Tuesday, 19 June 2012

"KALAHKAN SEMUANYA DENGAN CINTA"

Yesus memberikan firman yang menjadi tantangan yang tidak mudah bagi para murid-muridNya:" Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga pipi kirimu".Yesus melarang murid-muridNya mempraktekkan hukum balas dendam: mata ganti mata, gigi ganti gigi...dan menggantinya dengan hukum kasih (Mat 5:38-42)

Yesus sendiri telah memberikan teladan yang indah dalam mengampuni.Ia bersikap sabar, lemah lembut, rendah hati dan tulus mengamouni musuh musuhNya yang meghina, meludahi, menampar, mendera, menganiaya..bahkan yang menyalibkan Dia.Dari atas salib Yesus nberdoa bagi musuhmusuhNya:"Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"
Wow...sungguh suatu semangat pengampunan yang luar biasa dan tak tertandingi oleh siapapun juga.

Sebagai pengikutNya, kitapun hendaknya dengan tekun dan setia menghayati semangat Yesus:
Kalahkan kejahatan dengan kebaikan
Kalahkan kekerasan dengan kelembutan
Kalahkan kebencian dengan cinta kasih
Kalahkan kebohongan dengan kejujuran

Kebaikan, kelembutan, kasih dan kejujuran adalah cara kita menghayati hidup dengan sesama.Kejahatan tidak pernah menang oleh kasih..Kejahatan lama kelamaan akan luntur jika setiap kali dipenuhi dengan kasih.

Friday, 15 June 2012

"BUNGKUS atau ISI"

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda HANYA menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan mengabaikan ISI-nya.

Bedakanlah apa itu "BUNGKUS" nya dan apa itu "ISI"nya.

"Rumah yg Indah" itu hanyalah bungkusnya; "Keluarga Bahagia" itu isinya.

"Pesta Pernikahan" itu hanya bungkusnya; "Cinta Kasih, Pengertian, dan Tanggung Jawab" itu isinya.

"Ranjang Mewah" hanya bungkusnya; "Tidur Nyenyak" itu isinya.

Kekayaan itu hanya bungkusnya ; "Hati yg rindu utk selalu memberi" itu Isinya.

"Makan Enak" hanya bungkusnya; "Gizi, Energi, dan Sehat" itu isinya.

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya; "Kepribadian dan Hati yg Tulus" itu isinya.

"Bicara" itu hanya bungkusnya; "Kenyataan" itu isinya.

"Buku" hanya bungkusnya; "Pengetahuan" itu isinya.

"Jabatan" hanya bungkusnya; "Pengabdian dan Pelayanan " itu isinya.

"Beribadah / Beragama " itu hanya bungkusnya; "Melakukan Ajaran" Agama itulah isinya.

"Kharisma" hanya bungkusnya; "Karakter" itulah isinya.

UTAMAKANLAH ISINYA, namun Rawatlah Bungkusnya..!!!!

»» CERMIN DIRI ««

Renungan bersama ~ semua orang ada didepan. kita dapat melihatnya dengan jelas...terlebih lagi segala kekurangan pasangan kita dan juga orang2 disekitar kita kerna kita tidak dapat melihat kekurangan yang ada pada diri kita sendiri sekiranya kita asyik saja melihat kekurangan dan kelemahan sesama...maka inilah dikatakan EGOIS sehingga kita tidak dapat melihat mata hati kita yang penuh kelemahan dan kekurangan dalam diri kita juga.

Makanya cubalah kita cermin diri kita sendiri bahwa kita lebih banyak kekurangan dan kelemahan kalau dibandingkan orang yang kita hakimi. apa yang penting buka hati kita JANGAN malu dan ragu melihat siapa diri kita yang sebenarnya. disaat kita menyadari segalanya setelah melihat CERMIN itu kita mudah menerima diri kita seadanya SUPAYA kita TIDAK ASYIK melihat saja kekurangan dan kelemahan sesama kerna KITA dan MEREKA adalah SAMA....TIDAK ADA YANG SEMPURNA.

"BERDAMAILAH DENGAN SESAMAMU"

Injil: Mat.5:20-26

Banyak kali kita memaksa Tuhan untuk mengampuni kita, mendengarkan jeritan hati kita, serta mengabulkan permohohan dan doa kita, sementara hati kita tetap menyimpan dendam, benci, iri dan fitnah terhadap sesama kita. Banyak kali kita ingin agar Tuhan memperhatikan kita sementara kita tak pernah membuka mata terhadap derita sesama, mendengarkan kisah mereka serta memberi ruang di hati kita untuk mereka.

Syarat Tuhan sangat jelas pagi ini dalam Injil, jika engkau membawa persembahanmu tapi teringat ada sesuatu yang mengganjal di hatimu dengan sesamamu, pulanglah...berdamailah dengannya/mereka, kemudian datanglah dan ajukanlah persembahanmu kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjawab engkau.

Intinya, di hadapan-Nya, Tuhan selalu bertanya kepadamu, bagaimana relasimu dengan saudara/sesamamu sama seperti Ia pernah bertanya kepada Kain tentang Abel. Karena itu, air mata mohon ampun dan maaf di hadapan Tuhan hanya bisa melambung lurus ke hadirat-Nya jika engkau menyingkirkan segala sikap iri, dengki, dendam dan fitnah di hatimu terhadap saudara/sesamamu. Berdamailah dengan sesamamu maka Tuhan membiarkan Diri-Nya tinggal di dalam engkau dan engkau di dalam Dia.

HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS Renungan: "ASAH OTAK TATA HATIMU"

Injil: Yoh 19:31-37

Lalu dari luka yang ditikam si prajurit keluarlah "Air dan Darah." yang memberikan kehidupan dan keselamatan kepada manusia. "Air dan Darah" yang mengalir dari lambung Yesus kemudian dijelaskan oleh Sang Pemilik kepada sekretaris kerahiman Ilahi-Nya, Santa Faustina sebagai berikut: "Dari pakain-Nya yang terbuka di dada keluarlah dua sinar besar; yang satu berwarna merah dan yang satu lagi berwarna pucat. Yang pucat melambangkan "air yang menguduskan jiwa-jiwa. Yang merah melambangkan darah yang memberi hidup bagi dunia." Yesus lalu menambahkan, "dua sinar itu keluar dari kerahiman-Ku ketika Hati-Ku dibukan dengan tombak di salib."

Hari ini kita merayakan "Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus," yang kiranya menarik kembali kita semua untuk melihat dan merenungkan sejauh mana "air dan darah" Yesus telah membuat kita hidup menjadi kudus/suci di dunia ini. Jikalau Hati-Nya menjadi sumber kelembutan, cinta dan pengampunan, maka hendaklah kita pun menata hati kita untuk menyerupai hati-Nya, menjadi sumber cinta, hidup dan pengampunan bagi orang lain. Pertanyaan yang patut kita renungkan adalah "apakah kita pun telah menjadi "air dan darah" (fungsi pengudusan dan memberi hidup) kepada orang lain bila memang kita telah menerima cuma-cuma dari Sang Pemilik Hati dan Kehidupan?"

Pesan saya kepada sahabat-sahabat selalu sama untuk menggunakan otak dan hati kita sebagai pemberian istimewa dari Sang Ilahi, yakni; "Asahlah otakmu selalu tapi jangan lupa tata hatimu." Otak menunjukkan kepintaran dan kehebatan (kejeniusan Anda) kepada orang lain, tapi hendaklah semuanya dilakukan dengan penuh kerendahan hati (fungsi hati) sehingga kepintaranmu tidak menjadi ancaman bagi orang lain melainkan sebaliknya mejadi berkat bagi mereka yang membaca dan mendengarkan engkau setiap saat. Intinya, "asah otakmu tapi jangan lupa tata hatimu."

Memberikan Yang Terbaik

Ada cerita tentang seorang tukang yang sangat ahli membuat bangunan dan telah bekerja selama puluhan tahun disuatu perusahaan property, suatu hari ia meminta berhenti bekerja alias pensiun pada sang pemilik property di mana ia bekerja.

Pemilik perusahaan mengijinkan ia pensiun, namun si tukang diminta membuatkan sebuah rumah sebagai tugas terakhir. Si tukang yang sudah sangat ingin menikmati masa pensiunnya merasa ragu sebetulnya dan mau tidak mau dengan perasaan kurang senang akhirnya diterima juga tugas terakhir ini.

Ia memulai pekerjaannya tidak sepenuh hati. Ia tak sungguh2 memilih material yang terbaik maupun dalam pengerjaannya. Sehingga rumah yang dibangunnya itu tak memiliki kualitas terbaik yang sebenarnya dapat ia berikan.

Setelah rumah selesai dibangun, ia menyerahkan kuncinya pada pimpinannya.. Namun tanpa diduga ternyata rumah yang dibangun itu diserahkan baginya sebagai penghargaan atas pengabdiannya puluhan tahun ini. Betapa terkejutnya si tukang bercampur penyesalan, andai ia tau bahwa rumah itu untuknya pasti akan dibangun dengan cara yang berbeda dan sepenuh hati.

Kehidupan yang kita bangun setiap hari ibarat membangun rumah yang akan kita tempati kelak. Seharusnya kita membangunnya dengan memberikan yang terbaik dengan sepenuh hati. Terlebih lagi bahwa penikmat utama karya2 hidup kita adalah Tuhan. Oleh sebab itu Mari Capai Tujuan Akhir Dengan Pengabdian yang Terbaik Setiap Hari !!!

Ayat Renungan :: Kolose 3:23

AKU ADA UNTUK TUHAN DAN SESAMA

Pernahkah kita memikirkan dan merenungkan betapa mulianya Tuhan yang telah menciptakan tubuh kita dengan begitu sempurna? Dan tahukah kita apa sebenarnya tujuan Tuhan menciptakan kita? Tangan, kaki, mata, mulut, dan lain sebagainya. Sebenarnya semua ini untuk apa? Apakah hanya untuk membantu kita memenuhi kebutuhan sehari-hari atau ada fungsi lain selain hal tersebut?

Kita adalah ciptaan yang paling luhur yang pernah ada, namun kendatipun demikian kita tetap dan bahkan selalu tergantung kepada orang lain karena memang demikianlah kodrat kita sebagai manusia. Kita saling membutuhkan! Benarlah ungkapan asing yang mengatakan “no man is an island”

Mungkin di antara kita berkata: “bagaimana saya dapat membantu orang menuju kepada keselamatan sedangkan saya sendiri terlahir tidak sempurna?” mungkin Saudara cacat: bisu, tuli, buta, dan mungkin cacat fisik lain atau kita begitu sempurna secara fisik namun enggan bertindak karena menganggap tidak layak. Ungkapan-ungkapan demikian memang sangat manusiawi. Ya, memang kita selalu menganggap diri kita rendah di hadapan Tuhan; dan, memang begitulah seharusnya kita bersikap di hadapan Tuhan. Namun yang menjadi permenungan kita berikutnya adalah bagaimana kekurangan itu kita bawakan dalam hidup sehari-hari.

Injil hari ini membawa kita kepada permenungan tentang fungsi badan kita; tubuh yang telah dianugerahkan Tuhan; baik yang sempurna ataupun yang kurang sempurna hendaknya kita gunakan untuk keselamtan diri kita dan juga bagi orang lain sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan. Tuhan kita melalui Injilnya mengajak kita untuk menggunakan tubuh kita sebagai alat atau perpanjangan tangan Tuhan supaya semakin banyak orang diselamatkan. Dengan tegas, Injil hari ini mengatakan “Jika matamu menyesatkan… lebih baik mata itu dicongkel..lebih baik kamu masuk surga dengan… Keterbatasan dan kemampuan yang kita miliki hendaknya kita gunakan untuk membantu orang lain supaya semakin dekat dengan Tuhan bukan membuat orang lain semakin jauh dari Tuhan. Kalau memang anggota tubuh kita hanya kita gunakan untuk keuntungan pribadi hendaknya mulai saat ini kita merobah diri supaya dapat diterima Tuhan kelak.

Segala kebaikan yang pernah kita lakukan tidak akan pernah dilupakanTuhan dan akan tiba waktunya Dia memperhitungkannya bagi kita. Maka marilah kita hidup sebagai garam yang baik, yang menggarami kehidupan orang-orang di sekitar kita supaya kelak kita dapat berbahagia dengan-Nya. Mari menggunakan seluruh anugerah Tuhan yang telah kita terima demi kemuliaan-Nya dan keselamatan orang lain.

Doa

Ya Tuhan, kami sering menggunakan tubuh kami hanya untuk kesenangan kami sendiri, bahkan kami terkadang menggunakan kepintaran kami untuk memojokkan orang yang sederhana. Kami mohon semoga lewat sabda-Mu hari ini kami semakin mampu mewartakan kasih-Mu kepada sesama kami sehingga anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami sungguh berguna bagi keselamatan jiwa-jiwa dan demi kemuliaan-Mu.

KASIH KARUNIA, RAHMAT, DAN DAMAI SEJAHTERA

Kita pasti sering sekali mendengar ketiga kata tersebut. Kasih karunia, Rahmat, dan Damai Sejahtera. Secara umum, ketiga hal tersebut berasal dari Allah dan diberikan kepada manusia. Sudah seharusnya kita mengucapkan syukur kepada Allah atas semua kebaikannya yang tidak pernah berkesudahan.

Kata kasih karunia dan damai sejahtera ditemukan di semua salam Paulus dalam surat-surat Perjanjian Baru-nya bagi gereja-gereja. Dan dalam suratnya kepada Timotius dan Titus, ia juga mencantumkan kata kasih karunia: “Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita” (2 Tim. 1:2). Mari kita kupas setiap kata-kata ini.

Kasih karunia adalah sesuatu yang diberikan Allah kita yang kudus kepada kita, manusia berdosa, yang tidak layak menerimanya. Dalam Kisah Para Rasul 17:25, kita belajar bahwa “Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang.” Bahkan di masa kegelapan kita, kekuatan diberikan Allah supaya kita dapat bertahan.

Rahmat merupakan sesuatu yang pantas kita terima dan tidak ditahan-tahan oleh Allah. Dalam Ratapan 3:22, kita membaca, “Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habis nya rahmat-Nya.” Bahkan ketika kita memberontak pun, Allah memberikan waktu dan pertolongan bagi kita untuk kembali pada-Nya.

Damai sejahtera adalah sesuatu yang diberikan Allah bagi umat-Nya. Yesus berkata: “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai Sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu” (Yoh. 14:27). Bahkan di masa-masa terburuk pun, kita memiliki kedamaian batin karena Allah kita yang memegang kendali.

Kita dapat dikuatkan bahwa di sepanjang hidup kita, Tuhan akan memberi kita kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera yang kita butuhkan untuk menjalani hidup bagi-Nya. Jadi apa lagi yang perlu kita kuatirkan? Tidak ada. Percayalah dan serahkan segenap pergumulan dan hidup kepada Tuhan Allah, dan Dia akan bertindak!

KALA HATI MERASA LELAH ... KATAKAN IMAN JANGAN MENYERAH ... PUSH ...

Yesaya 57 : 16 - Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.

Jika Tuhan membawa kita ke Pinggir Jurang, Percaya Dia sepenuhnya. Yang terjadi adalah, Dia akan menopang kita saat kita jatuh atau mengajarkan kita bagaimana kita terbang.

Didalam setiap tantangan yang kita hadapi di dunia ini, Selalu Tuhan memberikan harapan kepada yang tidak menyerah, mujizat masih terjadi kepada yang percaya dan Tuhan Tidak akan meninggalkan mereka yang berjalan bersamaNya.

Kepercayaan tingkat bawah mengatakan : Tuhan sanggup melaksanakan
Iman menengah mengatakan : Tuhan akan melakukannya
Kedahsyatan Iman selalu berucap : Tuhan telah melakukannya

Kedekatan atau jarak antara Solusi dan Tantangan adalah sejauh Doa. Atau sejauh kaki dan lantai. Orang yang berlutut memohon pertolongan Tuhan maka apapun boleh terjadi didalam hidupnya.

Banyak alasan bagi kita untuk menyerah kalah, Tapi didalam Tuhan Banyak alasan bagi kita untuk tersenyum mengahadapi segala tantangan.

Wang boleh memberikan apa saja didunia, Tapi Wang tidak boleh membeli kebahagiaan. Dan kebahagiaan sejati berada di Tangan Tuhan saja. Tuhan merupakan sumber kebahagiaan SEJATI ... PERCAYALAH ...

Seorang Sahabat Menaruh Kasih Setiap waktu dan menjadi Saudara dalam Kesukaran.

Utamakan kasih didalam persahabatan.

Namun, dari kegagalan itu kita dapat belajar terus untuk meperoleh keberhasilan...

Orang yang gagal adalah orang yang takut dan tidak pernah mencuba untuk melakukan segala sesuatu kerana takut akan kegagalan itu sendiri...

Tuhan adalah seperti seorang pandai besi yang sedang membuat pedang.

Pedangnya adalah kita

Di dalam hidup ini kita akan banyak menemui kegagalan karena itulah yang namanya hidup ... KEEP THE FAITH ...

Ketika segala sesuatunya terlihat SUSAH, lakukan PUSH
Ketika AWAN HITAM menyelimuti kita. Lakukan PUSH
Dimana sepertinya jalan didepan BUNTU. Lakukan PUSH
Yang HATI MERASA LELAH. Lakukan PUSH
Tuhan sepertinya MENJAUH. Lakukan PUSH
Kalah HATI MERASA LELAH. Lakukan PUSH
Ketika SUARA HATI NURANI LEMAH. Lakukan PUSH
LAKUKAN PUSH ... SUPAYA IMAN BERKATA : AKU TIDAK AKAN MENYERAH

PUSH = PRAY UNTIL SOMETHING HAPPEND

Mintalah dengan iman dan ketaatan akan Firman Tuhan Yesus, dan keinginan yang sesuai dengan kehendak Bapa akan terjadi didalam kehidupan kita semua .... Halleluya ... Amen ....

Yesaya 40 : 29 - Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Tuhan Yesus Memberkati .... TETAP SEMANGAT ...

HIDUP TAPI MATI

"Dan tuliskanlah kpd malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yg memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu sgl pekrjanmu: engkau dikatakan hdp, pdhl engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yg msh tinggal yg sdh hampir mati, sebab tdk satupun dr pekrjanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Krn itu ingatlah, bagaimana engkau tlh menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Krn jikalau engkau tdk ber-jaga2, Aku akan datang spt pencuri dan engkau tdk tahu pd wkt manakah Aku tiba2 datang kpdmu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yg tdk mencemarkan pakaiannya; mrk akan berjln dgn Aku dlm pakaian putih, krn mrk adl layak unt itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yg demikian; Aku tdk akan menghapus namanya dr kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yg dikatakan Roh kpd jemaat-jemaat." (Wahyu 3:1-6)

======> Surat Wahyu tersebut ditulis oleh Rasul Yohanes dr hikmat Roh Kudus unt jemaat Sardis spy mereka waspada dgn pertumbuhan rohani dan pelayanan mereka kpd Tuhan. Surat ini bkn sekedar berisi nasehat atau pujian melainkan teguran kpd jemaat di Sardis. Meski mereka sudah aktif melakukan pekerjaan Tuhan, namun Tuhan katakan "tdk satupun dr pekerjaan Aku dapati sempurna dihadapan AllahKu" (ayat 2)

Kenapa pelayanan kepada Tuhan mendapat teguran dr Tuhan? Tentu ada yg salah, ada yg keliru, ada yg tak beres, ada yg hrs diperbaiki. Jemaat Sardis ditegur karena melayani tanpa hati yg benar dihadapan Tuhan. Mereka melayani dgn motivasi yg salah. Oleh karena itu Tuhan menegor mereka dgn kata2, "engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati." (ayat 1b)

Dikatakan "hidup" krn dr luar kelhtan bhw mereka bekerja unt Tuhan, tapi dikatakan jg "mati" karena hati dan motivasi mereka tdk benar. Mereka dikatakan "mati" karena hati mereka belum beres dihadapan Tuhan dari sudut pandang Tuhan, karena hati atau apa yg tdk kelihatan jauh lebih penting dari apa yg kelihatan.

Jadi, sekalipun kita aktif ke gereja, berdoa, membaca Alkitab tiap hari, menyumbang uang ke gereja, bahkan aktif terlibat dalam melayani pekerjaan Tuhan spt menjadi pengkhotbah,pembagi firman dunia maya, kepala departemen, pengurus/pemimpin di gereja/komsel/komunitas grup rohani dimanapun (dunia maya/nyata), dll. Tapi jika hati kita belum benar2 beres dihadapan Tuhan semuanya itu sia-sia belaka.

Cara menditeksinya mudah cari tahu apakah kt msh termasuk manusia duniawi?

"Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?" (1 korintus 3:3)

Pesan Tuhan buat kita adl, jika ada dosa, mungkin kebencian, iri hati, pemberontakan, dll mari kita bertobat. Mari kita bereskan sgl sesuatu yg belum beres berkenaan dgn hubungan kita dgn Tuhan. Jika kita mengaku segala dosa kita maka Tuhan itu setia dan adil, maka Ia akan mengampuni dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9)