Thursday, 19 April 2012

Mengapa perlu Berteriak.!!!!!...

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; “Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab; “Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak.”

“Tapi...” sang guru balik bertanya, “lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; “Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara ke duanyapun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi.” Sang guru masih melanjutkan; “Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?” Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. “Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan.”

Sang guru masih melanjutkan; “Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.

BELAJAR DARI TISSUE

Di atas meja sebuah restoran, kertas tissue berbicara pada dirinya sendiri. "Seandainya ... aku bunga, pasti penampilanku akan lebih baik" keluhnya sambil menatap bunga yang ada di vas bunga sebelah. Kemudian datanglah seorang pemuda. Sambil menunggu pesanan datang ia mengambil kertas tissue tadi. Lalu dengan tangan terampil mulailah pemuda tadi melipat-lipat kertas tissue tersebut, memelintirnya, melipat-lipatnya sampai akhirnya kertas tissue tadi berubah menjadi bunga mawar putih yang indah.

Alamiah apabila kita punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dari hari-hari yang lalu. Tetapi mengapa sampai saat ini kehidupan kita masih seperti itu-itu saja, tidak ada perubahan...? Mungkin kita perlu belajar seperti kertas tissue yang menyerahkan dirinya dibentuk menjadi bunga. Kertas tissue tidak bisa merubah dirinya sendiri...ia perlu bantuan..dan ketika bantuan datang ia pasrah dan tidak menolak..menyerahkan diri sepenuhnya kepada sang pemuda.

Sebagai manusia yang diliputi keterbatasan maka sulit bagi kita untuk mengubah diri dan kehidupan kita tanpa bantuan kuasa-Nya. Maka ketika Tuhan berkarya dalam diri kita, seharusnya kita pasrah pada rancangan-Nya, dengan kata lain yaitu tidak memaksa Tuhan mengikuti keingingan-keinginan kita. Kesan "memaksa" tercermin dalam doa-doa kita yang terdengar seperti "mendikte" Tuhan. "Tuhan !!!..berilah aku ini-itu ..bla-bla-bla..dst.". Kita lupa bahwa sebenarnya Dia yang menciptakan kita maha tahu apa yang kita butuhkan.

Untuk itu, mari kita lebih pasrah lagi ketika Tuhan "membentuk" kita...karena rancangan-Nya pasti yang terbaik. Maka, sangatlah tepat bila rumusan doa-doa kita diakhiri kalimat: "Tuhan.....kabulkanlah permohonan-permohonanku ini sekiranya selaras dengan kehendak dan rancangan-Mu..amien".

DIA TAHU SEGALANYA

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja... Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon...
Tuhan selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi... Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan... Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur...
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban... Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...
TUHAN tahu semuanya

Tuhan selalu punya cara

Mzm 121:2-3 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.

Awalnya kita kadang tidak paham dengan cara Tuhan menolong kita.Sering kali Tuhan menunjukkan pertolongannya lewat peristiwa yang kurang mengenakkan,sehingga sering kali juga kita mengawalinya dengan keluhan dan sungut".Tapi kalau kita jalani dan telusuri lebih lanjut,ternyata di balik hal yang kurang menyenangkan tersembunyi pertolongan-Nya yang indah.

Tuhan tidak pernah kehabisan cara dan upaya dalam menolong umat-Nya.Tuhan lebih memilih cara" unik dan ajaib agar punya kesempatan dalam menilai kita,apakah kita mau bersabar dan pantang menyerah atau mudah putus asa.Makanya kita jangan cepat" ambil kesimpulan negatif saat peristiwa buruk menimpa kita,karna bisa jadi itu adalah sarana Tuhan dalam menyatakan kuasa dan pertolongan-Nya.Jangan pernah ragukan pertolongan Tuhan yang ajaib.Belajarlah untuk lebih peka terhadap segala kemungkinan baik yang akan terjadi dibalik setiap peristiwa yang tak menyenangkan.

A Little Lesson about Life

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.

Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.

Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu- kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita- cita dan harapan yang kita mintakan.

Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang". Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.

Kita memohon Kekuatan... Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan... Dan Tuhan memberi kita berbagai persoalan Hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran... Dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati... Dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta...Dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan/kebaikan hati...Dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita. Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan? Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang...berusaha...dan berserah diri... Jika itu yang terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita...

Yesus mati demi sukacita masyarakat yang baru

Mengapa Yesus mati? Saya harap jawaban ini jelas buat Anda. Janganlah sekadar berkata bahwa dia mati untuk menyelamatkan saya. Itu hanya satu bagian saja dari kebenarannya. Jangan sekadar berkata Yesus mati karena dia mengasihi saya. Itu juga hanya satu bagian dari motivasinya untuk mati. Jawaban lengkapnya tidak seperti itu. Yang kita bahas adalah mengapa dia mati, dalam pengertian, apakah rencana dan tujuan kekalnya? Dan kita mendapati bahwa jawaban yang alkitabiah ini sangat jelas. Dia mati untuk menguduskan baginya suatu umat kepunyaannya sendiri. Dan karena mereka adalah miliknya pribadi, maka mereka harus hidup bagi kemuliaan Allah Bapa setiap saat, setiap hari. Tantangan yang sungguh indah. Dan karena mereka hidup bagi kemuliaan Allah Bapa, maka orang lain akan tertarik datang kepada-Nya, orang lain bisa memperoleh hidup yang kekal. Mereka menemukan terang itu melalui kita. Orang lain tertarik untuk masuk ke dalam hidup yang baru ini. Hidup yang tidak harus diisi dengan keegoisan, keangkuhan, dan kebencian untuk bisa mencapai sukses. Ini adalah hidup yang dijalani sedemikian hingga akan membentuk satu masyarakat, saling menasehati (sebagaimana yang dikatakan dalam 1 Tes 5:11) dan saling membangun satu dengan yang lain, saling peduli pada kesejahteraan sesama, membangun masyarakat baru di mana terdapat kasih, dan keadilan berdiam di sana. Ini adalah visi yang sangat indah!

Dan saya sampaikan sekali lagi, saat Yesus mati, saat dia menghembuskan nafas terakhirnya ketika digantung di kayu salib, saya yakin bahwa itu adalah saat bersukacita [baginya] karena visi ini telah meneguhkannya sampai dengan saat yang terakhir - yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.

Kiranya hari ini kita bisa memberi Yesus Krstus sukacita yang besar, bukannya hanya meneteskan air mata atas kematiannya - seperti yang saya katakan, air mata kita tidak akan pernah cukup - melainkan dengan bangkit dan berkata, "Tuhan, engkau telah mati untuk tujuan ini. Engkau telah menjadikan aku sebagai milikmu; Engkau telah membeliku dengan darahmu; dengan kasih karuniamu, aku akan menjalani hidup demi kemuliaan Allah Bapa di surga. Aku akan menjalani hidup ini dengan cara yang menyenangkan Bapa, sehingga ketika engkau mengenangkan lagi kayu salib dan semua penderitaan yang telah kau lalui, engkau akan bersukacita. Engkau akan melihat hasil dari jerih payahmu dan bersukacita.

TERSENYUM TULUS

Bila mau banyak tersenyum, hati kita harus penuh rasa syukur kepada Tuhan. Kita dapat bersyukur bila hati kita tidak curiga pada kasih dan kebijaksanaanNya.

Senyum ternyata suatu alat yang mujarab untuk melunakkan hati yang keras dan beku. Dengan tersenyum tulus kepada orang lain, maka dia pun membalasnya dengan suka cita. Demikian juga bila kita tersenyum kepada musuh, mungkin awalnya dia diam saja atau buang muka, tetapi bila kita tanpa bosan memberikan senyum, maka lama kelamaan hatinya pun akan mencair dan membalas senyum kita.

Senyum juga merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan bimbingan, rahmat, dan anugrah kepada kita sekalian sejak kita lahir sampai saat ini. Kita juga perlu menyadari bahwa Tuhan adalah sumber kasih dan kebijaksanaan yang selalu mendampingi kita setiap saat dalam suka, maupun dalam duka.

Saat tersenyum bibir kita membuat lengkungan yang terbuka ke atas ͝ sehingga seluruh berkat dan rahmat Tuhan pun dapat kita tampung dengan baik. Tetapi bila kita cemberut, maka lengkungan di bibir kita akan terbuka ke bawah ͡ , akibatnya berkat dan rahmat Tuhan meleleh ke bawah, tidak dapat kita tampung.

Senyum itu suatu alat yang ampuh dan juga gratis, karena itu bagikanlah senyum kepada semua orang dengan hati yang tulus, maka kita akan merasakan hasil yang menakjubkan.

Wednesday, 18 April 2012

Adakah Tempat di Hatimu untuk Berbuat Kasih?

Kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan... (1Tim 6: 11). Itulah pesan Rasul Paulus kepada Timotius yang sungguh menarik tapi menantang. Sambil merenungkan kata-kata di atas timbullah beberapa pertanyaan dalam benakku. Mengapa Paulus meninggalkan pesan seperti itu kepada Timotius? Apakah Paulus hanya mau mengingatkan Timotius untuk menjaga imannya atau perbuatan apakah yang telah Timotius lakukan?

Nasihat Paulus kepada Timotius merupakan suatu perhatian yang penuh dengan perasaan dan emosi yang mendalam. Paulus tidak mau supaya sahabatnya, Timotius, terjebak oleh hasrat dan keinginan duniawi. Sebagai seorang sahabat dalam Kristus, Paulus mengajak Timotius untuk memelihara nilai-nilai hakiki yang mana bisa membimbingnya untuk hidup dalam dan seperti Kristus.

Mengejar keadilan, ibadah, kesetiaan, kesabaran dan kelembutan pada dasarnya memiliki unsur perjuangan menuju kehabagiaan dan kekudusan dalam hidup serta keharmonisan dan kepedulian dalam hidup bermasyarakat. Namun demikian terkadang dalam hidup keseharian kita, kita sering berhadapan dengan situasi di mana kepribadian kita dicoba dan hati nurani kita diuji.

Pertanyaannya: Adakah tempat di hati kita untuk orang-orang miskin seperti Lazarus yang dilukiskan dalam Injil Lukas 16: 19-31? Adakah kesabaran dalam mendengarkan keluh kesah sesama kita? Di tengah kebisingan hidup, adakah sedetik mungkin untuk merenungkan Kasih Tuhan lewat doa?

Semua pertanyaan ini sering menghantui kita tatkala kita berada dalam persimpangan kehidupan yang tidak menentu. Keputusan kita lalu dipengaruhi oleh kebutuhan jasmani yang mana terkadang kita tidak menyadarinya. Kita memilih untuk congkak hati. Kita memilih untuk tidak melihat kenyataan yang sebenarnya. Namun demikian, tidak tertutup kemingkinan bagi kita untuk memilih jalur kasih. Tuhan selalu menyertai kita kemanapun kita pergi dan di manapun kita berada. Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan. KasihNya selalu terbuka bagi kita. Yang terpenting adalah bahwa kita memiliki hasrat dan keinginan untuk kembali kepada cintaNya di saat kita menyadari bahwa drama kehidupan yang telah kita lakonkan, serupa dengan sikap orang kaya yang dikisahkan dalam Injil Lukas di atas.

Ajakan Paulus terhadap Timotius untuk memprioritaskan kehendak Tuhan adalah ajakan bagi kita semua untuk hidup di dalam Cinta Tuhan dalam bentuk memperjuangkan keadilan, membangun kehidupan rohani, menjaga kesetiaan dalam persahabatan dengan Tuhan dan sesama, meningkatkan rasa kesabaran serta mecairkan kebekuan hati kita dalam sikap kelembutan terhadap orang ysng membutuhkan.

Tujuan dari semuanya ini adalah untuk menghindari sikap acuh tak acuh. Dengan demikian kita bisa mengatakan: I am experiencing living in heaven before I reach it.
BEBAS DARI BELENGGU KEMARAHAN & KEBENCIAN
Tidak seorangpun akan memiliki kebahagiaan dan suka cita dalam hidupnya
Apabila dalam hidupnya masih menyimpan kekecewaan, amarah, dan kebencian
Dimana kebencian akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan gelisah dengan mengampuni kita menjadi tidak terbeban dan hidup kita terasa ringan.
“Segala kepahitan,kegeraman, pertikaian, fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan’
(Efesus 4:31)

MERDEKA DARI PERBUATAN DOSA
Dengan mengampuni kita terbebas dari keinginan untuk balas dendam, dimana perbuatan balas dendam adalah perbuatan yang menjerumuskan kita untuk berbuat jahat dan dosa baik dalam pikiran atau melalui tindakan yang kita lakukan.
“Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah,itu hanya membawa pada kejahatan”
(Mazmur 37:8)

MEMBEBASKAN HIDUP KITA DARI SAKIT PENYAKIT AKIBAT AKAR PAHIT

Jika hati dan pikiran kita dipenuhi oleh kekecewaan, kemarahan dan kebencian akan menimbulkan gangguan kesehatan baik secara jasmani maupun secara rohani sehingga kita menjadi rentan terhadap serangan sakit penyakit.
“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang”
(Amsal 17:22)

DOA KITA TIDAK TERHALANG

Selama kita hidup dalam kemarahan dan kebencian itu sama artinya kita sedang membangun tembok pemisah antara diri kita dengan TUHAN.
“Dan jika kamu berdiri untuk berdoa ,ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang , supaya juga BAPAmu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu”
(Markus 11:25)

MEMBERI KESEMPATAN BERTOBAT

Pengampunan yang kita berikan akan membuka kesempatan bagi orang yang menyakiti kita untuk mengenal kasih dan pengampunan TUHAN melalui tindakan yang kita lakukan.
“Anak-anakKU marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau lidah , tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran”
(1 Yohanes 3:18)

DOSA DAN PELANGGARAN KITA JUGA AKAN DIAMPUNI

Jika kita mau mengampuni terhadap orang yang telah mengakiti kita maka ALLAH BAPA juga akan mengampuni dosa dan pelanggaran kita dan sebaliknya
“Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang , Bapamu yang disurga akan mengampuni kamu juga’
(Matius 6:14)

‎-SIAPAKAH YANG HARUS DIPERSALAHKAN?-

"Akulah yang menanggung dia;
engkau boleh menuntut dia dari padaku;jika aku tidak membawa dia kepadamu dan menempatkan dia di depanmu,maka akulah yang berdosa terhadap engkau untuk selama-lamanya."
(kejadian 43:9)

salah satu perkara yg sukar dipelajari adalah mengaku kesalahan dan berkata,"saya bersalah." mengapa?
Kejadian ini tdk selalu disebabkan oleh kita yg sengaja tdk jujur.penyebab utama adalah kita mudah melihat suatu kejadian menurut sudut pandangan kita sahaja.jika kita melihatnya dari sudut pandangan orang lain dengan tenang,kemungkinan ia akan kelihatan berbeza sekali.

Segala sesuatu ada dua sudut.kita tdk akan melihat kedua2 sudut tersebut sebelum kita berhenti menuduh serta mempersalahkan orang lain.sebaliknya,kita seharusnya mendengar dgn rendah hati apa yg dikatakan oleh org lain juga.jika kita hendak menyelesaikan pertelingkahan,maka
kita juga harus bersedia utk menanggung kesalahan tersebut.

-mari kita fikir brsama dgn soalan ini.,.dlm peribadi kita masing2...-
*mengapa terlalu sukar utk mdengar pandangan org lain?
*Bila masa yg sesuai utk menanggung kesalahan itu bersama?
*Apa yg harus kita lakukan jika orang lain tdk mengaku salah?

~Untuk menjadi benar,bersedialah utk mengaku kita bersalah.~