Wednesday, 18 April 2012

Adakah Tempat di Hatimu untuk Berbuat Kasih?

Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan... (1Tim 6: 11). Itulah pesan Rasul Paulus kepada Timotius yang sungguh menarik tapi menantang. Sambil merenungkan kata-kata di atas timbullah beberapa pertanyaan dalam benakku. Mengapa Paulus meninggalkan pesan seperti itu kepada Timotius? Apakah Paulus hanya mau mengingatkan Timotius untuk menjaga imannya atau perbuatan apakah yang telah Timotius lakukan?

Nasihat Paulus kepada Timotius merupakan suatu perhatian yang penuh dengan perasaan dan emosi yang mendalam. Paulus tidak mau supaya sahabatnya, Timotius, terjebak oleh hasrat dan keinginan duniawi. Sebagai seorang sahabat dalam Kristus, Paulus mengajak Timotius untuk memelihara nilai-nilai hakiki yang mana bisa membimbingnya untuk hidup dalam dan seperti Kristus.

Mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kesabaran dan kelembutan pada dasarnya memiliki unsur perjuangan menuju kehabagiaan dan kekudusan dalam hidup serta keharmonisan dan kepedulian dalam hidup bermasyarakat. Namun demikian terkadang dalam hidup keseharian kita, kita sering berhadapan dengan situasi di mana kepribadian kita dicoba dan hati nurani kita diuji.

Pertanyaannya: Adakah tempat di hati kita untuk orang-orang miskin seperti Lazarus yang dilukiskan dalam Injil Lukas 16: 19-31? Adakah kesabaran dalam mendengarkan keluh kesah sesama kita? Di tengah kebisingan hidup, adakah sedetik mungkin untuk merenungkan Kasih Tuhan lewat doa?

Semua pertanyaan ini sering menghantui kita tatkala kita berada dalam persimpangan kehidupan yang tidak menentu. Keputusan kita lalu dipengaruhi oleh kebutuhan jasmani yang mana terkadang kita tidak menyadarinya. Kita memilih untuk congkak hati. Kita memilih untuk tidak melihat kenyataan yang sebenarnya. Namun demikian, tidak tertutup kemingkinan bagi kita untuk memilih jalur kasih. Tuhan selalu menyertai kita kemanapun kita pergi dan di manapun kita berada. Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan. KasihNya selalu terbuka bagi kita. Yang terpenting adalah bahwa kita memiliki hasrat dan keinginan untuk kembali kepada cintaNya di saat kita menyadari bahwa drama kehidupan yang telah kita lakonkan, serupa dengan sikap orang kaya yang dikisahkan dalam Injil Lukas di atas.

Ajakan Paulus terhadap Timotius untuk memprioritaskan kehendak Tuhan adalah ajakan bagi kita semua untuk hidup di dalam Cinta Tuhan dalam bentuk memperjuangkan keadilan, membangun kehidupan rohani, menjaga kesetiaan dalam persahabatan dengan Tuhan dan sesama, meningkatkan rasa kesabaran serta mecairkan kebekuan hati kita dalam sikap kelembutan terhadap orang ysng membutuhkan.

Tujuan dari semuanya ini adalah untuk menghindari sikap acuh tak acuh. Dengan demikian kita bisa mengatakan: I am experiencing living in heaven before I reach it.
BEBAS DARI BELENGGU KEMARAHAN & KEBENCIAN
Tidak seorangpun akan memiliki kebahagiaan dan suka cita dalam hidupnya
Apabila dalam hidupnya masih menyimpan kekecewaan, amarah, dan kebencian
Dimana kebencian akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan gelisah dengan mengampuni kita menjadi tidak terbeban dan hidup kita terasa ringan.
“Segala kepahitan,kegeraman, pertikaian, fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan’
(Efesus 4:31)

MERDEKA DARI PERBUATAN DOSA
Dengan mengampuni kita terbebas dari keinginan untuk balas dendam, dimana perbuatan balas dendam adalah perbuatan yang menjerumuskan kita untuk berbuat jahat dan dosa baik dalam pikiran atau melalui tindakan yang kita lakukan.
“Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah,itu hanya membawa pada kejahatan”
(Mazmur 37:8)

MEMBEBASKAN HIDUP KITA DARI SAKIT PENYAKIT AKIBAT AKAR PAHIT

Jika hati dan pikiran kita dipenuhi oleh kekecewaan, kemarahan dan kebencian akan menimbulkan gangguan kesehatan baik secara jasmani maupun secara rohani sehingga kita menjadi rentan terhadap serangan sakit penyakit.
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”
(Amsal 17:22)

DOA KITA TIDAK TERHALANG

Selama kita hidup dalam kemarahan dan kebencian itu sama artinya kita sedang membangun tembok pemisah antara diri kita dengan TUHAN.
“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa ,ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang , supaya juga BAPAmu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu”
(Markus 11:25)

MEMBERI KESEMPATAN BERTOBAT

Pengampunan yang kita berikan akan membuka kesempatan bagi orang yang menyakiti kita untuk mengenal kasih dan pengampunan TUHAN melalui tindakan yang kita lakukan.
“Anak-anakKU marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah , tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran”
(1 Yohanes 3:18)

DOSA DAN PELANGGARAN KITA JUGA AKAN DIAMPUNI

Jika kita mau mengampuni terhadap orang yang telah mengakiti kita maka ALLAH BAPA juga akan mengampuni dosa dan pelanggaran kita dan sebaliknya
“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang , Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga’
(Matius 6:14)

‎-SIAPAKAH YANG HARUS DIPERSALAHKAN?-

"Akulah yang menanggung dia;
engkau boleh menuntut dia dari padaku;jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu,maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya."
(kejadian 43:9)

salah satu perkara yg sukar dipelajari adalah mengaku kesalahan dan berkata,"saya bersalah." mengapa?
Kejadian ini tdk selalu disebabkan oleh kita yg sengaja tdk jujur.penyebab utama adalah kita mudah melihat suatu kejadian menurut sudut pandangan kita sahaja.jika kita melihatnya dari sudut pandangan orang lain dengan tenang,kemungkinan ia akan kelihatan berbeza sekali.

Segala sesuatu ada dua sudut.kita tdk akan melihat kedua2 sudut tersebut sebelum kita berhenti menuduh serta mempersalahkan orang lain.sebaliknya,kita seharusnya mendengar dgn rendah hati apa yg dikatakan oleh org lain juga.jika kita hendak menyelesaikan pertelingkahan,maka
kita juga harus bersedia utk menanggung kesalahan tersebut.

-mari kita fikir brsama dgn soalan ini.,.dlm peribadi kita masing2...-
*mengapa terlalu sukar utk mdengar pandangan org lain?
*Bila masa yg sesuai utk menanggung kesalahan itu bersama?
*Apa yg harus kita lakukan jika orang lain tdk mengaku salah?

~Untuk menjadi benar,bersedialah utk mengaku kita bersalah.~

Tuesday, 17 April 2012

‎(APAKAH DOA MENGUBAH SESUATU ?)

Mereka mengatakan bahwa doa mengubah sesuatu, tetapi apakah doa SUNGGUH dapat mengubah segala sesuatu ?
Ya! DOA SUNGGUH DAPAT MENGUBAH SEGALA SESUATU!

Apakah doa dapat mengubah suatu keadaan secara tiba-tiba ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah caramu memandang situasi tersebut!

Apakah doa mengubah kondisi keuanganmu dimasa depan?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kepada siapa engkau berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari!

Apakah doa mengubah hati yang hancur atau tubuh yang rusak ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah sumber kekuatan dan sumber penghiburanmu!

Apakah doa mengubah apa yang kau butuhkan dan inginkan ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kebutuhanmu menjadi sesuai dengan keinginan Tuhan!

Apakah doa mengubah caramu melihat dunia?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah dengan mata siapa kau akan melihat dunia!

Apakah doa mengubah penyesalanmu di masa lalu?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah harapanmu di masa depan!

Apakah doa mengubah orang-orang disekitarmu ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubahmu-masalah tidak selalu terletak dalam diri orang-orang disekitarmu!

Apakah doa mengubah hidupmu dengan cara yang tidak dapat kau jelaskan?
Oh, ya, selalu! dan Doa akan benar- benar mengubah seluruh dirimu!

Apakah doa sungguh mengubah segala sesuatu ?
YA, doa sungguh mengubah segala sesuatu.

‎~ HIDUP BERKELIMPAHAN DALAM TUHAN ~

Shalom...

Apakah Anda ingin hidup berkelimpahan ?

Ada beberapa cara agar anda bisa hidup berkelimpahan. Berikut beberapa prinsipnya :

1. Hidup berkelimpahan harus dimulai dari jiwa dulu. Jika jiwa anda berkelimpahan, maka fisik akan mengikuti. Agar jiwa anda berkelimpahan, maka anda harus mendengar dan membaca firman, mengerti firman dan mengaplikasikannya. Sudahkah anda membaca firman setiap hari ? sudahkah anda mengerti dan mengaplikasikannya ? Bacalah alkitab, dan hidup di dalamnya, dan hidupmu akan beruntung.

2. Banyaklah berderma untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan. “Orang yang memberi kepada orang miskin dan menaruh belas kasihan, memiutangi Tuhan.”

3. Jika kamu kaya dan diberkait, janganlah kamu sombong, dan bilang : ini semua berkat AKU. Sebab, sebenarnya Tuhanlah yang memberikan kamu kuasa untuk mendapatkan berkat tersebut.

4. Tuhan ingin kita diberkati agar kita bisa menjadi berkat dalam hal pemberitaan injil.

5. Siapa menabur, dia akan menuai. Di dunia ada hukum pelipat gandaan, yaitu dibijinya. 1 biji gandum, akan berbuah ratusan hingga ribuan bulir gandum. Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit. Orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Ini berlaku untuk kebaikan atau kejahatan. Siapa menabur kebaikan, akan menuai banyak kebaikan. Siapa menabur kejahatan, akan menuai banyak kejahatan. Oleh karena itu, untuk semua yang kita hasilkan, alangkah baiknya sebagian kita tabur jadi perpuluhan, sebagian di tabur (menjadi biji) untuk pemberitaan injil.

6. Tuhan tidak merespon kebutuhan, tapi merespon iman.

7. Jangan menabur sembarangan. Jangan menabur ditempat yang banyak duri, tapi taburlah ditempat yang subur, yang banyak air. Taburlah di tempat dimana Tuhan mempercayainya : Gereja, lembaga pemberitaan injil, dll.

8. Taburlah dengan ketaatan. Jangan sampai menabur dengan motivasi salah : Ingin menjadi terkenal, dll.

9. Untuk menuai, setelah menabur, perlu WAKTU, IMAN dan KESABARAN. Jangan lepaskan kepercayaan, karena kurang tekun dan sabar, sebab BESAR upahnya.

10. Hati-hati tipu daya kekayaan. Ini bisa membuat kita tidak berbuah. Tipuan kekayaan : harta ini milik kita. Padahal, faktanya, kita hanyalah pengelola. Dunia dan segala isinya adalah seluruhnya kepunyaan Tuhan.

11. Pengutusan dan pemberitaan injil butuh biaya. Jika kita diberkati, itu bukan tanpa tujuan. Salah satu tujuannya adalah untuk pemberitaan Injil. Maka, ambillah bagian dalam pemberitaan Injil.

12. Janganlah mengumpulkan harta dibumi. Tapi, kumpulkanlah harta di surga. Karena dimana hartamu berada, disitu juga hatimu. Oleh karena itu, agar kita bisa hidup berkelimpahan, maka harus ada DOA dan KORBAN/SEDEKAH.

13. Jika memberi persembahan dan sedekah, berilah SEBELUM diberkati. Jangan memberi persembahan SETELAH diberkati. Sebab, persembahan itu akan ditolak. Kita tidak bisa “menyuap” Tuhan.

14. Jangan sampai kita jadi hamba uang, melainkan kita harus jadi Tuan dari uang.

15. Yang tidak bekerja, jangan makan. Namun, jangan sampai bekerja terus menerus, hingga keluarga dikorbankan. “Sebab, berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya. Dan sia-sialah membangun rumah, jika bukan Tuhan yang membangunnya. Sebab, Tuhan memberikan kepada orang yang dicintainya saat orang tersebut tidur. ”

16. Ada 3 jenis penyediaan / berkat Tuhan:

* Penyediaan pada masa perbudakan. Jika kita kerja keras, maka kita akan mendapat berkat.

* Penyediaan pada masa padang gurun. Kita memiliki kebebasan. Tapi, semuanya serba mepet dan pas-pasan. Tuhan hanya mencobai kita, apakah kita tetap setia apa tidak.

* Penyediaan di tanah perjanjian. Kita harus menabur, dan taburan kita akan diberkati Tuhan berlimpah-limpah.

17. Kenapa banyak orang suka uang ? Sebab, uang memungkinkan dan memudahkan orang untuk mendapatkan apa saja yang diinginkannya. Oleh karena itu, cinta akan uang, bisa menghancurkan kita. Maka, berdoalah : jangan minta kekayaan. Sebab, kekayaan itu godaannya begitu besar. Berdoalah agar kita dijadikan pengelola yang baik untuk semua yang sudah disediakan Tuhan, Maka Tuhan akan mendidik kita.

18. Kenapa orang kaya susah masuk kerajaan surga ? Salah satunya adalah karena orang kaya dihargai dan banyak orang menjilat dia. Jika orang kaya itu berbuat salah, orang enggan menegur dia. Ini yang bisa membuat orang kaya menganggap dirinya bijak dan menjadi sombong. Ini salah satu penyebab orang kaya susah masuk kerajaan surga.

19. Jangan berharap pada orang kaya dan manusia. Terkutuklah ! Berharaplah pada Tuhan saja.

20. Jika anda pernah bertanya : “Bolehkah saya berhutang?” , itu adalah pertanyaan yang salah. Sebab, jangan pernah berfikir kita akan berhutang. Tapi, pikirlah kita akan memberi pinjaman kepada orang lain. Ingat, yang berhutang akan menjadi budak orang yang menghutangi. Sebenarnya, tidak ada enaknya berhutang. Kita hanya mendapatkan sedikit kesenangan, karena kita memiliki hal yang sebenarnya belum waktunya kita miliki.

21. Pertanyaan yang benar adalah : Bagaimana caranya agar kita tidak berhutang. Cara untuk terlepas dari hutang :

- Sikap hati yang benar. Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali. Orang benar meminjam dan pasti membayarnya.

- Patahkan roh hutang dengan kuasa Allah.

- Tetap menabur meskipun kita di saat sulit dan berkekurangan.

22. Orang yang diberkati adalah salah satunya akan memberi pinjaman. Jika kita diberkati Tuhan, salah satu tugas kita adalah memberi pinjaman. Jika kamu meminjamkan, dan berharap dibalas, maka kamu tidak akan ada jasanya. Jika kita memberi pinjaman, janganlah berharap dibalas, terutama jika yang meminjam adalah untuk kebutuhan primer : sakit, makanan, dll. Jika tidak untuk kebutuhan primer, misal : beli mobil, perhiasan, maka klo kita sedang tidak sejahtera, jangan diberi pinjaman. Dan ingat, jangan jadi penanggung hutang orang lain.

Jadi, dari uraian diatas, maka anda tahu bahwa jika anda ingin hidup berkelimpahan di Surga dan di dunia, maka kita harus MENABUR. Kita harus menabur, terutama untuk pekerjaan Tuhan.

TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...

*Sepuluh Tips Untuk Menghadapi Kesulitan*

''Bersyukurlah kepada orang yang menyakiti Anda,
karena ia telah membentuk sikap hati Anda;

Bersyukurlah kepada orang yang menipu Anda,
Karena ia telah membuat Anda tambah bijaksana;

Bersyukurlah kepada orang yang mengkritik Anda,
karena ia telah membentuk kepribadian Anda;

Bersyukurlah Kepada orang yang telah mencabuk Anda,
Karena ia telah mengilhami untuk melawan;

Bersyukurlah kepada Orang yang meninggalkan Anda,
karena ia telah mengajarkan kemandirian kepada Anda

Bersyukurlah kepada orang yang membuat perjalanan Anda tersandung,
karena ia telah memperkuat kaki Anda;

Bersyukurlah kepada orang yang telah menuduh Anda ,
Karena ia mengingatkan Anda tentang kekurangan Anda;

Bersyukurlah kepada orang yang menentang Anda ,
karena ia mendorong Anda untuk membuat pertimbangan dengan hati-hati;

Berterimakasihlah kepada orang yang mengatakan yang sebenarnya kepada Anda,
Karena sesungguhnya merekalah teman Anda;

BERSYUKURLAH Kepada TUHAN Yang mengijinkan Anda menghadapi kesulitan ,
sehingga Anda dapat tumbuh lebih dewasa.Amin...!!

Dengan kumpulan Tips ini Semoga memberkati

TUHAN YESUS Mengasihi Anda selalu...

Jangan meniru tingkah laku dan kebiasaan dunia ini

Jangan meniru tingkah laku dan kebiasaan dunia ini, melainkan jadilah orang dengan kepribadian yang sama sekali baru dalam segala perbuatan dan pikiran, niscaya Saudara akan mengerti dari pengalaman sendiri bahwa jalan-jalan Allah itu sempurna dan sungguh-sungguh memuaskan Saudara.
( Roma 12:2;FAYH )

Pengaruh dunia ini tentunya juga sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Dengan perkembangan dunia ini yang semakin modern telah banyak merubah segala bidang kehidupan ini. Semuanya serba cepat, serba modern, sehingga manusia semakin dimanjakan dengan kemudahan-kemudahan dan kepraktisannya. Tetapi secara tidak langsung hal ini juga telah mempengaruhi pola pikir manusia. Secara bertahap pandangan yang bersifat rohani mulai diganti oleh pandangan yang bersifat ilmiah. Manusia mulai berfungsi tanpa memikirkan Allah, dan kebanyakan hidup dengan orientasi kepada yang sekuler. Sehingga segala sesuatunya hanya dinilai darui sudut apakah hal tersebut ilmiah atau tidak, Walaupun percaya kepada Allah tapi hanya sebatas di kepala saja, tapi cenderung bertindak sebagai orang sekuler dalam kegiatan kesehariannya.

Tentunya sistem dunia seperti ini bertentangan dengan sistem Kerajaan Allah. Sistem dunia yang menuntut manusia untuk percaya setelah melihat berbeda dengan sistem Kerajaan Allah yang menuntut manusia untuk percaya sebelum melihat. Hal inilah yang menyebabkan manusia sulit untuk memahami hal-hal yang bersifat rohani. Kesulitan memahami hal-hal rohani akan menyebabkan manusia sulit untuk mengalami berkat Allah dalam hidupnya ( 1 Korintus 2:12 ).

Firman Tuhan diatas mengatakan supaya kita tidak menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi kita harus memperbaharui dan membangun pemikiran kita supaya selaras dengan kebenaran Firman Allah.

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
( 1 korintus 2:14 )

Melihat dan Percaya

Yohanes 20

Murid-murid melihat dulu bukti peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus, baru mereka percaya. Kita tidak dapat lagi melihat bukti peristiwa kebangkitan, tetapi kita dituntut untuk beriman (percaya walaupun tidak melihat). Oleh karena itu, kita memerlukan pertolongan Roh Kudus.

Para murid tidak ingat bahwa Tuhan Yesus telah mengungkapkan dalam berbagai kesempatan bahwa Dia akan dibunuh, lalu dibangkitkan pada hari yang ketiga (Lihat Matius 16:21; 17:23; 20:19; Lukas 9:22; 18:33). Maria Magdalena, Petrus, dan Yohanes (murid yang dikasihi Yesus) tidak pernah menyangka bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit pada hari yang ketiga. Petrus dan Yohanes baru menjadi percaya setelah mereka melihat kain kapan dan kain peluh yang terdapat di dalam kubur Tuhan Yesus. Perhatikan bahwa kain kapan itu “terletak” di tanah (20:6), bukan “diletakkan” atau “dilipat”, sedangkan kain peluh itu tidak terletak (ditumpuk) di dekat kain kapan dan sudah “tergulung” (20:7, bukan “terlipat rapi”). Bayangkan bahwa apa yang dilihat oleh Petrus dan Yohanes itu adalah pemandangan yang terjadi karena tubuh Tuhan Yesus tiba-tiba lenyap. Posisi serta kondisi kain kapan dan kain peluh yang dilihat oleh Petrus dan Yohanes itu amat wajar dan tidak mungkin direkayasa sehingga tidak mengherankan bahwa Yohanes langsung menjadi percaya saat melihat pemandangan dalam kubur itu (20:8).

Kita yang hidup sekitar dua ribu tahun setelah peristiwa kebangkitan itu terjadi tidak mungkin lagi melihat kondisi kubur tempat tubuh Tuhan Yesus dibaringkan. Oleh karena itu, diperlukan iman untuk bisa mempercayai bahwa peristiwa kebangkitan itu benar! (Bandingkan dengan Ibrani 11:1). Apakah Anda percaya walaupun Anda tidak melihat?

Yohanes 20:29
Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Orang bebal!

Ada orang berfikir bahawa kerana begitu banyak kejahatan, kekejaman, ketidak-adilan, penipuan, pembunuhan dan berbagai-bagai lagi jenis penyakit yang terdapat didalam dunia ini maka mereka membuat kesimpulan bahawa Tuhan tidak ada! Mereka meragui kewujudan Tuhan. Kerana kata mereka, jika ada Tuhan kenapa begitu banyak kejahatan dan kesusahan didalam dunia ini? Kenapa Dia tidak menyelesaikan segala masalah dan melenyapkan semua kejahatan didunia ini? Kenapa?
Jangan salahkan Tuhan. Kerana Dia mengajar kita berbuat baik seperti saling mengasihi dan menjauhkan kejahatan dan dosa. Masalah dan kejahatan yang wujud didunia ini bukanlah diwujudkan oleh-Nya. Tetapi gara-gara manusia yang keras kepala dan tidak mengikut pengajaran Tuhan sepenuh hati.

Sesungguhnya, hal tidak percaya kepada Tuhan bukanlah suatu pendirian yang baru dibawah langit ini. Kerana sejak dulu memang ada saja manusia yang asyik mempersoalkan kewujudan Tuhan. Memang beginilah sikap manusia yang "pintar tapi bodoh." C pendek kata, orang bebal memang bersikap begini. Seperti yang dinyatakan didalam Alkitab: Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah!"(Mazmur 53:2a).

Nah! apa pun yang mempengaruhi dan menyebabkan kita meragui kewujudan Tuhan, janganlah terlalu emosi dan mengikut perasaan didalam hal ini. Kerana SIAPALAH KITA KALAU BUKAN TUHAN YANG MENCIPTA KITA? MASAKAN KITA HIDUP KERANA KITA MENCIPTA KEHIDUPAN KITA SENDIRI? Sebab itu, janganlah bersikap bodoh dan berlaku kasar kepada Tuhan. Sedarilah dan ingat-ingatlah bahawa kita bukan bertanduk didunia ini. Kerana kita akan mati suatu hari nanti dan bertemu dengan Pencipta kita. Sebab itu, janganlah kita layan perasaan yang meragui kewujudan Tuhan. Tetapi sebaliknya, marilah berdoa memohon kepada Tuhan supaya Dia mengampuni segala dosa kita dan menguatkan iman kita kepadaNya.

Pasangan dari Tuhan

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati, lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berjalannya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,” Hambaku, aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan ia menjawab, “Karena aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah kebenaran dan segala yang aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidak adilan dan ketidak benaran bagiku untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitive, namun engkau sendiri tidak….”

Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualiti yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan berasal dari tulang rusukmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu. Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadi kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikan seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”