Tuesday, 20 March 2012

Tentang Waktu

Ambillah waktu untuk berpikir. Itu adalah sumber kekuatan.

Ambillah waktu untuk bermain.
Itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.

Ambillah waktu untuk berdoa. Itu adalah sumber ketenangan.

Ambillah waktu untuk belajar. Itu adalah sumber kebijaksanaan.

Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai.
Itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.

Ambillah waktu untuk bersahabat.
Itu adalah jalan menuju kebahagiaan.

Ambillah waktu untuk tertawa.
Itu adalah musik yang menggetarkan hati.

Ambillah waktu untuk memberi.
Itu adalah membuat hidup terasa berarti.

Ambillah waktu untuk bekerja.
Itu adalah nilai keberhasilan.

Ambillah waktu untuk beramal.
Itu adalah kunci menuju surga.

Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR.

Teman yang paling akrab adalah AMAL.

Pengawal pribadi yang paling waspada DIAM.

Bahasa yang paling manis SENYUM.

Dan ibadah yang paling indah tentunya BERDOA.

Wanita yang cantik tanpa pribadi yang mulia, umpama kaca mata yang bersinar-sinar, tetapi tidak melihat apa-apa.

Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekedar senyuman.

Anda bukan apa yang anda pikirkan tentang anda, tetapi apa yang anda pikirkan itulah anda

Hidup tak selamanya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.

Hidup memerlukan pengorbanan.
Pengorbanan memerlukan perjuangan.
Perjuangan memerlukan ketabahan.

‎~DI ATAS LANGIT ADA LANGIT~

Tidak ada yang salah dengan orang lain. Orang bicara, bersikap dan bertindak berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya dan keyakinanNya. Hargai orang lain. Jika merasa pintar jangan menyalahkan dan menghakimi. Jika ingin memberi masukan kepada orang lain, lakukanlah dengan cara positif. Jika salah, belajar. Jika benar jangan sombong. Pepatah mengatakan "DI ATAS LANGIT ADA LANGIT". Tugas manusia adalah saling mengingatkan dan berbagi pengetahuan..

LUKA BATIN

Amsal 16:2
Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 68; Markus 12; Bilangan 19-20

Luka batin adalah luka yang tersembunyi di bawah kesadaran. Luka batin amat menyakitkan sehingga banyak orang bertendensi menekan dan tidak ingin menyentuh luka batinnya. Akibatnya, lukanya akan semakin terpendam dan tidak pernah sembuh.

Ada saat di mana luka batin ini akan tersentuh. Saat ini sebenarnya merupakan kesempatan di mana kita dapat memeriksa diri dan mencari kesembuhan. Salah satu tanda bahwa kita memiliki luka batin yaitu bilamana ada perkataan atau tindakan seseorang (yang kelihatannya biasa) yang membuat kita begitu sakit sehingga kita tidak dapat mengontrol diri lagi. Respons yang umum dilakukan bila luka batin kita tersentuh yaitu menyalahkan orang lain. Kita tidak tahan dengan rasa sakit tersebut sehingga kita memproyeksikannya kepada orang lain.

Menyalahkan orang lain tidak akan menyembuhkan luka batin kita. Luka batin berakar di dalam batin kita, bukan di luar kita. Oleh sebab itu, bila kita merasakan kesakitan yang dalam, berhentilah menyalahkan orang lain. Introspeksi masa lalu kita, cari pengalaman masa lalu atau masa kecil di mana kita pernah mengalami kesakitan yang serupa. Bila kita telah menemukannya, kita dapat mengeluarkan emosi kita dengan menangis, mengampuni orang yang menyakiti kita dan memohon pengampunan kepada Tuhan dan orang yang kita sakiti.

Berhenti menyalahkan orang lain tetapi lihatlah hati Anda!

Hidup, Belajar Dari Kesalahan

Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.

Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.

Walaupun sulit tetapi harus di praktekkan, jangan berhenti sampai ditengah jalan harus berjuang agar hidup kita menjadi lebih baik dan lebih baik lagi ( better and better).
mari kita bersama-sama melangkah dalam kemajuan hidup bukan sebaliknya.
Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi.

Ini ada cerita renungan tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang,. Dia merasa malu karena orang tuanya dan kelompoknya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan dia sering sekali mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.
Sedangkan hidup mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.
Akhirnya ketidakpuasan akan hidup pun melanda dirinya.

Dia pun pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya dan mereka meninggalkan anak burung unta itu sendirian.
Anak burung unta tersebut pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo pun berkata: ”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”

Lalu anak burung unta tersebut, masih penasaran dengan guru yang mungkin dapat membantunya belajar terbang dia pun mencari burung elang, Burung elang dengan sombongnya berkata:” Lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. Pulang saja sana!”
Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai).

Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung unta yang bodoh itu sebab dia adalah santapan lezat untuk mereka. Mereka pun berkata: ”Hai anak burung, Kami akan mengajarimu terbang, tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu. Sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang ”

Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.
Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia menghibur semua orang di kebun binatang dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya dihargai sebagai burung ‘balerina’ dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’ . Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya.

Tuhan memberkati...

DALAM HIDUP

kita diberi banyak PILIHAN dan KESEMPATAN. Namun . . jika kita TIDAK MAU membuka hati dan mata kita untuk melihat dan MENERIMA kesempatan yang TUHAN berikan maka kesempatan itu akan hilang begitu saja. Dan hal ini hanya akan MENCIPTAKAN PENYESALAN yang TIADA GUNA di kemudian hari, saat kita harus berucap : "Ohhh....Andaikan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dulu...?" 
*** EVERYTHING WILL BE ALRIGHT. It may seem DARK at the moment, but don't LOSE HOPE. There is always a light at the end of the tunnel, KEEP MOVING and we'll get there . . . GOD won't abandon us. ***

Dia punya alasan

Dia punya alasan untuk menolak kita, tetapi Dia tetap memilih aku dan kamu.
Dia punya alasan untuk marah pada kita, tetapi Dia memilih untuk mengampuni aku dan kamu.
Dia punya alasan untuk pergi ketika kita menutup pintu hati kita, tetapi Dia memilih untuk tetap menunggu dimuka pintu hatiku dan hatimu.
Dia punya alasan untuk meninggalkan kita disaat kita melupakanNya, tetapi Dia memilih untuk terus berjalan menyertai hidupku dan hidupmu, sambil berjaga-jaga bila waktunya tiba yaitu saat kita rindu kembali kepadaNya.
Dia punya alasan untuk menutup tanganNya, tetapi tahukah kita bahwa Dia memilih untuk tetap membuka tanganNya, karena jika suatu saat kita merasa sendirian dan ingin menangis, aku dan kamu tahu ke mana harus melangkah untuk mencari pelukan kasih.
Dia punya alasan untuk tidak peduli pada kita, tetapi Dia memilih untuk tetap menggantikan dan menanggung kesalahan aku dan kamu.
Dia punya alasan untuk memanggil para tentara langit dan menghajar orang-orang yang menyalibkanNya, tetapi sekali lagi Dia memilih untuk memberikan nyawaNya untukku dan kamu, bahkan tak dihiraukan paku yang menusukNya.
Dia punya sejuta alasan untuk tidak memilih semuanya itu, tetapi satu alasan membuat Dia tetap melakukannya : Dia terlalu mengasihi aku dan kamu.
Dia telah memilih dan tidak pernah menyesali!
jaga rasa kasih sayang Dia itu hingga akhir hidup kita.

Melihat kelemahan orang lain memang mudah

“Melihat kelemahan orang lain memang mudah, tetapi tidak mudah menyadari kesalahan sendiri. Banyak orang yang suka mengomel dan mengeluhkan kelemahan orang lain atau mencela mereka yang berbuat salah. Tanpa disadari mereka juga boleh melakukan kesalahan yang sama. Belajarlah untuk berhenti menghakimi dan mencari-cari kesalahan orang lain, sebab jika hal ini terus kita lakukan, kita tidak akan pernah memiliki waktu untuk menilai diri sendiri. Itu boleh menjadikan kita munafik, suatu sikap yang paling menjijikkan, baik dalam pemandangan manusia maupun dalam pemandangan Allah. Hal ini kelihatannya diabaikan, tetapi jika tidak cepat diatasi, tanpa sadar kita membangun pagar kesombongan yang tinggi. Kita akan selalu merasa paling benar, paling suci dan paling rohani. Daripada kita mencari-cari kesalahan orang lain yang dapat dikritik dan dihakimi, lebih baik kita melihat keberadaan diri sendiri di hadapan Allah. Kita harus belajar menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang tak pernah berbuat salah. Kalau kita sendiri kadang juga berbuat salah, mengapa kita sibuk mencari-cari kesalahan orang lain?” (Lukas 6:41).

Lebih baik kejujuran yang menyakitkan daripada kebohongan yang menyenangkan

Lebih baik kejujuran yang menyakitkan daripada kebohongan yang menyenangkan,karna suatu saat nanti kebenaran pasti kan terungkap dan kebohongan yang awalnya manis kan menjadi pahit dan sebaliknya kejujuran yang awalnya menyakitkan akhirnya kan membawa kelegaan,ketenangan dan kebahagiaan.
Hiduplah dengan penuh kejujuran karena kejujuran adalah kebijakan yang terbaik.

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.(Mat 5:37)
 

Adalah mudah untuk menjalani hidup ini mengikut jalan kita sendiri

Adalah mudah untuk menjalani hidup ini mengikut jalan kita sendiri & melakukan segala sesuatu menurut apa yang kita kehendaki tanpa pernah merasa hasil dari perbuatan kita itu menunju sasaran yang salah. Ini kerana seringkali kita berfikir bahawa yang terbaik itu ialah jalan kita sendiri tanpa menyedari kita sedang tersesat(Ams 14:12) Terkadang kita tak merasa bersalah ketika kita sedang membenci seseorang,ketika menaruh dendam,ketika selingkuh dan ketika sedang melakukan pelbagai kejahaatn lainnya.Namun,jalan Tuhan b'beza dengan jalan kita.Jalan-Nya sentiasa tepat arah kerana,segala jalan TUHAN adalah kasih setia & kebenaran(Mzm. 25:10). Maka seharusnya ini yang menjadi doa kta,“Tunjukknlah kepadaku jalan-Mu,ya TUHAN,supaya kami hidup menurut kebenaran-Mu”(Mzm. 86:11). Hari ini Tuhan m'perhadapkan kehidupan & kematian,berkat & kutuk(Ul 30:19). Kutuk dan kematian adalah pilihan bagi orang yang keras hati,namun bagi org² yang mendengarkan Tuhan berkat & kehidupan tersedia di sepajang jalan kehidupannya..

“ Mampukah kita mengasihi musuh.”

. "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Lukas 6:27,28

Sebagai anak-anak ALLAH kita harus memiliki sifat-sifat ALLAH. Ada pun salah satu sifat ALLAH adalah Maha pengampun, seperti kata Pemazmur, “ Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. ( Mazmur 86:5 )…. bahkan “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” (Yesaya 1:18).

Seperti YESUS, agar Ia layak menjadi Putera Kerajaan ALLAH, Ia tidak membalas meskipun dicaci-maki, dihujat, diejek, diludahi dan dipermalukan; Ia sanggup mengampuni dan mengasihi musuh-musuhNya. Ia berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34). Ia telah meninggalkan teladan hidup yang luar biasa. Menjadi Kristen berarti pengikut KRISTUS, dan sudah sepatutnya kita mengikuti jejakNya dan meneladani kehidupanNya. Alkitab dengan tegas menyatakan: “Barangsiapa rnengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti KRISTUS telah hidup.” (1 Yohanes 2:6). Tuhan rnenghendaki agar kita mengasihi musuh-musuh kita. Kata-kata YESUS dari atas salib bukan kata-kata kutuk atau keluhan atau tentang penghinaan atas kematianNya, tetapi adalah doa untuk mereka yang menyalibkan Dia, Putera ALLAH yang benar, tanpa dosa. Stefanus adalah contoh orang yang mengikuti teladan YESUS. Ketika ia dilempari batu dan hampir menghembuskan nafas terakhir, ia berdoa, “Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!” (Kisah Para Rasul 7:60).

Kalau kita mengasihi dan berbuat baik kepada orang yang mengasihi kita, apakah ini yang di ingini TUHAN ? orang duniapun bisa melakukan itu….?,. Tetapi TUHAN YESUS ingin kita mengasihi musuh kita !: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). Banyak orang Kristen belum mampu mengasihi musuh . Mungkin ada kasih, tapi terhadap kawan sendiri, grup sendiri atau denominasi sendiri. Terhadap saudara seiman yang tak dikenal secara pribadi saja kitaSulit mengasihi, bagaimana dengan musuh ? Betapa sedih hati YESUS melihat orang Kristen tak dapat mengikuti teladanNya!

Doa : TUHAN YESUS, mampukan kami untuk dapat melakukan teladanMu dalam mengasihi musuh2 kami seperti yang TUHAN YESUS teladani, beri bagi kami Roh Kudus untuk selalu menuntun dan mengingatkanku supaya kami mampu mengikuti teladan kebenaranMU yang penuh kasih…..di dalam nama TUHAN YESUS kami berdoa dan mengucap syukur ….AMEN.