Friday, 20 July 2012

Renungan Tentang HARI...

Hari-hari kita menemukannya... "MONDAY, TUESDAY, WEDNESDAY, THURSDAY, FRIDAY, SATURDAY, and SUNDAY"

Tetapi bila ada hari yang mengembirakan, kita mudah lupa TUHAN...

Tetapi bila ada hari yang menyedihkan, kita mudah mengutuk TUHAN kerna membiarkan kita bersedih... seolah-olah kita merasakan TUHAN itu menjauhkan diri-NYA dari kita

Bila hari cerah... kita mengatakan hari sungguh panas terik dan tidak suka akan keadaan itu.

Bila hari hujan pula... kita mengatakan hari tidak begitu baik... asyiiiikkkkk hujan sahaja...

TUHAN berpesan... "AKU sentiasa ada waktu untuk kamu kerana AKU bagaikan hari yang tidak jemu-jemu bersemuka dengan kamu tetapi kamu tidak mampu bersemuka dengan KU walau sesaat kerna kesibukanmu, tidak memikirkan AKU malah mengutuki AKU dan segala ciptaan ALLAH BAPA... belajarlah untuk bersyukur... ANAKKU"

‎"Disconnected Dengan Tuhan?"

Pernahkah saat kita lagi asik-asiknya browsing atau main game online dan tiba-tiba line internetnya lambat atau putus? Atau ada tugas penting yang harus diselesaikan dengan deadline yang semakin mendesak dan tiba-tiba elektrik terpadam? Saat mengalami hal seperti itu, rasanya hari kita menjadi kacau dan pada akhirnya juga dapat mempengaruhi hidup kita. Demikian juga dengan hubungan kita dan Tuhan.
Kesibukan kita dan hal-hal dunia dapat menarik kita dari Tuhan yang akhirnya tanpa kita sedari membuat kita disconnected dengan Tuhan.
Saat kita semakin sibuk dan jarang berkomunikasi dengan Tuhan mungkin awalnya tidak terasa apa-apa. Tetapi perhatikan, kehidupan kita akan menjadi kucar kacir dan ada saja masalah yang muncul dan kita tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya.
Kita menjadi marah dan saat itu baru menyedari bahawa kita sudah disconnected dengan-Nya.
Saat kita jauh dari-Nya, bukan bererti Tuhan menjauh juga dari kita kerana Ia selalu ada. Waspadalah, saat-saat seperti ini sungguh rentan kerana iblis tidak akan duduk diam. Ia akan memancing di air keruh.
Di saat-saat disconnected seperti ini, iblis akan menuduh kita dengan suara hati kita dan membuat kita merasa tidak layak untuk datang pada-Nya. Abaikan itu...jangan tunda lagi! Segera datang pada Tuhan dan curahkan segala isi hati kita pada-Nya. Segala risau kita termasuk rasa bersalah kita saat menjauh dari-Nya. Walaupun Tuhan terasa jauh, percayalah Tuhan tidak jauh, Ia tetap dekat dengan kita. Yang membuat kita tidak dapat merasakan kehadiran-Nya, hanyalah kesibukan dan dosa kita.
Asal penyesalan kita tulus, doa-doa kita akan diterima-Nya.
Ia akan membuat hati dan mata kita terbuka kembali dan merasakan kehadiran-Nya. Ia akan memulihkan dan memberi kekuatan yang baru sehingga kita sanggup menghadapi kehidupan ini.
Mintalah hikmat dari Tuhan untuk semua masalah yang muncul, buka hati dan telingamu untuk mendengar dan mentaati-Nya. Imanuel!

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita ~ Mazmur 62:8
Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saat-Nya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! ~ Yesaya 30:18
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.~ Yesaya 40:31.

Sobat Yang Setia

Ketika kau merasa sendiri, kesepian dan tak seorangpun yang menemanimu.

Ketika kau merasa dikecewakan, tiada satupun yang mengerti perasaan yang ada di hatimu.

Jangan putus asa, kau tidak sendiri. Ada Pribadi yang melihatmu, mataNya tidak pernah tertutup melihat keadaan yang sedang kau alami. Dia mengetahui dan mengerti airmata yang kau keluarkan.

Dialah Bapa kita yang setia, yang selalu menemani kita, tak sedetikpun Dia meninggalkanmu, Dia yang akan menemanimu di tengah kesesakan, kepahitan dan kekecewaan. Dia yang akan menghiburmu, menghapus airmatamu dan mengubah kesedihanmu menjadi kebahagiaan sejati.

Datanglah kepadaNya, Dia yang berjanji dan takkan pernah mengingkarinya. Dialah yang kauperlu kerana Dialah Segala-galanya dalam hidup kita.

Dialah Yesus, sobat yang setia yang akan selalu menemani kita sampai kita menutup usia dan berlanjut kepada kehidupan baru dimana tidak ada lagi kesedihan, kekecewaan, sakit penyakit dan airmata untuk selama-lamanya. Hanya sukacita, kebahagiaan dan kehidupan kekal bersamaNya.

Berusaha Untuk Lebih Baik

Usaha mencari dan menuntut kesempurnaan pada diri orang lain biasanya akan membuahkan kekecewaan kerana tidak ada seorang pun yang pernah terlahir dan hidup di dunia ini yang sempurna.

Lebih baik berusaha memperbaiki diri menuju ke arah kesempurnaan. Benar kita akan menemukan halangan, rintangan bahkan kegagalan dalam usaha tersebut akan tetapi kita pasti akan mengalami peningkatan kualiti hidup.

Menjadi orang yang sempurna memang adalah sebuah kemustahilan kerana kita adalah manusia yang tidak lari dari kelemahan, kesalahan dan keterbatasan namun berusaha untuk menjadi lebih baik menuju kesempurnaan bukanlah hal yang mustahil dan tidak dapat kita lakukan kerana itulah yang diharapkan Tuhan dan sesama kita.

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."" (Matius 5:48).

Yang penting ada keinginan besar dan usaha yang konsisten dalam pencapaian tersebut maka di waktu-waktu mendatang kita akan menjumpai hidup kita mengalami peningkatan dalam banyak hal.

Teruslah berjuang untuk hidup yang lebih baik dan lebih bergairah menghadapi kehidupan ini kerana hidup ini indah.

Bagaimana Mengatasi Beban Hidup -- Mazmur 55

Daud begitu terbebani dengan tekanan dari luar dan kesedihan yang ia alami sendiri. Beban hidup datang dalam berbagai bentuk: emosional, spiritual dan fizik – namun semuanya terasa berat dan menyebabkan kelelahan. Setiap kita sangat memahami keinginan Daud untuk ”terbang dan mencari tempat yang tenang” (Mazmur 55:7).

Sebagian beban yang kita pikul bukanlah bagian dari rancangan Tuhan bagi kita. Kita memikul rasa bersalah yang terus ada bahkan setelah kita mengakui dosa dan membuatnya semakin berat dengan kekuatiran kita akan masa depan. Kemudian kita masih menambahinya dengan kepahitan dan sikap tidak mau mengampuni sebab hidup ini terasa tidak adil. Beban seperti ini tidak datang dari Tuhan, dan Ia tidak akan menolong Anda memikul sesuatu yang Ia telah minta untuk Anda lepaskan.

Akan tetapi, ada beban lain yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Ia memberikan tanggung jawap kepada kita yang dapat membebani hidup kita dan terkadang Ia mengijinkan kesulitan yang melukai hati kita. Masalah dan pencobaan yang terus-menerus dapat melemahkan kekuatan kita dan akan membebani kita.

Setiap keadaan dalam hidup ini disaring terlebih dahulu melalui tangan Tuhan sebelum sampai kepada kita. Dari sudut pandangNya, hal-hal yang terlalu berat bagi kita merupakan kesempatan agar kita bergantung padaNya. Tuhan tidak pernah bermaksud agar kita memikul beban itu tanpaNya. Ia mengatakan agar kita memberikan kepadaNya (ayat 23) dan berjanji untuk menopang kita.

Menyerahkan kekuatiran Anda kepada Tuhan artinya melepaskan segala sesuatunya ke dalam kendaliNya. Ia akan menopang Anda dengan damai sejahteraNya saat Anda percaya kepadaNya..

Gunakan Waktu Dan Kesempatan Untuk Menabur Kebaikan!

Seringkali banyak orang yang mendambakan untuk mendapatkan yang terbaik dan pelayanan yang memuaskan tetapi lupa bahwa seharusnya kita yang terlebih dahulu untuk memberikan yang terbaik dan pelayanan yang berkualiti terlebih dahulu jika mengharapkan hal-hal baik terjadi atas hidup kita. Hanya mereka yang kurang waras apabila seseorang mengharapkan untuk menerima yang terbaik akan tetapi tidak pernah memenuhi harapan sesama untuk memberikan yang terbaik.

Taburlah terlebih dahulu benih kebaikan, kemurahan hati, senyum dan sapaan yang ramah bila kita berharap untuk menerima hal-hal itu. Jangan tahan kebaikan bila kita mampu untuk memberikannya kepada sesama kita yang memperlukan kerana kebaikan dan kemurahan hati yang dapat kita bagikan adalah model yang telah Tuhan berikan agar kita dapat saling membagi berkat kepada sesama.

Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal yang berguna dan bermanfaat kerana waktu yang ada berlangsung sangat singkat dan belum tentu kesempatan yang sama akan terulang kembali agar tidak terjadi penyesalan yang selalu datang terlambat.

Penuhi hari-hari kita dengan melakukan hal yang berharga dan kegiatan yang bermanfaat. Taburkan banyak-banyak berkat dan kebaikan yang dapat kau berikan kepada sesama maka hidup ini akan terasa semakin bermakna dan berharga serta akan selalu merasakan keindahan, kebahagiaan dan kedamaian di hati.

Surga itu tidak jauh, Surga ada di hati mereka yang peka untuk melakukan hal yang menjadi kerinduan Tuhan yaitu mengasihiNya dan mengasihi sesama. Dan salah satu ciri warga kerajaan sorga adalah hidup dalam kasih Tuhan dengan saling mengasihi satu dengan yang lain.

Hidup ini akan terasa indah bila kita bersedia untuk membagi kasih kepada sesama.

Benih yang kita tanam dalam fikiran menentukan hasil akhir kehidupan kita!

”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” Matius 13:24

Ada teori yang mengatakan: ”Menabur dalam fikiran akan menuai tindakan; menabur dalam tindakan akan menuai kebiasaan; menabur kebiasaan akan menuai sifat dan menabur sifat kita akan menuai tujuan hidup.”

Fikiran kita seperti tanah, tidak pernah memilih dan mempedulikan jenis benih apa yang hendak kita tanam. Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya. Begitu juga bila kita menabur benih padi atau mungkin lalang, rumput liar dan juga tanaman-tanaman pengganggu sekali pun, tanah tetap saja akan merespons benih itu dan menumbuhkannya juga.

Apa pun yang kita tanamkan dalam fikiran, entah itu hal-hal yang baik atau pun negatif, fikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya, tidak peduli hal itu akan berdampak positif/negatif terhadap kehidupan kita: membawa kepada keberhasilan atau sebaliknya menuju kehancuran. Sedar atau tidak, seringkali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri: hidup saya penuh masalah, saya tidak akan berhasil, sakit saya tidak akan sembuh, keluarga saya hancur berantakan, saya bodoh!, saya tidak punya apa-apa (miskin), masa depan saya suram dan sebagainya. Hal-hal negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh fikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada saatnya akan menghasilkan sesuatu yang sama persis seperti yang kita tanam. Namun bila yang kita tanam hal-hal positif: semangat atau rasa percaya diri, fikiran kita juga akan merespons hal itu ke dalam sikap dan tindakan kita sehingga hidup kita akan menjadi seperti yang kita harapkan. Oleh kerananya firman Tuhan mengingatkan, ”...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, fikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).

Adakah kita/Anda/Saya seorang pendoa seperti seorang Martir ?

01. Apabila seseorang berbicara mengenai orang lain dengan cara yang menyakitkan dan dia cuba menyebarkan kesilapan orang lain, mungkin secara sengara atau sebaliknya atau mungkin Tuhan merencanakan sesuatu, jangan sebarkan sesuatu yang mungkin kita menganggap itu satu kesilapan atau kesalahan TETAPI berdoalah untuk keadaan atau situasi itu.

02. Saat kita mendengar orang berbicara untuk menjatuhkan orang lain, pada waktu itu kita ada kesempatan untuk membuat kasih dengan berdoa untuk keadaan orang itu, dan jangan sebarkan kejatuhannya kerana saat dia jatuh, dia memerlukan kekuatan sebab mungkin Tuhan sedang mengajar dia sesuatu.

03. Saat kita mendengar orang kematian anaknya atau ahli keluarganya kerana dibunuh oleh orang lain/jiran kita sendiri, jangan sebarkan buruk-burukkan orang lain/jiran kita (Sebagai manusia biasa, kita mungkin geram) tetapi berdoalah supaya pembunuh itu akan mengenali Tuhan Yesus dengan lebih dalam dan ada kerinduannya datang kepada Tuhan untuk dibaharui.

04. Kita mungkin melihat, mendengar sesuatu/kejadian yang lebih dahsyat daripada itu tetapi apabila Tuhan memilih kita untuk menjadi muridNya bermaksud kita adalah seorang pendoa yang sama seperti para Martir yang mati dibunuh kerana imanya kepada Tuhan.

Apabila para Martir mendengar bahawa mereka dibunuh, mereka malahan berdoa terus menerus kepada Tuhan sehingga ke titisan darah dan hembusan nafas yang terakhir kerana hanya itulah cara mereka menunjukkan betapa cinta kasih yang mereka ada untuk mendoakan musuh-musuh mereka sama seperti yang Yesus miliki.

Sebab itu, mereka (Para Martir) diperkenankan terus masuk ke dalam kerajaan syurga saat selepas mereka mati sebab cinta kasih mereka sungguh luar biasa.

Marilah saya mengajak kita berdoa di antara satu sama lain didalam keluarga, kawan-kawan, teman-teman, malahan orang yang kita tidak kenal, yang mengasihi kita atau sebaliknya, kerana dengan cara ini kita sudah turut serta didalam penyelamatan untuk membawa semua orang masuk ke dalam syurga.

In God's Control...

::Ulangan 29:29~~“Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini."~~~

God has a rule to open some secrets to his people and also conceal something. ...Sumetimes we do not know why God lets bad things happen,.. but the Bible teaches tat we should still believe in God. Why?...bcoz..

#Kerna semua dalam tangan Tuhan (Mazmur 103:19). Tidak ada sesuatu di sorga atau di bumi diluar kekuasaan-Nya dan autority-Nya... Dia tidak bereaksi terhadap peristiwa,.. tetapi berdaulat dan memungkinkan semua itu terjadi. Dalam hikmat dan kasih-Nya, ia memiliki rencana yang indah disebalik segala sesuatu....

#Tuhan mengasihi semua manusia dan ingin mereka di selamatkan (Yohanes 3:16-17). Kerna kasih-Nya yang besar itu, Dia mengaruniakan anak-Nya untuk keselamatan dunia ini... Dia memperhatikan dan mengasihi kita, ..bahkan ketika kita tidak dapat merasakan atau bahkan kita tidak mau menerima-Nya.
Rencana Tuhan pasti terlaksana dan untuk suatu tujuan yang baik (Yesaya 46:10)...

#Tuhan mengasihi kita dengan sempurna serta memiliki penguasaan penuh atas kehidupan kita,.. dan segala sesuatu terjadi sesuai dengan rencana-Nya. ..Jika kita tahu bahwa Bapa yang penuh kasih itu selalu memperhatikan dan menyediakan segala yang baik bagi kita, maka untuk apa risau dan takut?..

Kasih Tuhan dalam kehidupan kita sempurna,.. hal itu telah dibuktikan-Nya di kayu salib... Mengapa kita masih risau dengan kehidupan ini?...

Something good is goin to happen..God Take in control my fren.God bless...:)

‎"MENGALAHKAN KEADAAN"

Sekarang ini banyak sekali anak-anak Tuhan yang menjadi korban dari situasi dan keadaan sulit yang menimpanya.

Kita hanya akan ditenggelamkan oleh masalah bila kita hanya duduk menangis dan mengasihani diri sendiri!!

Bangkit dan arahkan perhatian bukan pada keadaan dan masalah, tetapi pada kekuatan dan firmanNya.

1 Yohanes 5:4-5
sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

Sudah terlalu banyak ayat firman yang kita tahu, pakai itu untuk menggerakkan mesin iman kita dalam mengalahkan keadaan yang ada.