Friday, 20 July 2012

Kenapa kita harus berada dalam suatu komuniti??

Barangkali pertanyaan semacam ini selalu muncul di tengah2 pemikiran kita. Mengapa gereja itu merupakan suatu bentuk persekutuan? Dan mengapa kita harus bersekutu?
Bahkan kenapa beberapa orang mau membentuk sebuah komuniti Rohani dalam dunia maya?

Ada 2 alasan kenapa orang Kristian harus tinggal dalam suatu komuniti Kristian yang menghidupkan.

(1) Membangun suatu hubungan.
Hubungan yang di maksud adalah hubungan dua arah antara manusia dengan Penciptanya dan manusia dengan sesamanya. Melalui komuniti ini, kita sama2 belajar untuk menetapkan timbangan keutamaan dan membentuk sikap-sikap Kristian yang dahsyat.
Saat seseorang mengutamakan Penciptanya dalam kehidupannya maka hal itu dipohon dalam sikap kasihnya pada sesamanya.
Demikian kita dalam group S.RC ini, kita saling membangun satu sama lain untuk semakin bertumbuh di dalam Kristus.

(2) Mengalami Kristus.
Di dalam Kristus ada 3 hal yang harus kita alami
(*) Mengalami kebenaranNya (kita memiliki iman yang kuat bahwa hanya Dialah jalan kebenaran yang hidup)
(*) Mengalami kasihNya (setiap saat kita di ajak untuk merasakan dan menyedari betapa kasihNya yang mau melawat dan menolong kita)
(*) Mengalami kuasa (sebagai orang percaya kita harus memeteraikan dalam diri kita bahwa mujizat itu masih ada dan kita pun harus menjadi perpanjangan dari Nya)

::Tujuan dari suatu komuniti adalah agar masing2 orang sama2 bertumbuh dan berbuah::

Amen”Amin

Kata “Amen”Amin” dalam bahasa Ibrani berarti, “sungguh-sungguh,” “benar” atau “memang benar demikian”. Dalam Kitab Suci, “Amen”Amin” merupakan suatu penegasan yang khidmat dan suatu seruan pembenaran. Setiap kali kita mengungkapkan "Amen"Amin" kita benar-benar yakin bahwa apa yang kita mohon kepada Tuhan dalam doa kita itu pasti akan terjadi."Amen"Amin" itu juga penyataan iman kita kepada Tuhan Yesus bahawa,YA, saya PERCAYA..

"UNDANGAN (MENJEMPUT)"

Siapakah yang kita undang setiap saat, detik, masa, jam, waktu, hari, etc...?

Bangun pagi, kita bedoa pada TUHAN... kita mengundang TUHAN...
Tiba-tiba kita dapati kita terlewat bangun dan makian terkeluar d mulut kita... kita mengundang iblis...

Di waktu makan tengahari... kita berdoa pada TUHAN... kita menjemput TUHAN...
Tiba-tiba kita dapati lauk kita ada sesuatu dan makian pun terkeluar dari mulut kita... kita mengundang iblis...

Di waktu hujan... kita berdoa pada TUHAN... kita mengundang TUHAN...
Tiba-tiba ada pemandu dengan sengaja memandu laju sehingga air yang bertakung di jalanan terpecik ke arah kita dan membasahi kita dan makian pun terkeluar dari mulut kita... kita mengundang iblis...

Di waktu kita punyai anak... kita berdoa pada TUHAN... kita mengundang TUHAN...
Tiba-tiba kita ternampak atau terbaca tentang pembuangan bayi, kita jadi marah dan makian pun terkeluar dari mulut kita... kita mengundang iblis...

Lihatlah... betapa mudahnya kita berdoa dan menjemput iblis dalam setiap perkataan kita... oleh itu... berhati-hatilah... sentiasa berjaga-jaga...

Boleh kah kita sama-sama mengubah cara kita...

Kalau kita terlewat dalam apa saja perkara... berdoalah bagi TUHAN... pinta TUHAN melintasi langkah kita...

Kalau kita dapati lauk kita terdapat sesuatu... berdoa dan bersyukurlah pada TUHAN sebab TUHAN memberikan kita penglihatan yang baik dan pinta TUHAN menjaga kesihatan kita...
Kalau ada pemandu dengan sengaja memandu laju sehingga air yang bertakung di jalanan terpecik ke arah kita dan membasahi kita... kita ampuni dosanya dan berdoa pada TUHAN agar TUHAN memberikan petunjuk yang baik kepada pemandu itu...

Kalau ada orang yang membuang bayi... berdoalah bagi roh bayi itu dan berdoa juga pada TUHAN agar TUHAN mengampuni dosa-dosa mereka dan memberikan petunjuk yang baik bagi mereka...

Inilah yang TUHAN pinta kepada kita untuk menjadi anak-anak terang... dan menjadi benih yang baik...

Renungan Tentang HARI...

Hari-hari kita menemukannya... "MONDAY, TUESDAY, WEDNESDAY, THURSDAY, FRIDAY, SATURDAY, and SUNDAY"

Tetapi bila ada hari yang mengembirakan, kita mudah lupa TUHAN...

Tetapi bila ada hari yang menyedihkan, kita mudah mengutuk TUHAN kerna membiarkan kita bersedih... seolah-olah kita merasakan TUHAN itu menjauhkan diri-NYA dari kita

Bila hari cerah... kita mengatakan hari sungguh panas terik dan tidak suka akan keadaan itu.

Bila hari hujan pula... kita mengatakan hari tidak begitu baik... asyiiiikkkkk hujan sahaja...

TUHAN berpesan... "AKU sentiasa ada waktu untuk kamu kerana AKU bagaikan hari yang tidak jemu-jemu bersemuka dengan kamu tetapi kamu tidak mampu bersemuka dengan KU walau sesaat kerna kesibukanmu, tidak memikirkan AKU malah mengutuki AKU dan segala ciptaan ALLAH BAPA... belajarlah untuk bersyukur... ANAKKU"

‎"Disconnected Dengan Tuhan?"

Pernahkah saat kita lagi asik-asiknya browsing atau main game online dan tiba-tiba line internetnya lambat atau putus? Atau ada tugas penting yang harus diselesaikan dengan deadline yang semakin mendesak dan tiba-tiba elektrik terpadam? Saat mengalami hal seperti itu, rasanya hari kita menjadi kacau dan pada akhirnya juga dapat mempengaruhi hidup kita. Demikian juga dengan hubungan kita dan Tuhan.
Kesibukan kita dan hal-hal dunia dapat menarik kita dari Tuhan yang akhirnya tanpa kita sedari membuat kita disconnected dengan Tuhan.
Saat kita semakin sibuk dan jarang berkomunikasi dengan Tuhan mungkin awalnya tidak terasa apa-apa. Tetapi perhatikan, kehidupan kita akan menjadi kucar kacir dan ada saja masalah yang muncul dan kita tidak tahu bagaimana untuk menghadapinya.
Kita menjadi marah dan saat itu baru menyedari bahawa kita sudah disconnected dengan-Nya.
Saat kita jauh dari-Nya, bukan bererti Tuhan menjauh juga dari kita kerana Ia selalu ada. Waspadalah, saat-saat seperti ini sungguh rentan kerana iblis tidak akan duduk diam. Ia akan memancing di air keruh.
Di saat-saat disconnected seperti ini, iblis akan menuduh kita dengan suara hati kita dan membuat kita merasa tidak layak untuk datang pada-Nya. Abaikan itu...jangan tunda lagi! Segera datang pada Tuhan dan curahkan segala isi hati kita pada-Nya. Segala risau kita termasuk rasa bersalah kita saat menjauh dari-Nya. Walaupun Tuhan terasa jauh, percayalah Tuhan tidak jauh, Ia tetap dekat dengan kita. Yang membuat kita tidak dapat merasakan kehadiran-Nya, hanyalah kesibukan dan dosa kita.
Asal penyesalan kita tulus, doa-doa kita akan diterima-Nya.
Ia akan membuat hati dan mata kita terbuka kembali dan merasakan kehadiran-Nya. Ia akan memulihkan dan memberi kekuatan yang baru sehingga kita sanggup menghadapi kehidupan ini.
Mintalah hikmat dari Tuhan untuk semua masalah yang muncul, buka hati dan telingamu untuk mendengar dan mentaati-Nya. Imanuel!

Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita ~ Mazmur 62:8
Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saat-Nya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu.
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia! ~ Yesaya 30:18
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.~ Yesaya 40:31.

Sobat Yang Setia

Ketika kau merasa sendiri, kesepian dan tak seorangpun yang menemanimu.

Ketika kau merasa dikecewakan, tiada satupun yang mengerti perasaan yang ada di hatimu.

Jangan putus asa, kau tidak sendiri. Ada Pribadi yang melihatmu, mataNya tidak pernah tertutup melihat keadaan yang sedang kau alami. Dia mengetahui dan mengerti airmata yang kau keluarkan.

Dialah Bapa kita yang setia, yang selalu menemani kita, tak sedetikpun Dia meninggalkanmu, Dia yang akan menemanimu di tengah kesesakan, kepahitan dan kekecewaan. Dia yang akan menghiburmu, menghapus airmatamu dan mengubah kesedihanmu menjadi kebahagiaan sejati.

Datanglah kepadaNya, Dia yang berjanji dan takkan pernah mengingkarinya. Dialah yang kauperlu kerana Dialah Segala-galanya dalam hidup kita.

Dialah Yesus, sobat yang setia yang akan selalu menemani kita sampai kita menutup usia dan berlanjut kepada kehidupan baru dimana tidak ada lagi kesedihan, kekecewaan, sakit penyakit dan airmata untuk selama-lamanya. Hanya sukacita, kebahagiaan dan kehidupan kekal bersamaNya.

Berusaha Untuk Lebih Baik

Usaha mencari dan menuntut kesempurnaan pada diri orang lain biasanya akan membuahkan kekecewaan kerana tidak ada seorang pun yang pernah terlahir dan hidup di dunia ini yang sempurna.

Lebih baik berusaha memperbaiki diri menuju ke arah kesempurnaan. Benar kita akan menemukan halangan, rintangan bahkan kegagalan dalam usaha tersebut akan tetapi kita pasti akan mengalami peningkatan kualiti hidup.

Menjadi orang yang sempurna memang adalah sebuah kemustahilan kerana kita adalah manusia yang tidak lari dari kelemahan, kesalahan dan keterbatasan namun berusaha untuk menjadi lebih baik menuju kesempurnaan bukanlah hal yang mustahil dan tidak dapat kita lakukan kerana itulah yang diharapkan Tuhan dan sesama kita.

"Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."" (Matius 5:48).

Yang penting ada keinginan besar dan usaha yang konsisten dalam pencapaian tersebut maka di waktu-waktu mendatang kita akan menjumpai hidup kita mengalami peningkatan dalam banyak hal.

Teruslah berjuang untuk hidup yang lebih baik dan lebih bergairah menghadapi kehidupan ini kerana hidup ini indah.

Bagaimana Mengatasi Beban Hidup -- Mazmur 55

Daud begitu terbebani dengan tekanan dari luar dan kesedihan yang ia alami sendiri. Beban hidup datang dalam berbagai bentuk: emosional, spiritual dan fizik – namun semuanya terasa berat dan menyebabkan kelelahan. Setiap kita sangat memahami keinginan Daud untuk ”terbang dan mencari tempat yang tenang” (Mazmur 55:7).

Sebagian beban yang kita pikul bukanlah bagian dari rancangan Tuhan bagi kita. Kita memikul rasa bersalah yang terus ada bahkan setelah kita mengakui dosa dan membuatnya semakin berat dengan kekuatiran kita akan masa depan. Kemudian kita masih menambahinya dengan kepahitan dan sikap tidak mau mengampuni sebab hidup ini terasa tidak adil. Beban seperti ini tidak datang dari Tuhan, dan Ia tidak akan menolong Anda memikul sesuatu yang Ia telah minta untuk Anda lepaskan.

Akan tetapi, ada beban lain yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Ia memberikan tanggung jawap kepada kita yang dapat membebani hidup kita dan terkadang Ia mengijinkan kesulitan yang melukai hati kita. Masalah dan pencobaan yang terus-menerus dapat melemahkan kekuatan kita dan akan membebani kita.

Setiap keadaan dalam hidup ini disaring terlebih dahulu melalui tangan Tuhan sebelum sampai kepada kita. Dari sudut pandangNya, hal-hal yang terlalu berat bagi kita merupakan kesempatan agar kita bergantung padaNya. Tuhan tidak pernah bermaksud agar kita memikul beban itu tanpaNya. Ia mengatakan agar kita memberikan kepadaNya (ayat 23) dan berjanji untuk menopang kita.

Menyerahkan kekuatiran Anda kepada Tuhan artinya melepaskan segala sesuatunya ke dalam kendaliNya. Ia akan menopang Anda dengan damai sejahteraNya saat Anda percaya kepadaNya..

Gunakan Waktu Dan Kesempatan Untuk Menabur Kebaikan!

Seringkali banyak orang yang mendambakan untuk mendapatkan yang terbaik dan pelayanan yang memuaskan tetapi lupa bahwa seharusnya kita yang terlebih dahulu untuk memberikan yang terbaik dan pelayanan yang berkualiti terlebih dahulu jika mengharapkan hal-hal baik terjadi atas hidup kita. Hanya mereka yang kurang waras apabila seseorang mengharapkan untuk menerima yang terbaik akan tetapi tidak pernah memenuhi harapan sesama untuk memberikan yang terbaik.

Taburlah terlebih dahulu benih kebaikan, kemurahan hati, senyum dan sapaan yang ramah bila kita berharap untuk menerima hal-hal itu. Jangan tahan kebaikan bila kita mampu untuk memberikannya kepada sesama kita yang memperlukan kerana kebaikan dan kemurahan hati yang dapat kita bagikan adalah model yang telah Tuhan berikan agar kita dapat saling membagi berkat kepada sesama.

Jangan sia-siakan waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal yang berguna dan bermanfaat kerana waktu yang ada berlangsung sangat singkat dan belum tentu kesempatan yang sama akan terulang kembali agar tidak terjadi penyesalan yang selalu datang terlambat.

Penuhi hari-hari kita dengan melakukan hal yang berharga dan kegiatan yang bermanfaat. Taburkan banyak-banyak berkat dan kebaikan yang dapat kau berikan kepada sesama maka hidup ini akan terasa semakin bermakna dan berharga serta akan selalu merasakan keindahan, kebahagiaan dan kedamaian di hati.

Surga itu tidak jauh, Surga ada di hati mereka yang peka untuk melakukan hal yang menjadi kerinduan Tuhan yaitu mengasihiNya dan mengasihi sesama. Dan salah satu ciri warga kerajaan sorga adalah hidup dalam kasih Tuhan dengan saling mengasihi satu dengan yang lain.

Hidup ini akan terasa indah bila kita bersedia untuk membagi kasih kepada sesama.

Benih yang kita tanam dalam fikiran menentukan hasil akhir kehidupan kita!

”Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.” Matius 13:24

Ada teori yang mengatakan: ”Menabur dalam fikiran akan menuai tindakan; menabur dalam tindakan akan menuai kebiasaan; menabur kebiasaan akan menuai sifat dan menabur sifat kita akan menuai tujuan hidup.”

Fikiran kita seperti tanah, tidak pernah memilih dan mempedulikan jenis benih apa yang hendak kita tanam. Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponsnya, lalu menumbuhkannya. Begitu juga bila kita menabur benih padi atau mungkin lalang, rumput liar dan juga tanaman-tanaman pengganggu sekali pun, tanah tetap saja akan merespons benih itu dan menumbuhkannya juga.

Apa pun yang kita tanamkan dalam fikiran, entah itu hal-hal yang baik atau pun negatif, fikiran kita akan segera menerima, merespons dan menumbuhkannya, tidak peduli hal itu akan berdampak positif/negatif terhadap kehidupan kita: membawa kepada keberhasilan atau sebaliknya menuju kehancuran. Sedar atau tidak, seringkali kita memperkatakan hal-hal buruk tentang diri kita sendiri: hidup saya penuh masalah, saya tidak akan berhasil, sakit saya tidak akan sembuh, keluarga saya hancur berantakan, saya bodoh!, saya tidak punya apa-apa (miskin), masa depan saya suram dan sebagainya. Hal-hal negatif yang kita ucapkan itu akan direspons oleh fikiran kita dalam bentuk sikap dan tindakan, yang pada saatnya akan menghasilkan sesuatu yang sama persis seperti yang kita tanam. Namun bila yang kita tanam hal-hal positif: semangat atau rasa percaya diri, fikiran kita juga akan merespons hal itu ke dalam sikap dan tindakan kita sehingga hidup kita akan menjadi seperti yang kita harapkan. Oleh kerananya firman Tuhan mengingatkan, ”...semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, fikirkanlah semuanya itu.” (Filipi 4:8).