mereka... mengetahui kita sering melakukan dosa juga walaupun sering mengaktifkan diri dalam gereja...

Kekadang kita dicaci apabila kita berbuat baik dan mereka dapati kita telah melakukan dosa dan kesalahan dibelakang hari tetapi mereka meninggikan dan mengagung-agungkan orang jahat yang telah berubah menjadi baik...

Kekadang kita juga menilai diri kita lebih baik daripada orang lain, adik beradik, saudara mara, sahabat handai, jiran-jiran kita,...

Kekadang kita juga menilai anak-anak kita yang mana lebih baik...
kekadang kita juga menilai pasangan yang bakal menjadi teman hidup kita...

Penilaian-penilaian semua ini adalah sama seperti orang-orang Farisi dan orang-orang Yahudi yang mahu menilai siapakah YESUS pada masa itu... dan kita mengalaminya setiap masa...

Jika kita merenungkan kisah hidup KRISTUS, masa kecilNYA, DIA mewartakan khabar gembira kepada semua manusia... dan DIA tidak mengendahkan perihal ibubapaNYA iaitu MARIA dan JOSEPH untuk mengkhabarkan berita baik kepada semua. Tiada yang membatasinya, menghalangnya. Dan DIA melakukan semua perbuatan yang baik walaupun ada orang yang tidak menyukai caraNYA tetapi KRISTUS tetap melakukanNYA sebab DIA diutus oleh BAPA ke dunia dan telah diciptakan oleh BAPA untuk menjadi manusia, dikandungkan oleh ROH KUDUS dan dilahirkan oleh PERAWAN MARIA...

Sama seperti kita. Kita juga diutus oleh TUHAN, dan diciptakan olehNYA ke dunia ini... Oleh itu janganlah takut untuk menjadi diri sendiri... Janganlah takut akan penilaian manusia sebab mereka tidak menjanjikan kehidupan kekal dan jauhilah diri daripada bersandar pada manusia. Berbaliklah dan bersandarlah pada TUHAN.

Kita semua adalah pendosa, kamu dan saya... Mengapa penilaian-penilaian ini wujud sehinggakan kita membuat jurang di antara kita? Bukankah lebih baik membina ikatan cinta kasih di antara kita? Oleh itu lihatlah ikatan cinta kasih sesama kita seperti KRISTUS menjalinkan ikatan cinta kasih kepada kita semua. Sandarkan diri pada cinta kasih KRISTUS. DIA tidak menilai kita melalui apa yang kita nilaikan kepada sesama tetapi DIA menilai kita melalui CINTA KASIHNYA yang luarbiasa.

‘Dibabtis’

Kolose 2:12 “karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.”

‘Dibabtis’ artinya ‘dimasukkan ke dalam’ atau ‘dihisap ke dalam’ atau ‘ditenggelamkan ke dalam’

Segera setelah seseorang percaya bahwa Yesus adalah Juruslamat dan Tuhannya, dia di masukkan ke dalam persekutuan dengan Kristus.
Jadi, dia dipandang oleh Tuhan telah ikut dalam penyaliban Yesus, kematian-Nya, kepergian-Nya ke dalam Maut, dan kebangkitan-Nya.
Artinya (1), dia telah disalibkan dan mati untuk menerima hukuman atas dosa-dosanya bersama penyaliban dan kematian Yesus.

Artinya (2), Si Manusia Lama itu (yaitu roh perbudakan itu, roh yang mati itu, yang najis itu, yang diwarisinya dari Adam melalui orangtuanya) sudah pergi ke alam maut bersama kepergian Yesus ke sana dan dibinasakan di sana.
Itu adalah BABTISAN-KEMATIAN orang-orang yang percaya pada Yesus.

Artinya (3), dia telah dibangkitkan bersama kebangkitan Yesus
Dia dianugerahi roh yang baru, yang suci, yang berasal dari Roh Kudus.
Itu sering disebut peristiwa kelahiran baru.
Dia menjadi ciptaan yang baru.
Yang lama (Si Manusia Lama itu) sudah berlalu, sudah tamat riwayatnya di Neraka.
Yang baru (roh yang baru, yang suci, yang berasal dari Roh Kudus) sudah datang.

Hanya Alkitab yang memberitahukan kebenaran di atas kepada kita, sebab hanya Alkitab firman Tuhan.
Terpujilah kasih karunia Tuhan yang berkenan mengaruniakan roh yang baru kepada kita yang percaya, sehingga kita bisa menaati-Nya dengan bebas, sebab kita bukan lagi budak dosa..

Saudara-saudari seiman.Pada Sabtu suci kita telah memperbaharui janji2 baptis.Kita menyatakan kepercayaan dan kesanggupan iaitu dengan menyeru 'YA KAMI PERCAYA'dan 'YA KAMI SANGGUP'.Tapi itu belum selesai kerna sekiranya iman kita tidak kuat kita pasti akan MENGKHIANATI DAN MENYAKITI YESUS seperti Yudas Iskariot.Ini kerna Kita menyebut perkataan sanggup dan percaya itu cuma sekadar satu perkara yang biasa.Sesungguhnya iman kita telah kita jual contohnya Kita meninggalkan Yesus,gereja katolik yang kudus dan dan semua segala sesuatu yang telah diajarkan oleh Yesus.Pasti kita sedih jika orang yang kita sayangi telah meninggalkan kita ianya sama juga seperti apa yang Yesus rasakan saat kita mengadai IMAN DAN KEPERCAYAAN Kita.Oleh itu jangan kita mengkhianati dan menyakiti Yesus.Percaya lah kepada Dia kerna Dialah Terang dunia,jalan kebenaran dan hidup.dan Tiada siapa yang dapat sampai kepada Bapa disyurga kalau Tidak melalui Yesus Kristus.Amen

Mati dan Bangkit

Yesus mati dan kemudian bangkit. Peristiwa ini memberi kita gambaran dan pengajaran yang jelas sekali bahawa hidup didunia ini ada akhirnya. Kita semua akan mati, tetapi kita tidak perlu bersedih kerana ada kebangkitan. Dan Yesus sudah membuktikannya dengan kebangkitanNya. Sebelum ini, Yesus pun pernah membangkitkan orang yang sudah mati iaitu Lazarus (Yoh.11:1-44).

Yesus berfirman: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.(Yoh.11:25-26).
Ini bererti hanya melalui belaskasihan dan cintakasih Tuhan Yesus maka seseorang itu akan dibangkitkan diakhir zaman. Sebab itu, marilah menjadi pengikut Tuhan Yesus yang baik dan setia. Kerana Dialah Penebus dan Penyelamat umat manusia yang diberikan oleh Allah Bapa di Surga.


Samada kita suka atau tidak, kematian memang menanti kita dan ianya akan datang pada waktu yang kita tidak duga. Tapi, apa yang penting ialah kita sentiasa bersedia untuk menghadapinya dengan mencintai Tuhan sepenuh hati kita dan sesama manusia. Disamping sentiasa melakukan yang baik dan menjauhkan apa juga perkara yang salah dan dosa. Dan jangan kita lupa setia dan tabah berdoa kepada Tuhan.

Berdoa bukan saja untuk menyembahNya, memujiNya, dan bersyukur kepadaNya tetapi juga memohon pengampunan diatas segala dosa-dosa kita dan memohon petunjuk daripadaNya supaya tidak jatuh kedalam jerat setan dan iblis yang sentiasa menarik dan mengoda kita untuk berdosa.

Saudara dan saudari, marilah kita sentiasa rajin berdoa agar kita sentiasa ingat kepada Tuhan dan sedar bahawa kita ini adalah manusia ciptaanNya, dan DIA adalah Tuhan Allah yang Maha Esa yang patut kita sembah dan puji melalui ibadat kita setiap hari. Jestru itu, marilah kita dengan tabah dan setia bertakwa kepadaNya.

Percaya meskipun....

Tomas iaitu salah seorang daripada pengikut Tuhan Yesus, tidak percaya dengan kawan-kawannya yang berkata, "Kami telah melihat Tuhan!" Ini bererti telah Tuhan Yesus telah bangkit daripada mati dan Ia hidup kembali. Walaupun cuba diyakinkan oleh mereka namun Tomas tidak percaya kecuali dia sendiri melihat dan bertemu dengan Tuhan Yesus. Syukurlah lapan hari selepas itu, Tuhan Yesus muncul didalam pertemuan mereka dan Dia berkata kepada murid yang meragui kebangkitaNya, Kerana engkua telah melihat Aku, maka engkau percaya. Tetapi berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:28-29).

Nah, mungkin kita juga banyak kali bersikap seperti Tomas didalam hal mempercayai kewujudan Tuhan: "Betulkah ni, ada Tuhan Allah? Betulkah Yesus itu Tuhan dan Penyelamat umat manusia?" Dan mungkin ada berbagai-bagai lagi macam persoalan kita untuk Tuhan terutama sekali bila kita mengalami kesusahan dan ada masalah. Kita meragui dan mempersoalkan cintakasihNya kepada kita. Tapi, apa pun persoalan kita TUHAN ITU TETAP TUHAN dan kita adalah manusia yang diciptaNya dan diberi kesempatan untuk menikmati kehidupan didalam dunia ini.

Kemudian selepas..... beberapa tahun mungkin selepas 70 tahun atau 80 tahun iaitu bila kita dah "tua dan nyayuk" kita akan pergi daripada dunia ini. Ya! Kita akan mati! Jadi, menyedari hakikat yang pasti akan terjadi didalam hidup kita, tak gunalah kita "bertengkar" dengan Tuhan. Kalau kita percaya kepadaNya, buat apa kita "mengingkari dan melawan" pengajaranNya. Ikut sajalah kalau mau selamat dan bahagia di dunia dan di akhirat nanti. Lagi pun, buat apa kita percaya kepada Tuhan kalau kita tidak mengikuti pengajaranNya? Lebih baik tak percaya! Habis cerita! Tapi, kita bilang kita percaya kepada Tuhan tapi hidup macam hantu! Bah! Jangan main-main bah didalam hal beriman kepada Tuhan. Kalau kita "main-main" nanti kita yang kena kasih "main-main" di neraka, baru tau!

Jadi, kalau kita percaya kepada Tuhan, janganlah main-main! Jadilah pengikutNya yang tetap dan setia. Dan, janganlah buat macam-macam yang jahat, C pendek kata janganlah buat hal yang tak baik semasa didunia ini. Nanti bila mati, kita tak dapat masuk Surga baru tau! Sebab itu, marilah kita mantapkan dan kuatkan iman kita kepada Tuhan meskipun kita tidak nampak Dia. Kerana apa yang penting sekali didalam hidup ialah kita PERCAYA KEPADA PENCIPTA IAITU TUHAN ALLAH SENDIRI. C pendek kata lagi, kita tetap percaya meskipun tidak pernah melihatNya dengan mata sendiri.

Sunday, 8 April 2012

Arti Paskah Bagi Saya

Dulu waktu saya masih dibangku sekolah, natal adalah hari raya yang paling saya suka karena dicampur dengan suasana tahun baru yang penuh hiasan-hiasan natal, santa claus, pohon natal dan perlengkapan perayaan lainnya. Dulu saya mengira natal ini adalah hari yang sangat istimewa (memang sangat istimewa), saya mengira natal ini adalah hari yang paling mengesankan diantara hari jumat agung, paskah, dan pentakosta.

Hari paskah adalah hari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus! Melewati hari demi hari ini saya merasa Tuhan Yesus tidak hanya bangkit dihari itu (maksudnya hari jaman dulu), namun sampai hari ini Dia bangkit bagi saya. Tanpa kebangkitanNya, saya tidak akan merasakan ada kekuatan yang lebih yang sangat menguatkan diri saya yang bersandar pada kekuatanNya, tanpa kebangkitanNya pasti saat ini saya akan merasa sia-sia jika saya ber-iman pada Tuhan yang mati. Namun Tuhan Yesus bangkit, hingga saya boleh merasakan kebangkitanNya itu dalam diri saya hingga pada akhirnya saya boleh bergembira karena saya memiliki iman yang tidak sia-sia, tapi iman kepada Tuhan yang hidup! Yang dimana tidak ada hal yang mustahil bagi Dia yang satu-satunya manusia yang bangkit dari antara orang mati.

Arti hari paskah yang terpenting bagi saya: Pengorbanan melalui darahNya yang kudus, saya menyadari kalau saya bukanlah manusia yang bebas, saya adalah tawanan iblis yang terus bekerja bagi iblis untuk berbuat dosa, tidak ada perbuatan baik yang bisa saya lakukan kecuali perbuatan baik itu adalah untuk diri saya sendiri atau untuk orang yang saya kasihi yang padahal berujung pada penderitaan ke diri sendiri, kalau cinta kasih yang saya berikan akhirnya mengecewakan bagi saya. Namun Tuhan mengorbankan AnakNya yang terkasih yang satu-satunya untuk menebus kita dari tawanan iblis. PengorbananNya memberitau saya bahwa Dia telah membayar lunas kita untuk terpanggil keluar dari tawanan iblis, ini membuat saya sadar bahwa saya yang sebelumnya berada di posisi bekerja untuk iblis, sekarang harus berusaha melepaskan diri dari cengkraman iblis hingga berlari menuju kemuliaanNya, bersandar padaNya yang memberikan kekuatan untuk terus melangkah sesuai dengan titah-titahNya yang ditulis dalam Alkitab. PengorbananNya mengarahkan saya supaya tidak lagi berbuat baik untuk iblis, namun untuk melakukan perbuatan baik bagi kemuliaanNya yang menguduskan kita hingga kudus seperti Bapa disurga yang kudus.

Keunikan, hanya ada dalam Tuhan Yesus Kristus yang adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan, tidak ada yang lain selain Dia yang berkata “Tidak akan ada satu orang-pun yang akan sampai kepada Bapa kalau tidak melalui AKU.” Tuhan Yesus yang saat itu adalah 100% manusia, Dia adalah satu-satunya manusia didunia ini yang pernah hidup dan bangkit dengan sendirinya, tidak ada yang bisa bangkit seperti Dia karena Dia adalah 100% Tuhan yang berkuasa atas dunia beserta isinya, atas yang mati dan yang hidup.

Kedaulatan Tuhan Yesus Sang Juruselamat, Allah yang suci tidak berkompromi terhadap dosa apapun! Terlihat saat Tuhan Yesus disalib diatas kayu salib, saat Dia disalib Dia sedang menanggung semua dosa kita, sehingga Allah memalingkan mukaNya dari padaNya. Oleh karena itu sebenarnya kita adalah orang yang tidak bisa diselamatkan lagi kecuali dosa tersebut dihancurkan oleh Allah sendiri. Tuhan Yesus Kristus yang adalah Allah itu sendiri telah mengorbankan diriNya hingga mati dikayu salib untuk menanggung semua dosa kita, dan olehNya dosa kita telah dihancurkan.

KebangkitanNya dan kemenangan atas dosa, saya merasakan saat-saat untuk belajar taat pada kehendakNya, seringkali bukan kemudahan dalam dunia ini yang saya dapati, namun lebih banyak adalah keterjepitan / kesulitan melawan diri sendiri yang kulihat dan kudapati. Namun kebangkitanNya membuat saya yakin dan percaya untuk maju terus dan sebisa mungkin ingin bertindak apapun sesuai dengan kehendakNya, karena ada kemenangan lebih dalam semua itu. Saat Tuhan Yesus mati dari kayu salib, saya ber-imajinasi bahwa iblis sedang tertawa lebar-lebar menertawakan Tuhan karena dia merasa sudah menang. Namun karena kebangkitanNya maka menang-nya iblis menjadi menangis. Disini saya sangat menyadari, seringkali dalam hidup saya ini kita mungkin kita tidak akan mendapatkan dengan apa yang kita inginkan menurut natur dosa kita, karena kita memilih untuk berada dalam kehendakNya kita sering terjepit seakan kita yang kalah telak. Sama halnya dengan Tuhan Yesus yang saat itu terlihat seakan-akan Dia kalah telak, namun ternyata bangkit dan iblis dikalahkan, nah kita juga demikian kita tidak mendapatkan apa yang kita ingini karena itu tidak sesuai kehendakNya, idealnya tidak apa-apa karena kita berharap pada kemuliaan Tuhan yang suatu kali akan dimenangkan dan bangkit bersamaNya. Arti ini sangat penting bagi saya, saya yang masih muda ini sering tergoda dan untuk jatuh dalam godaan iblis. Namun oleh karena kebangkitanNya membuat saya tidak ingin menyerah begitu saja, karena ada kemenangan yang lebih kalau semuanya kita lakukan untuk kemuliaanNya.

Cinta yang tidak bersyarat, Dia tidak hanya memberikan hujan dan matahari untuk orang percaya saja. Saya pernah berpikir kalau sebenarnya saya sebagai manusia tidak akan kuat untuk mencintai seperti Tuhan yang tanpa syarat, ketika saya mencintai / mengasihi seseorang tentu saya ingin ada timbal balik dari kasih tersebut maka berarti ini adalah bukan cinta yang tanpa syarat. Dulu saya suka berpikir jika seorang memberikan suatu hadiah pada pacarnya, maka apakah itu cinta yang tanpa syarat sperti Tuhan? BELUM TENTU! Karena kalau kita perhatikan dengan jelih, maka sebenarnya ada keinginan dari pemberian cinta tersebut, ada yang mengharapkan timbal balik, dan ketika sebagai objek yang dicintai tidak berespon maka kecewalah si pemberi cinta. Disinilah perbedaan cinta Tuhan dengan cinta manusia, cinta Tuhan itu cinta agape artinya tetap mencintai meski objek tidak merespon. Manusia tidak akan bisa dengan kuat melaksanakan cinta ini, saya pribadi sebagai manusia merasakan sangat membutuhkan Tuhan untuk bisa menjalankan cinta agape yang indah ini. Oleh karena itu jika dulu saya ingin berbuat baik karena mengharapkan untuk kebaikan sendiri, sekarang saya ingin melaksanakan cinta itu karena Tuhan yang menginginkan saya untuk memancarkan cinta, sehingga jikalau tidak ada yang merespon itu tidak apa-apa, toh saya hanya ingin melakukannya untuk Tuhan..

CintaNya yang tidak berkesudahan, arti yang paling penting bagi saya adalah besar cintaNya yang tidak berkesudahan, saya membayangkan Bapa disurga sedang menunggu kita untuk kembali padaNya. Dia menunggu kita, Dia tidak peduli betapa jahatNya kita yang telah sering melukai hatiNya dan mempermalukanNya dengan perbuatan-perbuatan dosa kita yang merusak namaNya. Cinta Tuhan terus hadir dalam hidup saya, baik itu berupa hajaran sebagai Bapa maupun berupa hadiah dariNya sebagai Bapa. Saya menyadari bahwa sebenarnya Tuhan tidak membutuhkan saya, namun sayalah yang membutuhkan Dia, tanpaNya hancurlah arah hidupku, tapi cintaNya tidak melupakan saya yang membutuhkanNya, Dia terus membimbing dan mengarahkan saya kearah cahaya kemuliaanNya. Tuhan Yesus adalah gembalaku yang baik, baik hajaranNya maupun hadiah sukacitaNya didunia ini, aku percaya semuanya adalah untuk membawaku dalam kemuliaanNya supaya boleh serupa sepertiNya yang kudus.

Sekarang kita tidak sendirian lagi, jika kita didalamNya maka Tuhan ada didalam kita.
Ini adalah arti kebangkitanNya bagi saya, sekarang apa artinya bagi anda? Saya tidak tau…., mungkin sama, atau ada yang lain. Akan tetapi semoga cerita dari hati saya yang singkat ini dapat menguatkan bagi siapa saja yang membacanya.

HAL KEABADIAN

Alkitab tak pernah menjanjikan kehidupan orang percaya bebas dari kesedihan, kesulitan, atau kegagalan. Namun Alkitab berjanji bahwa mereka yang percaya kepada Kristus akan memiliki Sahabat dalam perjalanan yang membantu, mendorong, dan memberi kekuatan dalam segala hal yang terjadi dalam hidup mereka. Dia adalah pribadi yang pernah berjanji:
“Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata, “Tuhan adalah penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibrani 13:5-6).

Untuk memiliki keyakinan ini kita harus menjalani hidup. Dan itu adalah jawaban bagi pertanyaan dunia kita. Dialah perlindungan kita. Jika kita mengenal Kristus , izinkan Dia membangun harapan akan hadirat-Nya dalam pengalaman hidup kita. Jika kita belum percaya kepada Kristus, kita tahu bahwa dunia ini penuh dengan kesulitan dan kesengsaraan. Namun kita tak perlu menghadapainya sendirian. Yesus Kristus telah datang untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah dan untuk memberikan kepada kita hidup yang memiliki tujuan dan arti, baik sekarang dan selamanya.

Rasul Yohanes menulis:
“Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Dengan menerima kasih dan pengampunan Allah, kita akan memiliki hubungan yang baru dengan Kristus. Dia sungguh-sungguh Penolong dan Harapan yang kita butuhkan dalam hidup dan untuk kekekalan.

KUBUR KOSONG MEMBUKTIKAN DIA HIDUP.

‎"Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia (1 Korintus 15:54-58)."

Bersyukur dan bersyukurlah. Tuhan Yesus rela mati bagi dosa kita, dan pada hari ketiga bangkit dari kematian sebagai kemenangan mengalahkan maut, dan jaminan keselamatan bagi semua yang percaya. "KUBUR KOSONG MEMBUKTIKAN DIA HIDUP."