Friday, 15 June 2012

‎* KEMATIAN *

Ada sebagian orang yang memandang kematian sebagai sebuah tragedi terbesar dan paling mengerikan selama hidupnya, sehingga mereka enggan untuk membicarakannya.
Mau atau tidak mau; suka atau tidak suka, setiap manusia harus menghadapinya.

Ibrani 9:27
"Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,"

Tidak seorangpun yang tahu kapan ajal akan menjemput, tetapi bijaksanalah orang yang selalu siap sedia kapanpun kematian itu datang.
Kematian merupakan pintu gerbang untuk masuk dalam kemuliaan yang Tuhan sediakan, dan kita dapat belajar dari Rasul Paulus dalam memandang kematian.

Filipi 1:12
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan."

Kita hanya akan menerima kemuliaan itu jika kita berjalan dalam kebenaran firman Tuhan selama hidup di dunia fana ini.
Sebaliknya, jika kita dengan sengaja menjauh dari Tuhan dan hidup dalam dosa, maka hukumanlah yang menanti kita di kekekalan. Karena semua orang akan menerima sesuai dengan apa yang diperbuatnya.

2 Korintus 5:10
"Sebab kita semua harus menghadapi takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat."

Untuk itu berusahalah untuk selalu mengasihi Tuhan dengan taat pada firmanNya, dan jangan terlena dengan kenikmatan yang dunia suguhkan!!

Planning & Praying

Amsal 19:21
Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana.

Perencanaan adalah menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam mencapai suatu tujuan. Tujuan keseluruhan suatu proyek, kegiatan apa yang harus dilakukan, urutan pelaksanaan serta sumber daya yang diperlukan, semuanya merupakan rangkaian yang saling terkait dalam suatu perencanaan. Dibutuhkan pemikiran seksama dan wawasan yang luas untuk menyusun suatu perencanaan yang matang. Syukurlah Allah mengaruniakan akal budi untuk itu semua.

Bagi orang percaya, titik tolak dari segala macam perencanaan adalah rencana dan tujuan Allah atas pribadi kita, keluarga, perusahaan, komunitas dll. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,... yaitu rancangan damai sejahtera untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan" (Yeremia 29:11). Maka langkah pertama dalam perencanaan adalah mengakui dan mencari petunjuk Allah. Ini yang dinamakan beriman.

Ada dua sikap ekstrim. Pertama, tidak membuat rencana sama sekali dengan alasan "bukankah Allah yang mengatur segalanya? Maka saya tinggal menanti-nantikan Dia saja". Kedua, sebaliknya! Seorang pemimpin berusaha membuat perencanaan sampai hal yang sekecil-kecilnya. Bahkan hasil akhirnya pun sudah masuk dalam perencanaan.

Perencanaan dan doa adalah kesatuan. Gunakanlah akal budi semaksimal mungkin dalam perencanaan, dilandasi iman dan penyerahan sepenuhnya kepada Allah dalam doa.

Allah mengaruniakan akal budi supaya kita memiliki iman yang teruji. Allah mengaruniakan iman supaya kita dapat memuliakan-Nya dengan akal budi.

TRUE LOVE..

“I love you”, ini adalah 3 kata yang tidak asing lagi di telinga kita, terutama di kalangan anak muda. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kata-kata ini sekarang sering diobral dan makna “love” sekarang menjadi semakin menurun nilainya. Apakah kasih hanya sekedar perasaan sesaat saja? Satu saat kita mengatakan “I love you” pada kekasih kita, tapi beberapa minggu, bulan, atau tahun kemudian kita berkata bahwa kita sudah bosan, atau kita sudah tidak mencintai orang tersebut lagi.

Sesungguhnya, bila kita ingin mengetahui tentang arti ‘kasih’ yang sesungguhnya, kita harus mempelajarinya dari Tuhan sendiri, karena “Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8b) dan saat kita memandang wajah Tuhan, kita sesungguhnya sedang memandang kasih. Yohanes adalah satu-satunya murid yang memandang wajah Yesus muka dengan muka di bawah kayu salib karena murid-murid Yesus yang lain tidak berani untuk berada dekat-dekat dengan Yesus karena takut disangka sebagai komplotan Yesus. Saat itu di kaki kayu salib, saat memandang kedua mata Yesus, Yohanes menemukan makna kasih yang sebenarnya karena apa yang telah dilakukan Yesus di kayu salib adalah ekspresi terbesar dari kasih.

Dampak yang dia rasakan dari pewahyuan mengenai kasih telah mengubahnya secara luar biasa. Dahulu Rasul Yohanes adalah orang yang temperamen, sombong, dan kasar, bahkan dia dijuluki sebagai anak guntur dalam Alkitab (Markus 3:17). Dulu saat ada orang yang mengusir setan di dalam nama Yesus, Yohanes mencegahnya karena merasa bahwa dia bukan pengikut Yesus (Lukas 9:49). Lalu saat orang Samaria tidak mau menerima Yesus, Yohanes berkata, "…Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"(Lukas 9:54). Akan tetapi, Yohanes yang tidak sabaran dan temperamen ini kemudian pada akhirnya disebut-sebut sebagai Rasul Kasih. Dia menulis banyak pengajaran menyangkut kasih. Bagaimana Yohanes bisa berubah sedemikian drastisnya? Tentu saja jawabannya adalah karena dia sudah menyentuh dan merasakan kasih Tuhan secara nyata.

Yohanes mengatakan “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1 Yohanes 4:7-10). Yohanes telah mengikuti Yesus selama 3 tahun dan mungkin dia pada awalnya merasa bahwa dia telah mengasihi Tuhan, tetapi pada akhirnya Yohanes sadar bahwa bukan dia, melainkan Tuhanlah yang telah sungguh-sungguh mengasihinya. Mari kita bercermin pada diri kita. Mungkin kita sering berpikir bahwa Tuhan itu susah untuk ditemukan, mungkin kita sudah meluangkan waktu untuk saat teduh, tetapi kita merasa hambar dan merasa bahwa Tuhan tidak berbicara apa-apa pada kita. Mungkin kita lalu merasa berkecil hati dan berpikir bahwa Tuhan tidak terlalu tertarik dengan pergumulan-pergumulan kita. Ketahuilah bahwa pikiran seperti itulah yang Iblis kehendaki untuk kita miliki. Tetapi sesungguhnya, Tuhanlah yang terlebih mengasihi kita dan ingin meluangkan waktu dengan kita. Ia selalu menunggu kita karena Ia ingin mendengarkan kita. Dia lebih peduli pada Anda jauh dari apa yang bisa Anda bayangkan.

Bila Anda mempertanyakan kasih Tuhan, renungkanlah karya Yesus di salib untuk Anda. “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13). Yesus telah memberikan nyawa-Nya untuk Anda! Seringkali kita menganggap hal ini biasa karena sudah terlalu sering mendengar hal ini, tapi coba renungkan hal ini baik-baik. Coba bayangkan bila Anda rela memberikan nyawa Anda untuk seseorang, pastilah tidak ada hal lain apapun yang Anda tidak rela berikan, bukan? Karena nyawa sungguh merupakan hadiah terindah yang dapat kita berikan pada seseorang. Jadi kesembuhan, promosi, damai sukacita, dan berkat lainnya bukanlah tolak ukur seberapa besar kasih Tuhan kepada kita karena tolak ukur yang sebenarnya adalah penyerahan nyawa-Nya bagi kita. Akan tetapi tentu saja Tuhan ingin memberkati kita dengan hal-hal yang membuat kita bahagia, namun itu bukan tujuan utama-Nya. Tujuan utama-Nya adalah memastikan bahwa kita memperoleh hidup yang kekal dan juga membentuk karakter kita sehingga menyerupai Yesus, oleh sebab itu Dia mengizinkan kita melalui proses-proses yang terkadang terasa berat dan sulit.

Healing Quote:
Tuhan tidak pernah berjanji bahwa langit akan selalu biru dan cerah, akan ada saat dimana hujan turun dan badai bergelora. Tetapi Dia berjanji bahwa tangan kasih-Nya akan selalu menopang tanpa berkesudahan. Pandanglah wajah Yesus dan rasakan kasih-Nya terhadap Anda di setiap pergumulan hidup Anda.

“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yohanes 15:9)

Karunia Memilih

Ulangan 30:19-20a
Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun : Amsal 4; Yohanes 14; 1 Tawarikh 20-22

Menjadi dewasa. Seringkali merupakan dambaan seseorang merasa selalu dianggap anak kecil, atau mereka yang merasa kurang dewasa. Tapi menuju kedewasaan bukan proses instan, tapi dalam prosesnya seseorang perlu banyak melangkah. Langkah pertama dalam kedewasaan adalah menerima tanggung jawab sebagai siapa kita. Kepribadian kita tidak dibentuk sepenuhnya oleh apa yang terjadi pada kita, tetapi pada bagaimana kita meresponinya.

Kalau ada kebencian ditujukan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Kalau ada kata-kata yang tajam dan menyakitkan ditusukkan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Kalau ada perlakuan tidak adil diberikan kepada kita, bagaimana kita bereaksi? Banyak bentuk-bentuk emosi diperlihatkan sebagai pilihan reaksi. Beberapa di antaranya tampak benar dan wajar-wajar saja. Marah, kecewa dan sakit hati adalah reaksi alami dan paling umum dari seorang manusia.

Akan tetapi kita selalu punya pilihan lain. Allah memberikan sebuah karunia yang sangat besar kepada makhluk bernama manusia ini, yaitu kuasa untuk memilih. Ini karunia besar yang patut selalu kita sadari.

Biarlah kita belajar menerima tanggung jawab, bahwa kita punya kuasa untuk memilih, dan apa yang kita pilih akan menentukan menjadi apakah kita di masa mendatang.

Karunia Allah terbesar bagi kita adalah karunia untuk memilih.

Sunday, 10 June 2012

SAKRAMEN EKARISTI

----- Ekaristi adalah pesta perjamuan makan.
Dipimpin Tuhan Yesus sendiri. Kita diundang-Nya.
Manakah pakaian umat yang pantas untuk Ekaristi? Kalau kita malu menghadiri pesta perkawinan teman dengan pakaian Mall, mestinya kita pun malu dan merasa tidak pantas kalau menghadiri Ekaristi dengan pakaian Mall, pakaian sport, atau pakaian pantai

-------- Ekaristi adalah korban.
Apakah dalam Misa Suci, Yesus disalib tiap hari? Tidak
(a) Yesus disalibkan hanya sekali untuk selama-lamanya (Ibrani 7:27).
(b) Tapi kasih-Nya tak berakhir. Dan tiap hari Yesus memberi kita, segala milik-Nya (bahkan Diri-Nya dan Roh Kudus-Nya) agar manusia hidup-mulia-bahagia.
Kasih-Nya itu kita rayakan.

---- Untuk menerima Tubuh Kristus, bukankah lebih suci kalau pakai lidah? Boleh.
Tapi lidah tidak lebih suci daripada tangan.
Baca surat St.Yakobus (3:5-9): Lidah itu buas, penuh racun, bisa mengutuk orang lain yang Citra Allah, dan bisa membakar masyarakat.

--- Bolehkah Tubuh Kristus terkena pada gigi? Boleh. Bahkan boleh digigit dan dikunyah. Sebab Tuhan Yesus tidak berpesan “Terimalah dan telanlah” melainkan ”makanlah”.

---- Mengapa umat tidak diberi Darah Kristus? Dulu umat Katolik sedikit, mereka juga diberi Darah Kristus. Sekarang umat Katolik sudah ramai, Maka timbul masalah praktis (import anggur, biaya, wadah, tumpah ke lantai, waktu).
Dengan demikian iman-lah yang harus berperan. Kita mengimani, dalam Tubuh Kristus ada Darah-Nya juga. Namun kalau tak punya iman walau diberi Darah Kristus pun, orang tetap berbuat dosa.

--- Siapa yang boleh dan tidak-boleh menerima Tubuh Kristus?
Yang boleh menerima-Nya hanya orang Katolik, sudah dibaptis, sudah cukup umur dan dalam keadaan berahmat.
Sedangkan orang yang dalam keadaan tidak berahmat (sex di luar penikahan, homosex, perzinahan batin Mat 5:28-29, menikah di luar gereja, aborsi, pembunuh, kena hukuman ekskomunikasi, dsb.) tidak boleh menerima-Nya. Baca 1 Kor 5:11; 6:9-10, Gal 5:19-21.

------- Keikut-sertaan umat secara benar dalam Ekaristi, begini.
(a) Masuklah ke dalam gereja, jangan duduk di luar, timbalah rahmat Tuhan sebanyak-banyaknya.
(b) Participasio aktuosa (partisipasi aktif), aktif ikut doa, menyanyi, dan menunaikan tugas Ekaristi.
(c) Ikutilah misa seutuhnya (jangan datang terlambat atau pulang duluan).

MENYAMPAIKAN KEBENARAN DENGAN KERAMAHAN

"sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang.." 2 Timotius 2:24

Dalam mengajar, entah itu staff atau rakan kerja atau anak didik kita, maupun di pejabat, di sekolah atau perguruan tinggi, kita berhadapan dengan berbagai orang dengan daya tangkap yang berbeza-beza. Kerana daya tangkap satu dengan yang lain berbeza, ada yang pintar dan mudah mengerti, tetapi ada yang lambat mengerti, sehingga kita harus berulang-ulang mengajarkannya, dan setiap kali harus memperpanjang waktu mengajar agar mereka punya lebih banyak waktu untuk belajar memahami apa yang kita ajarkan. Ada kalanya rasa kesal mulai muncul, terutama ketika mereka bingung pada bagian yang padahal baru saja kita sebutkan. Tapi kita harus segera membuang rasa kesal itu dan tetap bersikap ramah. Sebab, kekesalan tidak akan menyelesaikan masalah, malah sebaliknya akan membuat mereka akan semakin tidak mengerti dan takut. Justru dengan ketenangan dan keramahan, mereka akan boleh menangkap pelajaran dengan lebih baik, meskipun kita harus meluangkan lebih banyak waktu.

Saya diingatkan dengan ayat bacaan diatas. Paulus mengingatkan Timotius, dan tentu bagi kita semua, bahwa sebagai seorang hamba Tuhan, ia tidak boleh emosi, tetapi haruslah ramah kepada semua orang. Timotius juga dituntut untuk cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut menuntun orang dalam pelayanannya.
(2 Timotius 2:24)

Kenapa demikian? "sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, kerana terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya." (masih pada ayat 24). Ketika orang melawan dan menentang kebenaran, Timotius haruslah memperbaikinya dengan ramah, sabar dan lemah lembut, kerana Tuhan selalu bersikap adil dalam memberikan kesempatan bagi siapapun untuk bertobat, tanpa terkecuali, tanpa pandang bulu. Tidak ada pilih kasih bagi Tuhan, kerana siapapun manusia itu adalah hasil ciptaanNya yang Dia kasihi. "

Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!" (Roma 3:29).
Tuhan tidak menganak-emaskan suatu bangsa tertentu, Dia akan memberi berkat melimpah dan keselamatan bagi siapapun yang berseru kepadaNya. "Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Kerana, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."
(Roma 10:12-13). Tapi bagaimana orang boleh mengenal Tuhan jika mereka belum percaya? Bagaimana orang boleh mengenal Tuhan tanpa ada yang memberitakan- Nya? (ayat 14).

Oleh sebab itulah Kristus sendiri mengutus kita lewat Amanat Agung untuk mewartakan kabar gembira bagi semua orang. "Kerana itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20).

Persoalannya adalah bagaimana kita boleh memberitakan tentang kebenaran dan keselamatan dalam Kristus jika kita mengandalkan emosi dan kekerasan? Disinilah kita melihat pentingnya sebuah kelemah-lembutan, kesabaran dan keramahan yang berpusat pada kasih.

Kita tidak akan mampu mewartakan kabar gembira apapun jika kita memakai dengan pemaksaan, kekerasan, penyiksaan dan sebagainya. Selain hal tersebut tidak akan membawa manfaat apa-apa dan malah semakin menjauhkan orang dari kebenaran, hal tersebut juga bertentangan dengan firman Tuhan. Kita justru diajak untuk bersabar dan tetap bersikap ramah. Dengan cara demikianlah kita boleh melepaskan mereka dari jerat iblis. Lihat, orang-orang yang melawan dan menolak kebenaran bukanlah musuh sesungguhnya yang harus kita perangi, tapi mereka adalah korban-korban jeratan iblis.

Jika kita rindu pada mereka agar boleh diselamatkan, wartakanlah kabar gembira dengan ramah, sabar dan lemah lembut. Kenalkan Kristus dengan kasih, kerana kebenaran tanpa kasih adalah sesuatu yang tidak akan pernah boleh menyentuh hati. Ada kesempatan bagi siapapun untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan, dan itu boleh terjadi jika kita mampu menjadi anak-anakNya yang rindu untuk mengenalkan Kristus Sang Juru Selamat dengan ramah dan penuh kasih.

Kebenaran dinyatakan dengan sikap mengasihi akan menyentuh hati dan membawa keselamatan bagi mereka yang belum percaya.

Pesta Tubuh dan Darah Yesus

10~June~2012~Hari ini kita merayakan Tubuh & Darah Yesus, sebagai katolik, kita percaya bahawa roti dan anggur dalam ekaristi menjadi benar tubuh dan darah yesus semasa epiclesis atau padri memgangkat tangannya dan mengucapkan doa ini" Let your spirit come upon these gifts to make them holy so that they may become for us the body and blood of our Lord Jesus Christ" Melalu Roh Kudus membolehkan dan mengubah semuanya itu dan bukannya kuasa paderi.

Tuhan hadir dalam banyak cara: melalui alam ciptaan, paderi, sister, umat awam dsb..namun secara istimewa dia benar hadir dalam Ekaristi. Itulah sebabnya masa komuni padri itu mengatakan "Tubuh Kristus". Bila paderi itu memberi hosti kudus itu kepada umat ia bukan simbol atau gantian tapi benar- benar Yesus, maka itulah sebabnya kita menjawab Amen...Amen dalam bahasa hebrew bermaksud percaya sepenuhnya. Maka kita percaya sepenuhnya dan sesungguhnya Hosti kudus itu adalah Yesus yang kita terima.

mungkin kita tertanya...kalau benar kenapa ia tidak mengubah hidup saya sebab saya sudah menerimanya berulang alik. Ingat, Ekaristi bukan makanan magic yang dapat mengubah hidup kita secara instant, jika kita berpikiran seperti itu kita amat salah sekali dan tersesat.

Menerima Tubuh Yesus memerlukan persiapan, pengorbanan, dan perubahan. Maka bila kita datang menerima maka kita harus datang dengan penuh kerendahan hati dan kesucian." Dalam kata lain perdamaian dan di damaikan" amat di perlukan. Maka dengan itu kita dapat di ubah oleh Dia dan menjadi lebih seperti Dia.

Maka bila kita datang menerima komuni, mari kita sedar bahawa kita datang menerima Yesus. Oleh itu apa saja yang kita ucapkan dan lakukan haruslah gambaran bagi dia yang kita terima...seperti kata St augustinus "Jadilah seperti yang engkau terima" atau dalam ekaristi "Tubuh Kristus"...Amen

‎"TERTINDAS"

Semua orang ingin hidup senang, damai, sentosa dan kaya, dan semua orang tidak mau hidup di dalam kesusahan, kekurangan, menderita dan tertindas.

Namun kelak ada saatnya dimana Tuhan mengijinkan kita 'berhadapan' dengan apa yang kita tidak mau, yaitu kesedihan, sesusahan, kekurangan dan bahkan posisi tertindas.
Di saat posisi kita seperti 'tertindas', kita dapat belajar dari pengalaman hidup Daud bersama dengan Tuhan.
Dia memiliki kesadaran akan apa yang Tuhan kerjakan di dalam kehidupannya.

Mazmur 119:71
"Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu."

Daud menyadari bahwa hidup yang diwarnai oleh kesenangan tanpa ada kesulitan yang berarti, lebih condong menjauhkan manusia dari Tuhan.
Sebaliknya kesulitan dan penindasan lebih sering membuat manusia ingat kepada sang penciptanya.

Mazmur 119:67
"Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu."

Karena itu, adalah wajar jika ada tantangan dan penderitaan, demi membuat hidup kita jadi seimbang.

Didalam kesulitan hidup dan posisi tertindas kita akan lebih mengenal diri kita sendiri, dan lebih mengenal kasih serta kuasa Tuhan yang tidak terbatas.

2 Korintus 12:9
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

Jadi mulai saat ini kita harus berterima kasih dan bersyukur atas segala bentuk kesulitan yang Tuhan ijinkan datang dalam hidup kita.
Percayalah ada maksud Tuhan yang baik di balik semuanya.

TUHAN JATUH CINTA KEPADA MANUSIA SEJAK AWAL DAN SIFATNYA KEKAL TIDAK BERUBAH

Tuhan mengasihi semua makhluk ciptaan-Nya tapi Tuhan jatuh cinta hanya kepada ciptaan-Nya yang serupa dan segambar dengan-Nya yaitu manusia. Itu sebabnya Tuhan mengasihi dan mencintai kita dengan kasih yang pribadi, memanggil setiap kita dengan nama kita masing-masing.

Ketika kita menjauh atau jatuh dalam dosa, Tuhan tidak berubah dalam kasih-Nya kepada kita. Itu sebabnya ketika anak terhilang jauh dari rumah dan melakukan dosa, bapanya tetap mengasihinya dan menantikan untuk bertemu kembali dengan anaknya. Tuhan mengasihi kita dengan kasih yang kekal.

Dalam hati Tuhan ada gelora cinta dan kasih yg terus membara, saat kita melakukan dosa maka perasaan cinta tersebut tertahan dan itu menyiksa hati Tuhan karena tidak bisa segera dicurahkan dan diekspresikan kepada manusia. Tuhan menanti selalu untuk mencurahkan segenap perasaan kasih dan cinta-Nya kepada kita anak-anak-Nya. Kenali kasih dan cinta yang tidak pernah berubah dan tidak pernah padam yaitu kasih dan cinta Tuhan.

Yesaya 43 : 4 “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku mengasihi engkau………”

Yesaya 43 : 24 ".....Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi a Aku dengan kesalahanmu."

Yesaya 30 : 18 "Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!"

Yeremia 31 : 20 ".....Sebab setiap kali Aku menghardik dia, tak putus-putusnya Aku terkenang kepadanya; sebab itu hati-Ku terharu terhadap dia; tak dapat tidak Aku akan menyayanginya, demikianlah firman Tuhan."

Doa yang menyenangkan Allah.

Saya percaya jenis doa yang paling menyenangkan Allah adalah doa yang sangat sederhana dan mudah dimengerti. Begitu sederhana di mana anak kecil juga dapat berdoa dengan cara yang menyenangkan Allah.

Para murid berkata pada Yesus, "Tuhan, ajarlah kami berdoa" (Lukas 11.1). Mereka tidak akan bertanya melainkan mereka mau belajar. Saya percaya kebanyakan yang membaca pesan ini rindu untuk setia dalam hal berdoa, tapi mereka tidak tahu bagaimana caranya. Mereka tidak mengerti tujuan doa dan tanpa menangkap tujuan penting doa, mereka tidak akan pernah dapat memiliki suatu kehidupan doa yang berarti dan memuaskan.

Banyak orang Kristen berdoa hanya karena merasakan bahwa berdoa itu suatu kewajiban. Bagi mereka doa adalah sesuatu yang "harus" mereka lakukan. Ada yang berdoa saat ada tragedi atau saat ada krisis yang melanda mereka dan mereka tidak akan berdoa lagi jika tidak ada kesulitan dalam hidup mereka.

Kita harus jelas bahwa doa bukanlah untuk manfaat kita, tapi kita berdoa karena hal itu menyenangkan Allah! Kita berdoa bukan demi diri kita tapi demi kesukaan Allah! Kita tidak hanya berdoa untuk meminta sesuatu yang kita butuhkan, tapi untuk meminta hal-hal yang diingini olah Allah. Tanpa dua unsur kita, kita tidak punya dasar untuk membangun kehidupan doa kita. Kita mencari kelegaan dan pertolongan dari Tuhan, tapi Allah merindukan persekutuan kita dengan kita - suatu keintiman dan komuni antara kita dan Allah.

" Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai" (Matius 6.25)

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu. Sebab janganlah kamu kuatir akan hari besok..." ( 6.33-34)

"Karena Bapamu mengetahui ap ayang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepadaNya" (6.8)

Allah sedang berkata pada kita: "Saat Anda datang ke dalam hadiratKu, fokuskan perhatian Anda untuk bersekutu dengan Aku, untuk mengenal Aku. Janganlah memfokuskan perhatian Anda pada hal-hal materi. Aku tahu apa kebutuhan Anda jadi Anda bahkan tidak perlu meminta. Aku akan mengurus semuanya. Marilah kita menikmati persekutuan yang manis..