Wednesday, 27 June 2012

Ada berapakah ANGKA yang kamu lihat??

Maksud dari gambar ini adalah....

Sebuah sudut pandang dan prinsip pemikiran setiap orang berbeza. Maka hormatilah dan jadilah pribadi yang bermanfaat. :)

Belajar dan Belajar

Selama kita hidup,tidak ada istilah berhenti untuk BELAJAR !!..Belajar dan belajar sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita manusia. Istilah belajar tidak hanya menuntut ilmu secara formal disekolah,....tetapi juga di 'Sekolah Kehidupan' yaitu 'Belajar' dari PENGALAMAN atau KEGAGALAN di masa lalu...'Belajar' dari KEBERHASILAN orang lain,....'Belajar' untuk menerima KELEBIHAN dan KEKURANGAN orang lain.Terlebih lagi'kita juga belajar untuk MENGERTI KEHENDAK TUHAN dalam hidup ini.Biarlah ROH KUDUS kiranya yg akan terus menyingkapkan hal2 baru. Tetaplah bertekun untuk BELAJAR didalam 'SEKOLAH KEHIDUPAN'...kerna itulah yang membuat kita memiliki 'Kecerdasan Spiritual'.

*******APA ITU SUKSES !!! *******

Setiap orang pasti ingin merasakan yang namanya sukses, dan mereka punya makna sendiri-sendiri mengenai arti dari kesuksesan.

Ada golongan yang mengatakan bahwa sukses itu adalah sesuatu yang berbau wang atau boleh disebut kapitalisme. Namun ada juga yang berpendapat bahwa sukses adalah segala sesuatu yang boleh membuat seseorang merasa senang, contohnya menolong orang, memberi barang, dan lain-lain.

Di golongan agama sukses adalah berhasilnya melewati segala cobaan. Sukses telah mendekatkan diri kepada sang pencipta (meskipun perasaan ini sangat jarang muncul). Namun dalam agama, sukses itu tidak ada akhirnya. akan terus berkelanjutan dan tidak boleh berhenti. Misalkan sukses puasa ramadhan, maka tahun depan pun harus terulang. Sukses ibadah haji, hikmah dan mawas diri akan sikap dan perilaku harus terulang dalam kehidupan sehari-hari, dan lain-lain

Banyak orang merasa frustasi dengan kegagalan mereka dalam meraih apa yang diinginkannya, bahkan tak sedikit yang mengambil jalan bunuh diri, kerana merasa gagal dan tak berguna hidup di dunia.

Padahal setiap kesuksesan pasti dikedepannya juga akan timbul masalah. Kerana sesungguhnya kebahagiaan di dunia ini tak ada yang abadi.Semua pasti ada saatnya akan hilang. Jadi kita sebagai manusia harus siap menghadapi segala keburukan yang akan menimpa diri kita. Percayalah setiap cobaan yang menimpa diri kita adalah petunjuk dari Tuhan untuk menuju kebahagiaan yang abadi. Agar setiap langkah kita selalu dalam bimbingan Tuhan..

Yang Terbaik, Berikanlah!

Bilangan 18:1-32; Lukas 21:1-4

“Dari segala yang diserahkan kepadamu, yakni dari segala yang terbaik di antaranya, haruslah kamu mempersembahkan seluruh persembahan khusus kepada TUHAN, sebagai bagian kudus dari padanya” (Bilangan 18:29).

Apabila Anda mengundang tetamu penting ke rumah Anda, apakah Anda akan menyajikan makanan yang merupakan sisa kemarin? Ataukah Anda menyajikan makanan yang sudah agak basi? Atau sup yang sejuk? Tidak, bukan? Anda pastilah menyiapkan makanan yang terbaik. Kalau perlu Anda sejak pagi hari berbelanja dan memasak makanan yang terbaik.

Sayang, prinsip seperti ini tidak kita gunakan saat bertemu dengan Allah. Tanpa sadar kita hanya menyajikan kepadanya sisa-sisa makanan malam kita. Kita hanya memberikan waktu sisa kepada-Nya. Setelah seharian melakukan berbagai kegiatan dan pada malam hari Anda menguap dengan mengucapkan “selamat malam” kepada Allah. Anda bersekutu dalam waktu yang amat singkat! Kita juga memberikan talenta yang tersisa. Misalnya Anda adalah seorang penyanyi yang seharian bekerja dan mengeluarkan album, tetapi suara Anda tidak begitu banyak Anda gunakan untuk memuji Tuhan. Hanya semenit dalam hati Anda memuji Tuhan. Anda juga memberikan wang yang sisa. Setelah panting2 membeli berbagai keperluan, kini yang tersisa atau lebihan sehaja yang menjadi bagian dari kantong persembahan di gereja. Nilainya sama dengan wang parkir!..

Kita tidak mau memberikan yang terbaik kepada Allah. Kita tidak mengerti rahasia berkat dibalik memberikan yang terbaik kepada Allah. Padahal dalam pembacaan hari ini kita membaca perintah Allah agar umat-Nya memberikan yang terbaik kepada-Nya. Kalau Anda melakukannya, maka Dia juga akan memberikan yang terbaik kepada Anda.

Yesus adalah yang terbaik dari Allah, dan Dia diberikan kepada manusia. Betapa pedihnya hati Bapa manakala Dia melihat Anak-Nya mati dengan cara yang hina. Tetapi Ia harus melakukannya supaya keselamatan diberikan kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Yang terbaik sudah diberikan, baiklah kita juga mau memberikan yang terbaik kepada-Nya.

Renungan:

Apa yang terbaik menurut Anda, berikanlah kepada Allah. Mungkin Anda terlalu sayang, tetapi pengakuan dari seorang mencintai-Nya tidak akan segan untuk memberikan yang terbaik. Anda itukah orangnya?

Apa yang terbaik dari Anda berikanlah kepada Allah.

Rahasia Menantikan Tuhan

Habakuk 2:1-5

Pada saat bangsa Israel berada dalam kesesakan, Habakuk selaku seorang nabi telah menjadi perantara antara Tuhan dengan bangsa Israel, dan ia berkata : ”Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mahu meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku.” Ia senantiasa menantikan firman Tuhan dan jawaban Tuhan untuk dapat disampaikan kepada bangsa Israel agar hati bangsa Israel tetap kuat dalam menghadapi pergumulan yang sedang terjadi.
Saudara, arti dari kalimat “berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara” adalah ia membawa segala pergumulan dan menantikan Tuhan dalam doa. Ia berusaha mencari wajah Tuhan dan kehendakNya lewat doa. Habakuk tidak jemu-jemu dalam menantikan jawaban Tuhan sebab ia telah menerima segala janji Tuhan, dan ia yakin apabila Tuhan berjanji pasti akan digenapi, seperti yang tertulis dalam II Petrus 3:9, ”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, kerana Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.”
Lalu, bagaimana dengan kita, apakah kita saat ini sedang menantikan jawaban dari Tuhan atas pergumulan kita ? Jika ya, marilah kita naik ke “menara doa” yaitu masuk dalam doa, sebab ketika kita menantikan Tuhan dalam doa,maka kita akan mendapatkan tiga hal diantaranya :

1.Revelation (Wahyu)
Apabila kita membaca dalam I Korintus 12:1-11, maka kita akan temukan salah satu dari ketiga hal tersebut di atas. Pada ayat 3 dijelaskan bahwa seseorang dapat menyebut bahwa Yesus adalah Tuhan kerana di dalam orang tersebut ada Roh Allah, dan orang yang mendapat karunia bernubuat atau wahyu itupun oleh kerana karunia Roh. Jadi betapa pentingnya seseorang mendapatkan wahyu dari Tuhan, kerna wahyu merupakan firman yang langsung disampaikan melalui Roh Kudus. Untuk itu apabila kita saat ini sedang dalam pergumulan, maka janganlah kita semakin menjauh dari Tuhan dan mulai mengandalkan kekuatan kita sendiri, sebab firman Tuhan menesihatkan, ”Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yeremia 17:5). Tetapi justru kita semakin dekat dengan Tuhan untuk mendapatkan wahyu dari Tuhan. Dan orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapatkan kekuatan baru. sementara kita menunggu sangat memerlokan kesabaran. Sebab tanpa kesabaran seseorang tidak akan mendapatkan apa yang dirindukannya.

2. Wisdom (Hikmat)
Pada saat kita berdoa kepada Tuhan, maka kita akan mendapatkan hikmat. Dan hikmat yang kita dapatkan bukanlah hikmat yang dari dunia melainkan hikmat dari Tuhan, seperti yang tertulis dalam I Korintus 2:6-9, ”Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. . . . . . ”
Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah menerima hikmat dari Tuhan. Saudara, ketika kita percaya bahwa Yesus adalah Tuhan maka di dalam diri kita ada Roh Allah. Dan apabila Roh Allah ada di dalam diri kita, maka kita akan memiliki pikiran Kristus, selain memiliki pikiran diri sendiri. Jikalau kita perhatikan dalam kehidupan sehari-hari maka kita akan melihat bahwa pada saat manusia mengajar manusia, maka itu pikiran manusia, sedangkan apabila Roh Allah ada di dalam hamba Tuhan, maka yang diajarkan oleh hamba Tuhan itu adalah pikiran Allah. Selanjutnya, apabila kita fokus kepada Tuhan dan mempersilahkan Roh Kudus berkuasa dalam kehidupan kita maka Roh Kudus itu akan memunculkan pikiran Allah, sehingga kita semua mendapat pikiran Allah / Wisdom (Hikmat). Itulah yang sulit diterima oleh orang dunia, sebab mereka tidak menerima Roh Allah. Oleh sebab itu, kita perlu banyak berdoa supaya kita semakin sensitif terhadap Roh Allah yang senantiasa memberikan input mengenai pikiran Allah. Dan tentunya pikiran Allah itu tidak dapat diterima dengan akal manusia, melainkan dapat diterima dengan iman.

3. Power (Kuasa)
Roh Allah itu bisa memunculkan kuasa dalam kehidupan kita, sehingga apa yang tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah dilihat oleh mata maupun timbul dalam hati kita akan disediakan bagi mereka yang mengasihi Dia. Pikiran Allah menciptakan iman yang dapat mengadakan mujizat.
Dan perlu kita perhatikan bahwa kita tidak dapat memaksakan masa penuaian itu, sebab tuaian kita tergantung dari apa yang kita tabur. Firman Tuhan itu datang dalam kehidupan kita namun belum nyata, tetapi Tuhan berjanji bahwa suatu hari pasti akan digenapi. Pada waktu kita menunggu jawaban dari Tuhan, waktunya tidak akan berlambat-lambat seperti yang dialami oleh Habakuk ketika menantikan jawaban Tuhan. . Tetapi kalau kita benar-benar berlaku tulus di hadapan Tuhan maka kita akan melihat kuasa Tuhan dinyatakan.

‎" KESENDIRIAN DAN KESEPIAN "

Merasa kesendirian bukanlah perkara yang sederhana. Hal ini boleh berdampak besar di dalam kehidupan seseorang.
Orang yang kesepian dan merasa sendiri akan dihantui dengan fikiran bahwa orang lain tidak peduli kepadanya, tidak ada lagi yang memperhatikannya. Dia dibayangi perasaan bahwa dirinya tak berharga, sehingga terpancar ketidak ceriaan di wajahnya dan dihantui dengan rasa sedih.
Kesendirian akan membuatnya mencari kompensasi dengan berbuat sesuatu yang merugikan dirinya sendiri, bahkan mungkin juga merugikan orang lain!!

Belajarlah dari Paulus yang tidak pernah merasa sendiri, kerana dia menyadari bahwa Tuhan YESUS selalu memperhatikan dan memberi penghiburan kepadanya.

2 Korintus 1:3
"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,"

Dengan menyadari bahwa Tuhan memperhatikan dan menghibur kita seharusnya tidak ada lagi perasaan kesepian dan kesendirian, justru di saat kita sendiri kita punya lebih banyak waktu untuk bersekutu lebih intim dengan DIA.

~ Kesepian bukanlah kehilangan seseorang namun kehilangan fokus, arah dan tujuan dalam hidup ~

INGIN MENDAPAT? HARUS RELA KEHILANGAN!

Baca: Kisah 20:17-38

"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima." Kisah 20:35

Umumnya sifat manusia adalah ingin memiliki atau mendapatkan tetapi tidak mau kehilangan atau berkorban. Maunya selalu menerima namun tidak mau memberi. Jadi yang selalu ada dalam pikiran manusia adalah bagaimana caranya mendapatkan dan juga bagaimana caranya supaya tidak kehilangan sesuatu.

Pikiran manusia sangat bertolak belakang dan berbeda dari pikiran dan jalan Tuhan. "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan." (Yesaya 55:8). Menurut pola dunia, semakin kita berhemat, harta kita semakin menumpuk dan kita akan semakin kaya. Apa kata firman? "Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum." (Amsal 11:24-25). Alkitab menyatakan bahwa orang yang banyak memberi berkat atau menabur justru semakin diberkati dan diberi kelimpahan oleh Tuhan.

Mengapa kita harus banyak memberi? 1. Memberi adalah perintah Tuhan. Tuhan memberkati kita dengan tujuan supaya kita menjadi berkat bagi orang lain. "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38). 2. Memberi adalah perwujudan kasih. Kekristenan dan kasih merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Jika kita mengaku sebagai pengikut Kristus tapi dalam kehidupan sehari-hari tidak punya kasih, sia-sialah kekristenan kita, karena Tuhan adalah kasih, dan kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata. 3. Memberi adalah jalan untuk diberkati. Melalui harta yang kita miliki kita dianjurkan untuk memuliakan Tuhan (baca Amsal 3:9).

Jadi, tujuan Tuhan memberkati kita bukan untuk kita nikmati sendiri, tapi supaya kita menjadi saluran berkat dan membantu pekerjaan Tuhan di bumi.

ORANG MALAS

Orang malas akan selalu mencari alasan dari setiap tindakannya yang kurang bertanggung-jawab.

Kemalasan akan membuat hidup kita tinggal tetap di tempat, tidak ada perubahan. Ada banyak alasan untuk seseorg mengatakan "malas", mungkin seringkali mengalami kegagalan dalam usaha.

Abraham Lincoln berkata,
"Yang paling saya prihatinkan bukan apakah Anda telah gagal, tetapi apakah Anda telah puas dengan kegagalan Anda".

Sebuah pepatah Cina mengatakan,
"Kalau Anda menginginkan kemakmuran satu tahun, tanamlah gandum. Kalau Anda menginginkan kemakmuran sepuluh tahun, tanamlah pohon. Kalau Anda menginginkan kemakmuran seratus tahun, kembangkan orang".

Pandai2lah membawa diri, jangan hanya pandai tetapi tidak cerdik.

Hidup terlalu singkat untuk pilih2, terlalu singkat untuk bersengit hati, terlalu indah untuk merasa bosan, dan terlalu istimewa untuk di sia2kan"
Kata William Artur Ward.

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah2 serigala, sbb itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati" Mat 10:16.

‎"Nasihat Sang Bijak"

Suatu hari Seorang bijak berjalan melintasi sebuah kampung. Seorang pemuda kasar yang sangat marah muncul dan mulai menghinanya

"Anda tidak berhak mengajari orang lain.!" Dia berteriak.

"Kamu sama bodohnya dengan orang lain. Kamu bukanlah apa-apa, selain munafik."

Sang bijak tidak marah dengan hinaan ini. Sebaliknya, Beliau bertanya kepada sang pemuda.

"Katakanlah padaku jika kamu membeli hadiah untuk seseorang, dan seseorang itu tidak mengambilnya, Siapakah pemilik hadiah itu.?"

Sang Pemuda terkejut diberi pertanyaan yang aneh. Kemudian dia menjawab " Hadiah itu akan menjadi milik saya, kerana saya yang membeli hadiah itu."

Sang bijak tersenyum dan berkata: "Hal itu benar dan sama saja dengan kemarahan. Jika kamu menjadi marah denganku dan saya tidak merasa terhina, maka kemarahan itu akan kembali padamu.

Anda kemudian menjadi satu2nya yang tidak bahagia, bukan saya. Semua yang anda lakukan akan menyakiti diri anda sendiri."

Jika anda ingin berhenti menyakiti diri sendiri maka anda harus menyingkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih.

Ketika kamu membenci orang lain, diri kamu lah yang akan menjadi tidak bahagia. Tetapi ketika kamu mengasihi orang lain, semua orang menjadi bahagia.

'Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.'

Anak Yang Cacat

Seorang Ibu sangat gembira ketika menerima telegram dari anaknya yang telah bertahun-tahun menghilang. Apalagi ia adalah anak satu-satunya. Maklumlah anak tersebut pergi ditugaskan perang ke Vietnam pada 4 tahun yang lampau dan sejak 3 tahun yang terakhir, orang tuanya tidak pernah menerima khabar lagi dari putera tunggalnya tersebut. Sehingga diduga bahwa anaknya gugur dimedan perang. Anda boleh membayangkan betapa bahagianya perasaan Ibu tersebut. Dalam telegram tersebut tercantum bahwa anaknya akan pulang besok.

Esok harinya telah disiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan putera tunggal kesayangannya, bahkan pada malam harinya akan diadakan pesta khusus untuk dia, dimana seluruh anggota keluarga maupun rekan-rekan bisnis dari suaminya diundang semua. Maklumlah suaminya adalah Direkter Bank Besar yang terkenal diseluruh ibukota.

Siang harinya si Ibu menerima telefon dari anaknya yang sudah berada di airport.

Si Anak: “Bu bolehkah saya membawa kawan baik saya?”

Ibu: “Oh sudah tentu, rumah kita cuma besar dan bilikpun cukup banyak, bawa saja, jangan segan-segan bawalah!”

Si Anak: “Tetapi kawan saya adalah seorang cacat, kerana korban perang di Vietnam.”

Ibu: “……oooh tidak jadi masalah, bolehkah saya tahu, bagian mana yang cacat?” – nada suaranya sudah agak menurun

Si Anak: “Ia kehilangan tangan kanan dan kedua kakinya!”

Si Ibu dengan nada agak terpaksa, kerana si Ibu tidak mau mengecewakan anaknya: “Asal hanya untuk beberapa hari saja, saya kira tidak jadi masalah..”

Si Anak: “…tetapi masih ada satu hal lagi yang harus saya ceritakan sama Ibu, kawan saya itu wajahnya juga rusak.. begitu juga kulitnya, kerana sebagian besar hangus terbakar, maklumlah pada saat ia mau menolong kawannya ia menginjak ranjau, sehingga bukan tangan dan kakinya saja yang hancur melainkan seluruh wajah dan tubuhnya turut terbakar!”

Si Ibu dengan nada kecewa dan kesal: “Nak, lain kali saja kawanmu itu diundang ke rumah kita, untuk sementara suruh saja tinggal di hotel, kalau perlu biar ibu yang bayar nanti biaya penginapannya..”

Si Anak: “…tetap ia adalah kawan baik saya Bu, saya tidak ingin pisah dari dia!”

Si Ibu: “Cuba renungkan nak, ayah kamu adalah seorang kesatuan yang ternama dan kita sering kedatangan tetamu para pejabat tinggi maupun orang-orang penting yang berkunjung ke rumah kita, apalagi nanti malam kita akan mengadakan perjamuan malam bahkan akan dihadiri oleh seorang menteri, apa kata mereka apabila mereka nanti melihat seorang anak dengan tubuh yang cacat dan wajah yang rusak. Bagaimana pandangan umum dan bagaimana lingkungan boleh menerima kita nanti? Apakah tidak akan menurunkan martabat kita bahkan jangan-jangan nanti boleh merusak citra bisness usaha dari ayahmu nanti.”

Tanpa ada jawapan lebih lanjut dari anaknya telefon diputuskan dan ditutup.

Orang tua dari kedua anak tersebut maupun para tetamu menunggu hingga jauh malam ternyata anak tersebut tidak pulang, ibunya mengira anaknya marah, kerana tersinggung, disebabkan kawannya tidak boleh datang berkunjung ke rumah mereka.

Jam tiga subuh pagi, mereka mendapat telefon dari rumah sakit, agar mereka segera datang ke sana, kerana harus mengenal pasti mayat dari orang yang bunuh diri. Mayat dari seorang pemuda bekas tentara Vietnam, yang telah kehilangan tangan dan kedua kakinya dan wajahnyapun telah rusak kerana kebakar. Tadinya mereka mengira bahwa itu adalah tubuh dari kawan anaknya, tetapi kenyataannya pemuda tersebut adalah anaknya sendiri! Untuk membela nama dan status akhirnya mereka kehilangan putera tunggalnya!

Kita akan menilai bahwa orang tua dari anak tersebut kejam dan hanya mementingkan nama dan status mereka saja, tetapi bagaimana dengan diri kita sendiri? Apakah kita lain dari mereka?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan

……. dengan orang cacat?

……..yang bukan kerana cacat tubuh saja?

……. tetapi cacat mental atau

……..cacat status atau cacat nama atau

……..cacat latar belakang kehidupannya?

Apakah Anda masih tetap mau berkawan dengan orang

…….yang jatuh miskin?

…… yang kena penyakit AIDS?

…….yang bekas pelacur?

…….yang tidak punya rumah lagi?

…….yang pemabuk?

…….yang  penggemar ?

…….yang berlainan agama?

Renungkanlah jawapannya hanya Anda dan Tuhan saja yang mengetahunya. Dan yang paling penting adalah “SIKAP” kita dalam memandang suatu hal harus kita ubah menjadi yang lebih baik atau lebih positif. Kerana dengan sikap positif secara automatik akan menumbuhkan sikap rendah hati, peduli terhadap orang lain dan tentunya hal-hal lain yang lebih baik.