Monday, 30 July 2012

MeRendahkan Hati

Rendah hati adalah pemikiran yang menganggap diri sendiri kecil, memiliki pemikiran yang tepat tentang diri kita. Bagi orang berdosa, definisi tersebut mengandung makna sebagai pengakuan dosa-dosanya, dan menyadari bahwa ia tidak layak untuk menerima anugrah Allah yang begitu besar.

Dalam budaya Ibrani, rendah hati adalah sebuah penundukan yang hanya dilakukan oleh para budak. Tetapi Paulus mengatakan bahwa kita harus rendah hati dalam setiap segi kehidupan kita. Rendah hati adalah lawan dari kesombongan yang mendorong perpecahan. Orang yang rendah hati menyadari bahwa dirinya di bawah program Allah (Yohanes 3:30), sehingga ia taat dan patuh pada Allah.

Rendah hati dinyatakan dengan sikap seorang hamba yang besuka cita untuk membuat orang lain berhasil. Upah terbesar dari kerendahan hati adalah menjadi seperti Kristus. Kerendahatian menempatkan Tuhan yang pertama, orang lain kedua, dan diri kita paling belakang. Ketika kita berpikir bahwa kita rendah hati, sebenarnya kita tidak rendah hati.

Membuka pintu rumah kita

(Opening our homes)
Dan kerana mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama² dengan mereka. Mereka bekerja bersama², kerana mereka sama² tukang kemah. Kis 18:3

Dalam buku Outlive Your Life (Hidup Melayani), Max Lucado menulis: “Keramahtamahan membuka pintu bagi terbentuknya suatu komuniti yang luar biasa. Bukan suatu kebetulan bahwa dalam bahasa Inggris, hospitality (keramahtamahan) dan hospital (RS) berasal dari bahasa Latin yang sama, kerana keduanya membawa pada hasil yang sama: kesembuhan.

Ketika Anda membuka pintu rumah bagi seseorang, undangan Anda mengandung pesan: ‘Engkau penting bagi saya & bagi Allah.’ Anda mungkin hanya berkata, ‘mari pergi berkunjung.’ Namun yang didengar oleh tetamu Anda adalah, ‘Saya diterima.’

Ini mungkin yang telah didengar dan dirasakan Rasul Paulus ketika Akwila & Priskila membuka pintu rumah mereka baginya. Ketika Paulus tiba di Korintus, kemungkinan ia merasa sangat lelah kerana perjalanan yang ditempuhnya dari Atena.

Boleh jadi Paulus merasa kecewa kaerana pelayanan yang sepertinya tidak berhasil di sana. Ia lalu menulis, “Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar” (1 Kor. 2:3). Akwila & Priskila kemungkinan bertemu dengan Paulus di suatu pasar di Korintus.
lalu mengundangnya untuk tinggal bersama mereka. Mereka menyediakan kesegaran bagi jiwa melalui keramahtamahan Kristian yang mereka tunjukkan.

Sebagai pengikut Yesus, kita dipanggil untuk bersikap ramah tamah dengan membuka pintu rumah kita demi menolong orang² yang sedang dilanda badai hidup & memperlukan pemulihan.
Kita dapat dipakai Tuhan kerana Dia sendiri telah menolong kita.

Bapa di surga, jadikan kami rela melayani sesama dengan menunjukkan keramahtamahan. Kiranya kami dapat menyediakan tempat perteduhan yang aman bagi mereka yang sedang dilanda badai kehidupan. Amin.

Keramahtamahan Kristian terwujud melalui hati dan pintu rumah yang terbuka.
(Christian hospitality is an open heart and an open home)

Bertanyalah

(It's okay to ask)
Pergilah, & katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, . . . kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Lukas 7:22

Wajar jika ketakutan dan keraguan terkadang muncul dalam fikiran kita. “Bagaimana jika ternyata surga itu tidak ada?” “Apakah Yesus satu²nya jalan menuju Allah?” “Apakah cara saya menjalani hidup akan diperhitungkan?” Pertanyaan² semacam ini tidak boleh dijawab dengan ter-gesa² atau seenaknya.

Yohanes Pembaptis, yang disebut Yesus sebagai nabi yang terbesar (Luk. 7:28), mempertanyakan beberapa hal sesaat sebelum penghukumannya.
Dia ingin tahu dengan pasti apakah Yesus itu Mesias & apakah pelayanannya selama ini sudah benar.

Jawapan Yesus menghibur yang dapat kita teladani. Alih² mengabaikan keraguan Yohanes atau mengkritiknya, Yesus merujuk pada mukjizat² yang sedang dilakukan-Nya. Sebagai saksi mata, murid² Yohanes dapat menghadap kembali dengan membawa keyakinan teguh bagi guru mereka.
Namun bukan itu saja yang Dia lakukan, Dia juga menggunakan perkataan & ungkapan dari nubuat Nabi Yesaya mengenai Mesias yang akan datang (Yes. 35:4-6; 61:1). Semua ini pasti telah dikenal baik oleh Yohanes.

Lalu, berkata kepada orang banyak, Yesus memuji Yohanes (Luk. 7:24-28), menghilangkan keraguan yang mengatakan Dia tersinggung oleh pertanyaan yang menuntut kepastian dari Yohanes yang selama ini telah menyaksikan pelayanan Yesus (Mat. 3:13-17).

Sikap mempertanyakan atau meragukan respons manusiawi yang dapat dimengerti.
Kedua sikap itu merupakan kesempatan yang diberikan mengingatkan, memastikan,& menghibur orang² yang terguncang oleh ke-ragu²an.

Saat jiwaku yang miskin terdampar dalam ragu dan kegelapan menutupi wajah Juruselamat, Kasih dan kebenaranNya mengenggamku erat kerana Dia ‘kan mendekapku dalam karunia-Nya.

Kita menerima kepastian saat kita meragukan apa yang kita pertanyakan dan meyakini apa yg kita percayai.
(Reassurance come as we doubt our doubts & believe our beliefs).

DIKALA TERJEPIT & TERHIMPIT

Setiap manusia pasti pernah mengalami kesulitan dalam kehidupannya.

Kesulitan bagaikan kesan kehidupan yang mewarnai perjalanan hidup manusia; boleh dikatakan , selama kita masih hidup dan ada di dunia ini, tidak ada yang bebas dari kesulitan.

Hari demi hari yang kita jalani, rasanya tidak pernah berhenti, dari satu permasalahan berganti dengan permasalahan yang lainnya..

Seolah hidup ini  h a n y a  seperti mengurai benang kusut yang tidak pernah ada habisnya.

Terkadang kesulitan yang harus kita hadapi membuat masa depan kita terasa gelap dan tidak ada harapan

Kesulitan yang ada seolah menjadi batu penghalang yang sangat besar dan terasa tidak mungkin untuk disingkirkan, sehingga membuat kita tidak mengerti harus berbuat apa lagi, karena semua daya dan upaya sudah terkuras habis..biss...

Disaat seperti itu, sebetulnya ada JALAN KELUAR, yaitu datang dan Berseru kepada Tuhan, kerana tidak ada masalah apa pun yang lebih besar daripada Tuhan...

Saat itu, Datang, Berseru, Berserah , Bersyukur kepadaNya, serta Percaya bahwa Dia selalu ada dan terlalu Sanggup melakukan perkara-perkara yang tidak mungkin menjadi mungkin...

NOTHING IMPOSSIBLE!

( Mazmur 50 : 15 )

PENYEMBAHAN - APAKAH ITU DIMENSI YANG TERHAD?

Semua aspek kehidupan kita yang memuliakan Dia adalah penyembahan. Apa pun yang bertentangan dengan itu BUKAN penyembahan.

Sama seperti doa yang tidak harus terhad kepada waktu rutin tertentu, demikian pula penyembahan harus tidak dimengertikan dengan kunjungan ke gereja pada hari ketujuh sahaja untuk layak dikatakan penyembahan. Itu dimensi pengertian yang SALAH.
Penyembahan adalah segala ungkapan hati kita untuk maksud mengagungkan Allah, ungkapan hati untuk mengasihi, menghormati dan memuliakan Dia. Apapun bentuk kehidupan kita yang memuliakan Tuhan itulah penyembahan, terpancar dari sikap hati yang tersalur pada sikap hidup kita yang mengkagumi dan menjunjung tinggi Tuhan di atas segalanya.
Segala wujud iman kita melalui perbuatan adalah penyembahan - Menyanyi bagi Tuhan, Membaca dan merenung firman Tuhan stiap hari, Bersyafaat, Memberikan persepuluhan, Mendengarkan khotbah, Mendengar lagu-lagu rohani, Mengasihi pasangan, Mensyukuri makanan dan minuman, segala bentuk kebaikan yang kita lakukan itulah makna penyembahan, ibadah yang sejati.
Maksudnya apa pun yang kita lakukan, selagi itu bersifat positif, sihat, benar, membangun, memberkati dan menimbulkan rasa syukur dan memuliakan Tuhan - itu adalah penyembahan.
Jika hari ini, kehidupan kita dihiasi dengan dusta sesama,mengumpat sesama, beremosi tanpa kawalan, melakukan penipuan, tertarik kepada hal-hal keuntungan duit untuk keselesaan sendiri, penuturan dan perkongsian lucah, dan sebagainya, lalu kita mengakhiri hari untuk pelabuhan peniduran dengan ucapan doa "Aku sungguh mengasihi-Mu, Tuhan. Terima kasih kerana memberikan aku hari ini untuk dilalui." makanya kita menjadi pendusta di hadapan Tuhan kerana tidak ada satu pun dari aspek kehidupan yang kita lalui hari ini yang telah memuliakan Tuhan. Sesungguhnya Dia menyelidiki kita apakah telah berlaku ibadah dalam hidup kita pada hari ini yang telah membawa makna penyembahan kepada-Nya.

Semoga hikmat pengertian ini membawa transformasi gaya penyembahan kita pada hari-hari mendatang. Jangan lelah, jangan mengeluh, tapi mari terus maju untuk membaiki cara dan gaya hidup kita agar berkenan menjadi penyembahan kepada Tuhan.

Saturday, 28 July 2012

‎"BERUBAH DARI DALAM"

Banyak orang yang begitu bersemangat mengikuti seminar motivasi atau pengembangan diri untuk menggalakkan kehidupannya, namun sayang.. Motivasi dan semangat itu hanya berlangsung beberapa minggu atau bulan saja. Mengapa..?
Kerana motivasi itu cuma datang dari luar, dari orang lain, dan bukan datang dari diri sendiri.

Ya, perubahan tidak akan berlangsung lama bila itu terjadi hanya dari luar. Sebaliknya jika kita mengharapkan perubahan sejati, maka kita perlu memulainya dari dalam diri kita sendiri.

Pengkotbah 1:17a
"Aku telah membulatkan hatiku untuk memahami hikmat dan pengetahuan, kebodohan dan kebebalan."

Ketahuilah, orang lain dapat membantu kita maju dan berjaya, namun kitalah yang paling peranan di dalamnya.

Untuk itu lakukanlah perubahan dari dalam, mungkin itu tentang sikap hati, corak fikiran, kebiasaan, dan yang lainnya.

Roma 12:2
"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna."

Yakinlah, jika yang di dalam diri kita sudah berubah, maka perubahan yang tetap akan menjadi milik kita.

UJIAN IMAN

“Dimanakah kasih setiaMu yang mula-mula ya Tuhan yang telah Kau janjikan dengan sumpah………….”
(Mazmur 89:50)

Ada kalanya dalam hidup ini kita mengalami masa-masa sulit dimana pergumulan hidup terasa berat, tekanan demi tekanan hidup terasa menyesakkan, kita runtuh dan merasa putus pengharapan saat melewati lembah kekelaman hidup kita, kita merasa Tuhan telah memalingkan muka dan meninggalkan kita sendirian menanggung semua beban ini.
Memang ada banyak hal yang terjadi dalam hidup kita yang tidak dapat kita mengerti saat ini, sebenarnya apa yang terjadi dalam hidup kita ini merupakan ujian terhadap iman dan permulaan pendewasaan rohani kita dimana. Tuhan telah berjanji tidak akan meninggalkan kita..

”Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau. Jangan bimbang, sebab Aku ini Allahmu, Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau, Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan”
(Yesaya 41:10)

Jika kita fokus dengan hanya melihat gunungan masalah dan beratnya tekanan maka kita akan merasa tawar hati dan sibuk mengasihani diri sendiri yang melemahkan kekuatan kita dan kita tidak akan dapat melihat dan merasakan kasih dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Yang dapat kita lakukan adalah tetap tinggal tenang dan percaya dalam rancangan kehendak Tuhan dalam setiap segi kehidupan kita. Tuhan sangat mengerti dan peduli kelemahan dan batas kemampuan serta kekuatan kita untuk menanggung segala sesuatunya. Dimana Tuhan juga telah berjanji bahwa pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak akan melampaui batas kekuatan kita serta, Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi permasalahan kita.

Nantikan dengan penuh pengharapan dan sukacita tergenapinya rancangan Tuhan yang sempurna dan indah atas hidup kita, semua akan indah pada waktunya..

Memikul Salib

Ayat bacaan: Luk 27
======================================================================
"Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku."

Ada banyak pandangan yang salah mengenai iman kristiani. Banyak orang berfikir bahwa menjadi seorang kristian, bererti hidup nikmat berkemewahan, tidak perlu bekerja, dan Tuhan akan mencukupi semuanya. Menjadi seorang kristian sama halnya seperti sebuah piknik di tempat super mewah. Jika hal itu tidak terjadi? Maka mereka kecewa, meragukan kewujudan Tuhan, atau menjadi pengembara agama.

Dengarlah, Yesus telah menyatakan sejak awal bahwa barang siapa yang tidak mau memikul salibnya dan mengikuti Yesus, dia tidak akan dapat menjadi murid. Apakah orang kristian ditakdirkan menderita? tentu saja tidak! Tuhan menjanjikan segala sesuatu bagi anda dan saya di kehidupan duniawi ini. Itu jelas, dan itu benar. Tapi bukan disitu titiknya, kerana kita memiliki destinasi akhir yang jauh lebih penting, sebuah kehidupan kekal. Apakah itu nantinya kehidupan kekal atau kebinasaan kekal, semua tergantung kita.

Saya tidak tahu apakah diantara anda pernah mengalami sulitnya menjadi pengikut Yesus ditengah2 saudara2 kita yang tidak percaya. Saya tidak tahu apakah anda pernah mengalami tekanan, penderitaan, disingkirkan, dianaktirikan, bahkan diusir dari rumah atau lingkungan anda begitu anda memutuskan untuk setia pada Yesus. Saya tidak tahu apakah anda mengalami kesulitan untuk digalakkan, mendapat kesempatan dan sebagainya, kerana isian KTP anda berbeza. Saya tidak tahu apakah anda pernah mengorbankan hal2 yang sangat berat dalam hidup anda. Tapi jika ya, inilah salib yang harus kita pikul. Dan percayalah, semua itu akan terbayar lunas di kehidupan kekal, yang amat sangat jauh lebih panjang dari sebuah kehidupan di dunia ini, bahkan seringkali anak2 Tuhan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memikul salibnya, kerana Tuhan sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkan kita sendirian mengalami masa2 sulit.

Memikul salib bukanlah sekedar tetap mengucap syukur ketika kita mengalami sakit kepala. Bukan pula sebuah bentuk kesabaran ketika rekan kerja kita tidak menyenangkan. Memikul salib mempunyai makna menyatakan diri sepenuhnya sebagai pengikut Yesus, dengan risiko apapun, dengan pengorbanan dalam bentuk apapun. Dalam keadaan paling sulit sekalipun, jika anda taat dan setia, Yesus akan selalu memberi kekuatan dan menunjukkan jalan keluar.

Iman kristian bukan sebuah piknik atau pesta, tapi sebuah permulaan perjalanan menuju keabadian yang penuh damai sejahtera..

Berani Mengaku Salah

Ayat bacaan: Mazmur 25:9
======================================================================
"Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati."

Banyak orang percaya salah satu hal tersulit untuk dilakukan adalah kerendahan hati untuk berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Secara pribadi, manusia mempunyai kecenderungan untuk membela diri dan melakukan pembenaran ketika tersepit. Mungkin lebih mudah untuk mengakui kesalahan pada atasan atau yang lebih tua dari kita, tapi pada anak, bawahan, yang lebih muda,atau murid2? sulit kan?

Padahal kalau mau jujur, tidak ada manusia yang melarikan diri dari kesalahan. Setiap hari, disengaja atau tidak, ada saja kesalahan yang kita lakukan. Dalam pekerjaan, terhadap kawan2, terhadap orang2 disekitar kita, terhadap istri atau anak. Nobody's perfect. Kesalahan adalah sebuah hal yang wajar, tapi berani mengakui kesalahan perlu kerelaan hati dan keberanian. Masalahnya, banyak orang menganggap bahwa mengaku salah sama dengan mengaku kalah. Tapi bagi Tuhan tidaklah demikian.

Lihat betapa Tuhan memberi perhatian besar kepada orang yang rendah hati. Alkitab diberikan sebagai pedoman dan hukum bagi kita untuk menjalani hidup, dan hanya orang yang mau melaksanakan isi dari alkitab lah yang dapat dibimbing oleh Allah. Tuhan tidak mau mengajar orang yang sombong, dan selalu menganggap diri dia lebih hebat. Jika mereka menganggap mereka sangat sempurna dan lebih hebat dari Tuhan, buat apa Tuhan mengajar mereka?

Tuhan ingin kita mempunyai sikap rendah hati. Kita mau membuka hati, mau diajar, mau mendengar, mengijinkan Tuhan berbicara dalam hidup kita, dan melakukan semua yang diajarkanNya. Mungkin di awal2 akan terasa berat untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf, tapi yakinlah,jika anda percaya pada Tuhan, turutilah pada ajaranNya, anda akan sampai kepada tahap dimana anda akan tersenyum sangat bahagia setelah anda berani meminta maaf.

Rendah hati dan bukan rendah diri, mengaku salah bukanlah tanda kalah.

~ KISAH BESI DAN AIR ~

Ada 2 benda yang bersahabat karib yaitu besi dan air. Besi seringkali berbangga akan dirinya sendiri. Ia sering menyombong kepada sahabatnya: "Lihat ini saya, kuat dan keras. Saya tidak seperti kamu yang lemah dan lunak" Air hanya diam saja mendengar tingkah sahabatnya.

Suatu hari besi menantang air berlumba untuk menembus suatu gua dan mengatasi segala rintangan yang ada di sana .
Aturannya : "Barang siapa dapat melewati gua itu dengan selamat tanpa terluka maka ia dinyatakan menang." Besi dan air pun mulai berlumba :

Rintangan pertama mereka ialah mereka harus melalui penjaga gua itu yaitu batu-batu yang keras dan tajam. Besi mulai menunjukkan kekuatannya, Ia menabrakkan dirinya ke batu-batuan itu.Tetapi kerana kekerasannya batu-batuan itu mulai runtuh menyerangnya dan besipun banyak terluka di sana sini kerana melawan batu-batuan itu.

Air melakukan tugasnya ia menetes sedikit demi sedikit untuk melawan bebatuan itu, ia lembut mengikis bebatuan itu sehingga bebatuan lainnya tidak terganggu dan tidak menyedarinya, ia hanya melubangi seperlunya saja untuk lewat tetapi tidak merusak lainnya. Score air dan besi 1 : 0 untuk rintangan ini.

Rintangan kedua mereka ialah mereka harus melalui berbagai celah sempit untuk tiba di asas gua. Besi merasakan kekuatannya, ia mengubah dirinya menjadi mata bor yang kuat dan ia mulai berputar untuk menembus celah-celah itu. Tetapi celah-celah itu ternyata cukup sulit untuk ditembus, semakin keras ia berputar memang celah itu semakin hancur tetapi iapun juga semakin terluka.

Air dengan santainya merubah dirinya mengikuti bentuk celah-celah itu. Ia mengalir santai dan kerana bentuknya yang boleh berubah ia boleh dengan leluasa tanpa terluka mengalir melalui celah-celah itu dan tiba dengan cepat diasas gua. Score air dan besi 2 : 0.

Rintangan ketiga ialah mereka harus dapat melewati suatu lembah dan tiba di luar gua besi kesulitan mengatasi rintangan ini, ia tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia berkata kepada air : "Score kita 2 : 0, saya akan mengakui kehebatan kamu jika engkau dapat melalui rintangan terakhir ini !" Airpun segera menggenang sebenarnya ia pun kesulitan mengatasi rintangan ini,tetapi kemudian ia membiarkan sang matahari membantunya untuk menguap. Ia terbang dengan ringan menjadi awan, kemudian ia meminta bantuan angin untuk meniupnya kesebarang dan mengembunkannya. Maka air turun sebagai hujan. Air menang telak atas besi dengan score 3 : 0.

RENUNGAN SINGKAT :

Jadikanlah hidup kamu seperti air. Ia dapat memperoleh sesuatu dengan kelembutannya tanpa merusak dan mengacaukan kerana dengan sedikit demi sedikit ia bergerak tetapi ia dapat menembus bebatuan yang keras. Ingat hati seseorang hanya dapat dibuka dengan kelembutan dan kasih bukan dengan paksaan dan kekerasan. Kekerasan hanya menimbulkan dendam dan paksaan hanya menimbulkan keinginan untuk membela diri.

Air selalu merubah bentuknya sesuai dengan lingkungannya, ia flexibel dan tidak kaku kerana itu ia dapat diterima oleh lingkungannya dan tidak ada yang bertentangan dengan dia.
Air tidak putus asa, Ia tetap mengalir meskipun melalui celah terkecil sekalipun. Ia tidak putus asa. Dan sekalipun air mengalami suatu kemustahilan untuk mengatasi masalahnya, padanya masih dikaruniakan kemampuan untuk merubah diri menjadi uap (Inilah Mujizat)