Saturday, 2 June 2012

BELAJAR , MENGERTI & MEMPERBAIKI

Kita pernah "DILUKAI"
dan mungkin pernah "MELUKAI"
tapi karena itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.

Kita pernah "DIBOHONGI"
dan mungkin pernah "MEMBOHONGI"
tapi dari itu kita belajar bagaimana sakitnya rasa dibohongi
dan tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.

Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi
Sampai Tuhan memanggil:
"Waktunya PULANG rumahmu sudah selesai"...

‎*TIDAK ADA YANG KEBETULAN*

Seberat apapun beban hidup kita hari ini ...
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi...
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani..
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai..
Sejenuh apapun hari hari kita lalui...

Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini, jenuh dan membosankan.

Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia..
Hari hari yang kita lalui hampa tiada arti..

Kegagalan kita temui disana sini..
Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti..
Beban hidup terasa berat menjerat.

Bagi mereka yang tidak punya iman, mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan!!!

Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Tuhan..
Jangan pernah berhenti berdoa, Karena harapan adalah masa depan..
Karena harapan adalah sumber kekuatan dan doa adalah pintu kebaikan, Karena doa adalah senjata orang beriman.

Yakobus 4:16b
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."

Hidup ini hanya sekali, terlalu indah untuk kita buat sia sia, karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia sia.
Kita hanya perlu menyadari dan memahami jalan yang DIA tetapkan untuk setiap kita.

Yesaya 55:8-9
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu"

Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi.

Betapa indahnya hidup ini bila hari hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan.

Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan, kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Betapa dahsyatnya bila kita menyadari bahwa apapun yang terjadi, kita tidak dibiarkan berjalan sendiri.. KARENA ALLAH ADA BERSAMA KITA

Roma 8:28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

TIDAK SALAH MENJADI KAYA

“Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan” (Yakobus. 5:5).

Menanggapi Firman Allah di atas, banyak orang Kristen salah dalam menafsirkannya. Mereka berfikir bahwa orang Kristen tak boleh hidup mewah, sebab kemewahan identik dengan “keduniawian” dan tidak rohani.

Perhatikan Tuhan berkata: “Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, …” Jadi “berfoya-foyanya” dalam kemewahan itulah yang dilarang Tuhan. Tapi bila kemewahan itu digunakan untuk kemuliaan Tuhan, maka kemewahan ini tak ada salahnya. Dan Tuhan juga memberkati banyak tokoh dalam Alkitab dengan sangat berlimpah, dan hidup mereka sesuai Firman Allah.
Kita dapat mempergunakan harta kekayaan kita untuk memuliakan Allah, seperti kata dalam Alkitab : “Muliakan TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu”. (Amsal 3:9)

Peringatan untuk tidak berfoya-foya dalam kemewahan itu tidak terbatas dalam lingkup sempit, tetapi juga termasuk perbuatan kejam terhadap orang-orang yang tak berdaya. Yakobus berkata: “Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu”. (Yakobus 5:6)

Bukankah banyak orang kaya memperdaya dan “membunuh” orang benar yang lemah keadaan ekonominya? Mereka menjalankan bisnis dengan sangat licik, menghalalkan segala cara, sehingga orang-orang miskin yang tak berdaya ini, terpaksa menyetujui persyaratan bisnis yang keji dan licik. Selain itu, banyak orang-orang kaya, pengusaha-pengusaha yang menekan karyawan-karyawan, pengerja-pengerja dan pembantu-pembantunya dalam upahnya dan memeras tenaga mereka seperti sapi perah, adalah juga termasuk berfoya-foya dalam kemewahannya tanpa rasa prihatin, kasih dan peduli sama sekali.
Orang kaya seperti mereka inilah yang perlu bertobat, karena kekayaannya akan habis terbakar “api”. “

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! – Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu (Yakobus 5:1;4)

Ingatlah segala kekayaan, kelimpahan, kejayaan dan kesehatan yang kita peroleh dari Tuhan harus kita kembalikan untuk kemuliaan Tuhan.

Melayani dengan Tulus

Melayani dengan Tulus adalah penyampaian bahasa yang dapat didengarkan oleh orang tuli dan dapat dilihat oleh orang yang buta. Demikian kata bijak yang selalu dapat kita jadikan tauladan dalam setiap menjalani kehidupan bersosial dengan orang-orang di sekitar kita.

Melayani merupakan tindakan kita dalam keseharian ketika kita berinteraksi dengan siapa saja, baik itu saudara, rekan ataupun masyarakat di sekitar kita. Semakin sering kita memberikan pelayanan yang positif, semakin kuat rasa solidaritas kita akan sesama.

Tulus adalah ungkapan yang keluar dari hati yang paling dalam. Jika tulus kita wujudkan dalam tindakan, maka hasilnya adalah setiap jiwa yang memiliki hati akan selalu dapat menangkap pancaran ketulusan ini.

Melayani dengan tulus, pada akhirnya merupakan tindakan dalam keseharian dalam berinteraksi dengan siapa saja yang keluar dari hati yang paling dalam yang akan selalu memancar ke setiap jiwa yang memiliki hati nurani yang baik.

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN

Ada seorang laki-laki, dimana setiap orang yang melihat fisiknya pasti setuju bahwa ia bukan laki-laki yang menarik. Badannya gemuk dan tingginya di bawah rata-rata, wajahnya tidak hensem. Ia bukan orang yang kaya raya juga bukan orang yang punya kepandaian khusus. Jalannya agak lemah, dan suaranya pun sumbang untuk menyanyi. Sebut saja ia bernama Milo.

Sehari-hari ia bekerja sebagai pegawai sebuah kedai buku dengan gaji yang tidak seberapa. Milo sudah hampir berumur 40 tahun, ia kadang merasa frustasi kerana ia belum punya pasangan hingga saat ini, Ia kadang merasa Tuhan tidak adil baginya dirinya seperti itu, tidak ada wanita-wanita yang sekitar kerana mengaguminya, tidak ada kelimpahan harta padanya, atau orang-orang yang memujinya kerana kehebatannya.

Suatu ketika, pulang dari tempat bekerja melewati lorong yang gelap, seorang remaja tinggi besar menghadangnya. Wajahnya tidak nampak jelas kerana gelapnya malam. Remaja itu menunjukan sebuah pisau pada dadanya "Serahkan wangmu kalau mau selamat" katanya dengan nada suara agak berat. "Anda menginginkan wang saya? ambillah semuanya" katanya dengan tenang. Remaja itu membiarkan Milo mengambil wangnya, diserahkan semua wangnya ke tangannya. Sikap Milo nampak tenang sekali.

"Anda tidak takut kalau aku membunuhmu disini?" tanya remaja itu. Oh, tentu tidak. Tidak ada yang berharga pada diriku, sekalipun aku harus memberikan nyawaku aku tidak takut" katanya dengan tenang. Menghadapi sikapnya yang tenang, remaja itu makin penasaran dan pelan-pelan menurunkan pisaunya. "Anda tidak takut mati? " tanya remaja itu lagi. "Saya tidak takut mati, saya tidak memiliki apapun di dunia ini. Saya milik Tuhan, jika anda membunuh saya maka anda mengembalikan saya kepada Tuhan.

"Anda seorang Kristian?" tanya remaja itu. Ya tepat, bagaimana anda boleh tahu?" tanya Milo.

Remaja itu akhirnya memperkenalkan diri. Milo lalu mengajaknya duduk di sebuah tangga dari kedai yang telah ditutup. "Aku seorang preman, aku pernah membunuh belasan nyawa. Dulu aku orang Kristian juga, Ayahku dulu sering sekali memukul ibuku dan juga anak-anaknya hingga kami hidup dalam kekerasan. Ia sering mabuk dan aku pernah hampir dibunuhnya, selain ia tidak punya pekerjaan tekanan hidup menjadikan aku seperti ini." Kemudian lanjutnya lagi " Baru kali ini aku menemui orang yang tidak takut padaku" katanya. Tiba-tiba air mata meleleh dari kedua pipinya , "Seumur hidupku baru pertama kali aku menangis. Aku tidak tahu kenapa, aku seperti orang bodoh menangis di hadapanmu." Kasih Tuhan terus menyinari malam hari itu.

"Kamu pasti lapar, aku punya makanan untukmu" kata Milo sambil mengeluarkan roti dari tasnya dan memberikan padanya. "Aku melihat ada suatu kekuatan yang begitu kuat keluar dari dirimu, menarik aku kembali pada suatu tempat dimana aku dulu pernah berada" Remaja itu adalah orang yang paling ditakuti di tempat tersebut, reputasinya sebagai sebagai pembunuh belum ada tandingannya. Bagaimana mungkin orang seperti Milo boleh membuat hatinya luluh? Malam itu ia bertobat dan apa yang terjadi? Banyak dari anak buahnya yang akhirnya bertobat dan kembali pada jalan kebenaran.

Pernahkan anda merasa tidak berharga? Tidak punya kelebihan apa-apa. Anda merasa fisik anda tidak menarik, anda juga merasa tidak punya harta apa-apa yang boleh diberikan. Tuhan tidak pernah menciptakan kita tanpa maksud. Anda mungkin berkata "Tuhan. Apa saya seperti ini boleh dapat jodoh? apa saya layak melayaniMu? Apa saya boleh berhasil? " Semua adalah mungkin bagi Tuhan. Pernahkah anda membanding-bandingkan diri anda dengan kelebihan orang lain, lalu anda merasa minder?

Saudara terkasih, apapun keadaan kita, Tuhan begitu mempedulikan kita. Sekalipun pelayanan kita mungkin hanya seorang penyapu halaman gereja, Kita tetap seorang yang hebat di mata Tuhan. Jangan pernah bersedih hati, kalau mungkin kita mempunyai cacat fizik. Jangan putus asa kalau orang tidak mengganggap keberadaan kita. Kerna kita sama berharganya dengan ciptaanNya yang lain. Ketahuilah, Kita begitu berharga dimataNya, sehingga Ia begitu tidak ingin kehilangan kita semua.

Yesaya 43;4 -- " Oleh karena engkau berharga di mataKu, dan mulia, dan Aku mengasihi engkau"

Amin.
Mari sambut hari ini dengan ucapan syukur,senyuman manis dan fikiran yang positif.

‎* Maukah Engkau MENJADI ANAK KU

Yohanes 1:12-13
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Kita semua diperhadapkan dengan sebuah keputusan yang harus dibuat dalam hidup ini. Apakah kita menerima pemberian Putra Allah yang Tunggal itu atau menolak Dia? Ini adalah pilihan kita.

Bapa tidak menginginkan satu orang pun yang menolak pemberian yang sangat berharga ini, namun Ia juga tidak akan pernah melanggar kehendak bebas kita untuk memilih. Ia menawarkan kepada setiap kita ekspresi yang tertinggi dari kasih-Nya yaitu melalui pemberian Putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Pemberian ini diberikan dengan cuma-cuma dan juga harus diterima dengan sukarela.

Kitalah yang harus membuat keputusan ini. Allah Bapa telah melakukan semua yang dapat Ia lakukan untuk menyingkirkan semua penghalang yang akan menghalangi kita untuk kembali pada-Nya. Yesus memastikan hal itu dengan cara menanggung atas diri-Nya sendiri seluruh beban dan hukuman dosa kita ketika Ia mati di kayu salib di Kalvari. Sekarang tidak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk menjadi anak Allah; kecuali satu hal yaitu pilihan kita sendiri.

Jadi, pastikan hari ini Saudara mengambil pilihan yang tepat, yakni menerima anugerah Bapa dengan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan menerima Dia dalam hidup Saudara.

Jika Saudara belum pernah berdoa untuk dapat dilahirkan ke dalam keluarga Allah yang luar biasa; doa berikut ini dapat menolong Saudara untuk mengekspresikan dengan kata-kata seruan hatimu untuk dikasihi dan diterima seutuhnya dan tanpa syarat oleh Allah Bapa & Putra-Nya Yesus Kristus.

Doa: Bapa, saya mau menjadi anak-Mu! Saya berterimakasih karena Engkau telah mengutus Putra-Mu Yesus untuk menggantikanku di kayu salib & menanggung dosaku, sehingga saya bisa pulang ke rumah kepada kasih-Mu. Aku percaya bahwa Yesus Kristus mati bagiku dan aku dengan sukacita menerima-Nya sebagai Tuhan & Juruselamatku.

Terima kasih Yesus untuk ketaatan-Mu kepada kehendak Bapa-Mu, dengan cara mati di kayu salib bagiku. Aku berterima kasih karena Engkau telah menanggung dosaku. Aku berbalik dari cara hidupku sendiri & menerima kehidupan-Mu sebagai hidupku. Datanglah ke dalam hatiku Tuhan Yesus, hari ini. Amin.

Sunday, 22 April 2012

SELAGI MUDA LAYANILAH TUHAN!

Pengkotbah 11:9-10, 12:1-8

"Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: 'Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!'" Pengkotbah 12:1

Kehidupan manusia tidak hanya berlangsung di dunia ini saja, tapi ada kehidupan baru setelah kematian. Jadi hidup manusia ada dua tahap: hidup sementara di dalam dunia dan hidup dalam kekekalan di akhirat nanti seperti dikatakan oleh Rasul Paulus, "...jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia." (2 Korintus 5:1).

Adalah salah besar jika orang berkata bahwa hidup hanya sekali saja yaitu saat di bumi ini. Dalam Yesaya 22:13 dikatakan: "Tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: 'Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!'". Seorang kaya yang bodoh juga berkata kepada dirinya sendiri, "Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah." (Lukas 12:19). Orang kaya ini lupa bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar. Jika hidup ini hanya sebatas lobang kubur buat apa kita berlelah-lelah melayani Tuhan, tekun dalam ibadah dan mempertahankan iman di dalam Kristus? Pengkotbah mengingatkan, selagi masih muda (dengan kata lain: selagi masih ada kesempatan) biarlah kita gunakan waktu yang ada untuk mengejar perkara-perkara yang menuju kepada kekekalan.

Biarlah waktu-waktu yang kita lewati ini adalah kesempatan bagi Tuhan untuk mengurapi kita dan memakai kita sebagai alat kemuliaanNya. Terlebih bagi kita yang masih muda, masa muda adalah masa emas bagi kita berbuat sesuatu untuk Tuhan dan juga sesama. Kita tahu usia muda adalah masa yang rawan bagi seseorang karena kebodohan melekat pada hati anak muda. tertulis: "Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya." (Amsal 22:15). Kebodohan membuat mereka gampang jatuh dalam dosa. Sebagai anak-anak Tuhan, jangan sia-siakan kemudaanmu!

Potensi dalam dirimu adalah harta termahal. Persembahkan itu kepada Tuhan sebagai alat kebenaranNya sehingga masa mudamu menjadi teladan bagi banyak orang dan nama Tuhan dipermuliakan!

2 kunci kemenangan atas masalah

1. Sabar
“Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan” Masalah yang bertubi-tubi datang membuat kita ingin agar masalah dapat cepat terselesaikan. Kita selalu menginginkan jawaban yang instan dalam kehidupan kita. Sehingga pada akhirnya, jika tidak ada pilihan lain, kita mulai mencari jalan pintas. Kita mulai menghalalkan cara-cara yang tidak sesuai dengan Ayat/Firman Tuhan. Kita mulai berkompromi dengan kehidupan dosa. Iblis senantiasa mencari kesempatan melalui masalah yang kita hadapi untuk dapat menjatuhkan kita. Iblis selalu ingin menyeret kita untuk jatuh ke dalam dosa. Ayat/Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menjadi orang yang sabar. Orang yang sabar bagaikan seorang pahlawan. Seorang pahlawan adalah seseorang yang berjasa bagi orang/pihak tertentu, seorang yang mempunyai kekuatan untuk meraih kemenangan, seorang yang punya kemampuan untuk mengalahkan musuh dan seorang yang mampu memimpin orang banyak untuk memenangkan pertempuran. Ketika kita menanti jawaban Tuhan dengan sabar, maka Dia yang adalah setia akan selalu menolong kita tepat pada waktunya. Dan pada akhirnya kita akan dapat menyelesaikan masalah demi masalah dengan kekuatan yang dari Tuhan dan meraih kemenganan bagi masalah kita.

2. Kuasai Dirimu
Seringkali dalam menghadapi masalah, kita cenderung berada dalam posisi yang tertekan. Hal ini mengakibatkan emosi kita naik dan menjadi mudah marah. Orang-orang di sekeliling kita akan mudah sekali kena efeknya, entah itu keluarga, suami, istri, kakak, adik, teman, rekan kerja dan lainnya. Ada kecenderungan untuk mencari-cari kesalahan. Bahkan hal-hal masa lalu yang tidak perlu diungkitpun juga ikut terungkit kembali. Kemarahan sering muncul ketika kita berada dalam masalah. Apalagi jika masalah yang satu belum selesai, kemudian datang lagi masalah-masalah lainnya. Seakan kepala akan meledak rasanya. Ayat/Firman Tuhan mengajarkan kita untuk menguasai diri dan menjadi lambat dalam amarah. Ketika kita mau belajar untuk mengendalikan amarah dan emosi kita, kita melebihi orang yang dapat menguasai sebuah kota dalam suatu peperangan. Kita dapat menguasai segala masalah berat apapun yang kita hadapi. Kita akan dapat menyelesaikan masalah dengan pikiran yang jauh lebih jernih. Sebagian besar keputusan yang diambil pada waktu emosi adalah keputusan yang akan berakibat buruk bahkan fatal. Oleh karena itu perlu sekali bagi kita untuk dapat mengendalikan emosi kita. Jangan sampai kita mengambil keputusan yang akan disesali di kemudian hari. Amarah tidak akan membawa kepada penyelesaian masalah, melainkan akan menjadikan masalah semakin rumit. Tetapi kepala yang dingin akan sangat membantu sekali dalam menghadapi masalah.

“Kerana itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.”
Marilah kita menguasai diri dalam keadaan berat apapun yang dialami, sehingga kita sanggup meraih kemenangan. Ayat/Firman Tuhan banyak sekali memberi rahasia untuk meraih kemenangan dalam berbagai masalah kehidupan. Di atas telah kita lihat beberapa di antaranya. Dengan menjadi sabar dan menguasai diri maka kita memiliki kunci rahasia untuk meraih kemenangan dalam setiap masalah.

JANJI TUHAN

Sejak kecil, kedua orang tua mendidik saya untuk menepati janji. Mereka mengajarkan hal itu dengan cara memberi teladan terlebih dahulu. Akibatnya, tiap kali orang tua atau siapa saja yang menjanjikan sesuatu kepada saya, saya tidak akan berhenti mengingatkan sampai mereka menepatinya.

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman menjanjikan sesuatu untuk saya. Setiap hari saya mengingatkan dia sampai akhirnya dia bosan sendiri dan memberikannya kepada saya. Ketika saya melakukan itu, Tuhan mengingatkan saya, "Mengapa kamu tidak sedemikian gigihnya kepadaKu? Mengapa seringkali kamu kurang percaya kalau Aku tidak akan mengingkari janji yang telah Kubuat?"

Sering kita melakukan hal demikian kepada Tuhan. Kita berhenti berdoa setelah beberapa waktu doa kita belum juga dijawab. Kita kurang mempercayai janji Tuhan untuk masa depan yang penuh dengan harapan, untuk kesembuhan atas sakit penyakit, untuk hidup berkelimpahan, dan banyak lagi.

Tapi saat ini maukah Anda untuk mulai mempercayai Tuhan, memberikan kendali atas seluruh hidup Anda kepada Tuhan, untuk mengklaim semua janji yang telah diberikan Tuhan kepada Anda?

Sama seperti seorang hakim yang akhirnya bosan karena janda yang terus menerus "menghantuinya" atas sebuah permintaan, Tuhan juga akan menjawab doa Anda ketika Anda tidak berhenti berdoa.

Tuhan Yesus Memberkati....

Renungkan

Berapa umur kita saat ini?
25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...
Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita?
Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan?
Tidak ada seorang pun yang tahu bila kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan ayam berkokok menandakan pagi telah tiba.
Waktu untuk kita bersiap melakukan aktiviti, sebagai karyawan, sebagai
pelajar, sebagai seorang profesional, dan sebagainya.
Kita memulai hari yang baru.
Pecahannya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di pejabat, itu hal biasa.
Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak
buah yang tidak memuaskan, dan banyak masalah ketika pekerjaan harus kita
hadapi di pejabat.

Tak terasa, siang menjemput...
"Waktunya istirahat..makan- makan.."
Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir.
Otak serasa tersumbat.
Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan.
Matahari sudah berada tepat di atas kepala.
Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...
Perut kenyang, boleh jadi kita bukannya semangat bekerja malah mengantuk.
Aduh tapi pekerjaan masih lagi banyak yang belum selesai.
(Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi 'manusia-manusia sulit' yang menghambat pekerjaan kita )

Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...
Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah.

Gelap mulai menjemput.
Lelah sekali hari ini.
Sekarang jalanan pecahan.
Bila saya sampai di rumah.
Badan letih sekali, dan badan rasanya melekit.
Nikmat nya air hangat saat mandi nanti.
Segar segar...
Ada yang mendorongkan kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bas segera ingin sampai di rumah.
Dinamik sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba.
Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita.
"Ohh..ada sup ayam".
"Wah soto daging buatan ibu memang sedap sekali", anak memuji masakan Ibunya.
Itu juga kan yang sering kita lakukan.
...Selesai makan, bersantai sambil tengok TV.
Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktiviti hari ini, membuat kita tidur dengan lelap.
Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.
Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang.
Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.

Jika pandangan kita tentang erti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bezanya dengan haiwan yang puas dengan boleh bernafas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur.
Siang atau malam adalah sama.
Hanya rutin... sampai akhirnya maut menjemput.
Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam erti yang luas.
Sebagai manusia jelas kita memiliki perbezaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutin.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita boleh mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah ... dan sebagainya.

Begitu banyak Kehidupan yang boleh kita jalani.
Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita ?
Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutin kita ?
Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutin belaka ?
Kita tidak tahu bila ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 minit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu...
Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang memperlukan kita.
Mereka menanti kehadiran kita.
Mereka menanti dukungan kita.
Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama......
Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita.

Bersyukurlah padaNYA setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah.
Selamat menjalani hidup yang lebih berkualiti.
Tuhan memberkati...