Saturday, 2 June 2012

Manusia adalah mahluk hidup yang diciptakan berbeda dari mahluk hidup lainnya

Salah satu kelebihan manusia dari mahluk hidup lainnya adalah kekuatan dan kemampuan logika atau cara berpikirnya.

Dengan logikanya seorang manusia dapat menghitung, menilai, menalar bahkan memprediksikan sesuatu atau kondisi tertentu, sehingga dengan kemampuannya itu membuat manusia menjadi mahluk yang paling cerdas di muka bumi ini.

Namun kemampuan logika manusiapun tidaklah menjadikan manusia menjadi mahluk yang sempurna, karena dengan logikanya itu dipakai untuk mengukur kemampuannya dalam menghadapi sesuatu, menghitung sebuah peluang dalam mengerjakan sesuatu. Dan hasil dari kemampuannya itu adalah : mungkin dan tidak mungkin..., bisa dan tidak bisa..., mudah dan sukar...

Ketika kita mengukur kemampuan kita dan hasilnya kurang mendukung dalam menghadapi sesuatu hal, dari sinilah munculnya akar kekuatiran.

Jika kekuatiran mengenai kurangnya kemampuan membuat kita membatasi apa yang akan kita kerjakan, maka sebetulnya kita membatasi apa yang mungkin kita capai!!

Disaat seperti inilah pengharapan dalam iman kekristenan harus bicara,
"Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27)

YESUS KRISTUS adalah ALLAH yang kita sembah dapat mengubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Lukas 18:27 :
Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Selama apa yang kita kerjakan adalah sesuatu yang Allah ingin kita kerjakan, dan kita mengijinkan-Nya terlibat didalamnya, maka kita akan mencapai lebih dari yang kita harapkan.

I Korintus 2:9 :
Tetapi seperti ada tertulis : "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Oleh karena itu jangan terlalu bangga dengan logika kita, karena iman didalam YESUS KRISTUS dapat melakukan jauh lebih hebat dari akal sehat kita.

JANGAN PERNAH LUPAKAN TUHAN

Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!"

Tidak ada seorang pun manusia yang ingin hidupnya dipenuhi problem. Tidak ada yang mau berada dalam tumpukan persoalan. Tapi namanya hidup, tentu ada saat-saat dimana kita tidak bisa mengelak dari hal tersebut. Benar, itu tidak nyaman, bisa menyakitkan, apalagi kalau datangnya tidak satu-satu melainkan sekaligus, beruntun dan bertumpuk. Titik terang penyelesaiannya pun tidak terlihat, seolah kita tiba-tiba berada di sebuah lorong gelap tanpa ada cahaya apapun. Dalam situasi seperti ini ada saat-saat kita menjadi lemah akibat tertekan beban berat, dan pada saat seperti itu jika tidak hati-hati kita bisa lupa kepada tuhan. Kita tidak lagi ingat bahwa kuasa dan kemampuan Tuhan tidak terbatas, juga lupa kepada kebaikan, kasih setiaNya dan janji-janjiNya. Himpitan masalah penuh penderitaan berkepanjangan akan mulai mengaburkan pandangan kita tentang kebaikan Tuhan, dan mulai menganggap bahwa Tuhan mungkin sudah tidak lagi peduli dengan hidup kita, atau bahkan mulai mempertanyakan keberadaanNya. Di saat-saat seperti itu kita perlu diingatkan kembali akan keajaiban kuasa Tuhan yang tidak terbatas, seperti Tuhan mengingatkan Ayub di saat penderitaan yang ia alami berada pada titik puncak.

Ayub mengalami serangkaian pengalaman tragis dalam hidupnya yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Membaca kisah Ayub berarti membaca bagaimana kehidupan seseorang bisa jungkir balik dalam sekejap, bagaikan roda yang berguling cepat, sedetik sebelumnya di atas lalu sedetik kemudian berada pada bagian terbawah. Pada awal kitab Ayub kita bisa mengetahui siapa Ayub sebelumnya. Ayub dikenal saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. (Ayub 1:1). Ia disebut sebagai orang yang terkaya di sebelah timur (ay 3). Hidupnya sangatlah nyaman dan sempurna. Tetapi tiba-tiba semuanya jungkir balik. Ribuan ternaknya musnah (ay 16-17), anak-anaknya tewas (ay 19), hartanya habis ludes dan jika itu belum cukup, penyakit kulit mengerikan menimpa sekujur tubuhnya. (2:7). Selesaikah? Ternyata tidak. Istrinya sendiri mengutuki dia, dan teman-temannya mengolok-olok apa yang terjadi atas dirinya. Lengkap sudah penderitaannya. Kita mungkin akan shock jika tiba-tiba mengalami itu semua tanpa disangka-sangka, Ayub pun demikian. Awalnya ia masih bisa menerima dengan pasrah, tetapi kemudian ia terperangkap dalam pikirannya sendiri bahwa Tuhan telah bertindak tidak adil. Ayub yang sedang sengsara dalam kesakitan luar biasa baik secara fisik maupun mental lupa siapa Tuhan itu sebenarnya dan seperti apa besarnya kuasa Tuhan. Dan yang terjadi kemudian, Tuhan kembali mengingatkan Ayub mengenai kuasanya. Mari kita lihat beberapa diantaranya.

1. Tuhan yang meletakkan dasar bumi.
"Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!" (38:4)
2. Tuhan yang menetapkan batas samudera.
"Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim?" (ay 8)
3. Tuhan menerbitkan matahari pagi.
"Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya" (ay 12).
4. Tuhan berkuasa atas hidup dan mati.
"Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat?" (ay 17)
5. Tuhan mendatangkan salju (ay 22), hujan (26), bahkan membekukan air (30).
6. Tuhan membuat rumput-rumput bertunas lewat hujan (26-27)
7. Tuhan memberi hikmat dan kebijaksanaan (ay 36)
8. Tuhan menetapkan masa mengandung dan melahirkan bagi hewan (39:4)
dan seterusnya.

Semua ini diingatkan Tuhan kepada Ayub, agar Ayub tidak lupa kepada kuasa Tuhan meski ia tengah berada pada titik terendah dalam kehidupannya di dunia. Tuhan bagaikan berkata: "Hai Ayub, lupakah engkau terhadapku? Apakah engkau tidak lagi menyadari siapa Aku sebenarnya, dan sebesar apa kuasaKu?" Kita tahu apa akhir dari cerita ini. Hidup Ayub dipulihkan sepenuhnya, bahkan ia kemudian memperoleh lebih dari apa yang ia peroleh sebelum ia mengalami situasi menyakitkan itu.

Seperti kepada Ayub, pesan ini pun berlaku kepada kita semua. Benar bahwa dosa-dosa yang kita lakukan bisa membawa kita masuk kepada penderitaan, tetapi ada juga saat dimana Tuhan mengijinkan hidup kita dimasuki berbagai masalah dan kesulitan untuk alasan tertentu. Namun itu bukan berarti bahwa Dia sedang mengabaikan atau bersikap kejam menyiksa kita. Ada tujuan-tujuan tertentu dibalik semua itu, dan pada akhirnya kita akan menyadari bahwa semua itu membawa kebaikan bagi kita. Dikala lemah, segala yang diingatkan Tuhan ini menjadi pesan penting agar kita tidak melupakan kebaikan Tuhan dan berhenti untuk mengucap syukur kepadaNya. Dalam Mazmur kita bisa melihat bahwa tidak peduli dalam keadaan apapun, baik atau buruk, Tuhan tetap ada bersama kita, dan kuasaNya selalu turut serta di dalamnya. "Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: "Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang." (Mazmur 139:8-12). Lihatlah bahwa sesungguhnya dalam keadaan seperti apapun, seberat dan sepahit apapun yang terjadi dalam hidup kita pada saat-saat tertentu, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian. Dia tetap ada bersama anak-anakNya yang begitu Dia kasihi. Mungkin hari ini ada diantara teman-teman yang tengah berada di bawah serangkaian pergumulan berat, jangan putus asa dan kehilangan pegangan, sebaliknya peganglah baik-baik pesan Tuhan hari ini. Jangan pernah lupa kepadaNya, jangan pernah ragu akan kuasaNya yang mampu membuat segala sesuatu yang mustahil menjadi mungkin, jauh melampaui kemampuan daya pikir dan akal budi kita. Tuhan tidak akan meninggalkan anak-anakNya yang selalu taat kepadaNya, dan Tuhan sudah menjanjikan bahwa tidak akan pernah berkekurangan orang-orang yang takut akan Dia. (Mazmur 34:10). Dalam kondisi yang paling tidak kondusif sekalipun, tetaplah bersyukur dan pegang teguh iman yang percaya kepada Tuhan sepenuhnya.

Jangan lupakan dahsyatnya kuasa Tuhan mengatasi segalanya.
Amin

Jangan takut terhadap pengajar sesat..

Anak Tuhan sejati memiliki Roh Kudus di dalam dirinya yang akan memampukannya mengenali roh jahat atau roh sesat di dalam para pengajar sesat. Namun Roh Kudus akan berfungsi maksimal kalau kita sendiri bertekun dalam firman Tuhan karena pada hakikat-Nya tugas Roh Kudus adalah mengajarkan dan mengingatkan apa yang Tuhan Yesus sudah ajarkan di dalam firman-Nya.

Petrus sadar, di kalangan jemaat yang ia gembalakan, sudah ada pengajar-pengajar sesat yang mencoba membodohi anak-anak Tuhan dengan dongeng-dongeng isapan jempol manusia. Orang Kristen yang membaca Alkitabnya akan dapat membedakan ajaran sejati dari ajaran ngawur yang tidak alkitabiah. Ada beberapa kriteria disebutkan Petrus untuk mengenali ajaran sesat mereka.
Pertama: ajaran mereka menyangkal prinsip kebenaran yang diajarkan Alkitab. Mereka memutarbalikkan kebenaran.

kedua:inti pengajaran mereka sebenarnya mau merangsang hawa nafsu jemaat. Ajaran mereka menggoda orang untuk tidak melihat Allah, tetapi menikmati dosa.

Ketiga: motivasi mereka yang hanya mencari keuntungan diri sendiri akan kelihatan.

Petrus menasihati jemaat untuk tidak takut terhadap pengajar sesat maupun ajarannya karena mereka pasti dihukum Tuhan dengan keras. Petrus memaparkan fakta bahwa dari zaman ke zaman selalu ada penyesat, dan penyesat itu akhirnya dibinasakan Tuhan (4-8). Tuhan tahu menyelamatkan umat-Nya dari penyesatan, Tuhan juga tahu membinasakan para penyesat (9-10). Tuhan berdaulat menentukan kapan waktunya!

Kita memang harus waspada terhadap ajaran-ajaran di luar gereja, tetapi juga yang menelusup masuk ke dalam gereja. Caranya adalah dengan disiplin rohani membaca-gali Alkitab setiap hari, ikut pembinaan iman yang diselenggarakan gereja kita, dan tentu mempraktikkan kebenaran itu dalam hidup kita. Jangan takut terhadap ajaran sesat maupun pengajarnya. Tuhan pada waktu-Nya akan menghakimi guru palsu dan menghancurkan ajarannya.

Ayat Alkitab: 2 Petrus 2:1-10

2:1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu . Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.
2:2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat .
2:3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda.
2:4 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman;
2:5 dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik;
2:6 dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian,
2:7 tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, --
2:8 sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa --
2:9 maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman,
2:10 terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan.

Amin.
Mari sambut hari ini dgn penuh ucapan syukur,senyuman termanis dan pkiran positif.

Menjadi Orang Yang Semangat

Tetap semangat,Beragam persoalan boleh menimpa siapa saja. Entah orang kaya atau miskin, tua atau muda, setiap orang selama hidup di dunia ini selalu berhadapan dengan berbagai persoalan. Setiap orang, terlepas dari status sosial, pendidikan, profesinya, dan bahkan sebagai hamba Tuhan pun tidak terluput dari yang namanya pergumulan atau persoalan. Manusia harus berhadapan dengan masalah selama hidup di dunia ini. Setiap orang tentunya memiliki persoalan yang berbeza-beza.

Kita tidak boleh menyerah, walau badai apapun yang sedang menimpa. Sebab pencobaan yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, seperti yang disebutkan dalam Firman Tuhan.

“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya”
1 Kor 10:13

Allah itu baik. Dia sahabat kita, dalam segala susah Dia selalu datang menghibur. Biasanya ada beberapa hambatan-hambatan dalam meraih sebuah keberhasilan adalah antara lain, sikap yang putus asa, patah semangat, menyerah, keinginan untuk mundur, dan lain sebagainya. Kalau sikap seperti ini dibiarkan akan membuat seseorang itu menjadi frustrasi, dan tetap tinggal dalam masalahnya. Dalam menghadapi setiap masalah, kita membutuhkan sebuah semangat untuk berjuang dan bangkit, dengan pertolongan Tuhan agar kita sampai pada tujuan yang diinginkan.

Dalam cerita di Alkitab kita dapat melihat sebuah kondisi yang mengisahkan seseorang yang tidak lagi bersemangat dalam hidupnya, yaitu kisah nabi Elia. Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu, larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.

Ada beberapa kondisi yang dialami nabi Elia ini, yaitu:
1. Ia kelelahan, lelah jasmani setelah perjalanan panjang, empat puluh hari, empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yaitu gunung horeb.

“Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku” 1 Raj 19:4b.

b). Ia merasa telah gagal membuat bangsa Israel untuk bertobat,

“Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatNya bagi Tuhan, Allah semesta alam,karena orang Israel meninggalkan perjanjianMu, meruntuhkan mezbah-mezbahMu dan membunuh nabi-nabiMu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku” 1 Raj19:10

Allah tidak tinggal diam, Ia tetap memperhatikan Elia yang sedang patah semangat itu. Ia membiarkan Elia istirahat dan tertidur, kemudian Allah mengirim malaikatNya untuk memberi makan Elia. Allah juga datang untuk memberikan semangat kepadanya dan memperkuat imannya di gunung Horeb itu. Allah sesungguhnya tidak akan meninggalkan nabi ataupun umat-Nya yang setia.

“Firman Tuhan kepadanya:”, pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Elisa bin Safat, dari Abel Mehola, menjadi nabi menggantikan Engkau” 1 Raj 19:15-16

Ketika anak-anak Tuhan putus asa dimanapun mereka berada, melalui Yesus Kristus mereka dapat memohon kepada Allah, untuk menerima kekuatan dan semangat agar mampu menghadapi situasi.

Orang yang bersemangat adalah orang yang tidak mau menyerah, dan tidak mau terpengaruh oleh keadaan, sekalipun hal itu kurang baik. Tindakan/perbuatannya tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan. Mengapa demikian ? Karena, ia memiliki target dan tujuan yang ingin dicapainya. Orang yang bersemangat akan tetap optimis, mereka percaya karena bersama dengan Allah akan mampu untuk menghadapi setiap kesukaran.

“Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” Fil 4:13

Orang yang bersemangat memiliki iman, tetap percaya pada Firman Allah yang berkuasa. Jadilah orang yang bersemangat dalam hidup ini, apapun kondisi yang sedang terjadi, tetap miliki semangat. Semangat sangat diperlukan untuk memperoleh apa yang ingin kita capai. Karena dengan bersemangat kita akan tetap mengarahkan pandangan kita kepada tujuan, dan ada usaha untuk mencapainya.
Amin.

Mari sambut hari ini dengan senyuman,ucapan syukur dan fikiran yang positif.

BELAJAR , MENGERTI & MEMPERBAIKI

Kita pernah "DILUKAI"
dan mungkin pernah "MELUKAI"
tapi karena itu kita BELAJAR
tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.

Kita pernah "DIBOHONGI"
dan mungkin pernah "MEMBOHONGI"
tapi dari itu kita belajar bagaimana sakitnya rasa dibohongi
dan tentang KEJUJURAN.

Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri MEMINTA MAAF dan MEMBERI MAAF.

Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan, yaitu BELAJAR dari masa lalu untuk hari ESOK yang lebih baik.

Hidup adalah proses
Hidup adalah belajar
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua.

JATUH, berdiri lagi
KALAH, mencoba lagi
GAGAL, bangkit lagi
Sampai Tuhan memanggil:
"Waktunya PULANG rumahmu sudah selesai"...

‎*TIDAK ADA YANG KEBETULAN*

Seberat apapun beban hidup kita hari ini ...
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi...
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani..
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai..
Sejenuh apapun hari hari kita lalui...

Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya hidup ini, jenuh dan membosankan.

Kita seperti manusia yang tidak ada gunanya lagi hidup di dunia..
Hari hari yang kita lalui hampa tiada arti..

Kegagalan kita temui disana sini..
Cobaan dan rintangan kita hadapi tiada henti..
Beban hidup terasa berat menjerat.

Bagi mereka yang tidak punya iman, mengakhiri hidup yang indah ini seringkali menjadi pilihan!!!

Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Tuhan..
Jangan pernah berhenti berdoa, Karena harapan adalah masa depan..
Karena harapan adalah sumber kekuatan dan doa adalah pintu kebaikan, Karena doa adalah senjata orang beriman.

Yakobus 4:16b
"Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya."

Hidup ini hanya sekali, terlalu indah untuk kita buat sia sia, karena memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia sia.
Kita hanya perlu menyadari dan memahami jalan yang DIA tetapkan untuk setiap kita.

Yesaya 55:8-9
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu"

Betapa bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan optimisme yang tinggi.

Betapa indahnya hidup ini bila hari hari kita jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa depan.

Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap permasalahan, kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.

Betapa dahsyatnya bila kita menyadari bahwa apapun yang terjadi, kita tidak dibiarkan berjalan sendiri.. KARENA ALLAH ADA BERSAMA KITA

Roma 8:28
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

TIDAK SALAH MENJADI KAYA

“Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan” (Yakobus. 5:5).

Menanggapi Firman Allah di atas, banyak orang Kristen salah dalam menafsirkannya. Mereka berfikir bahwa orang Kristen tak boleh hidup mewah, sebab kemewahan identik dengan “keduniawian” dan tidak rohani.

Perhatikan Tuhan berkata: “Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, …” Jadi “berfoya-foyanya” dalam kemewahan itulah yang dilarang Tuhan. Tapi bila kemewahan itu digunakan untuk kemuliaan Tuhan, maka kemewahan ini tak ada salahnya. Dan Tuhan juga memberkati banyak tokoh dalam Alkitab dengan sangat berlimpah, dan hidup mereka sesuai Firman Allah.
Kita dapat mempergunakan harta kekayaan kita untuk memuliakan Allah, seperti kata dalam Alkitab : “Muliakan TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu”. (Amsal 3:9)

Peringatan untuk tidak berfoya-foya dalam kemewahan itu tidak terbatas dalam lingkup sempit, tetapi juga termasuk perbuatan kejam terhadap orang-orang yang tak berdaya. Yakobus berkata: “Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu”. (Yakobus 5:6)

Bukankah banyak orang kaya memperdaya dan “membunuh” orang benar yang lemah keadaan ekonominya? Mereka menjalankan bisnis dengan sangat licik, menghalalkan segala cara, sehingga orang-orang miskin yang tak berdaya ini, terpaksa menyetujui persyaratan bisnis yang keji dan licik. Selain itu, banyak orang-orang kaya, pengusaha-pengusaha yang menekan karyawan-karyawan, pengerja-pengerja dan pembantu-pembantunya dalam upahnya dan memeras tenaga mereka seperti sapi perah, adalah juga termasuk berfoya-foya dalam kemewahannya tanpa rasa prihatin, kasih dan peduli sama sekali.
Orang kaya seperti mereka inilah yang perlu bertobat, karena kekayaannya akan habis terbakar “api”. “

Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! – Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu (Yakobus 5:1;4)

Ingatlah segala kekayaan, kelimpahan, kejayaan dan kesehatan yang kita peroleh dari Tuhan harus kita kembalikan untuk kemuliaan Tuhan.

Melayani dengan Tulus

Melayani dengan Tulus adalah penyampaian bahasa yang dapat didengarkan oleh orang tuli dan dapat dilihat oleh orang yang buta. Demikian kata bijak yang selalu dapat kita jadikan tauladan dalam setiap menjalani kehidupan bersosial dengan orang-orang di sekitar kita.

Melayani merupakan tindakan kita dalam keseharian ketika kita berinteraksi dengan siapa saja, baik itu saudara, rekan ataupun masyarakat di sekitar kita. Semakin sering kita memberikan pelayanan yang positif, semakin kuat rasa solidaritas kita akan sesama.

Tulus adalah ungkapan yang keluar dari hati yang paling dalam. Jika tulus kita wujudkan dalam tindakan, maka hasilnya adalah setiap jiwa yang memiliki hati akan selalu dapat menangkap pancaran ketulusan ini.

Melayani dengan tulus, pada akhirnya merupakan tindakan dalam keseharian dalam berinteraksi dengan siapa saja yang keluar dari hati yang paling dalam yang akan selalu memancar ke setiap jiwa yang memiliki hati nurani yang baik.

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN

Ada seorang laki-laki, dimana setiap orang yang melihat fisiknya pasti setuju bahwa ia bukan laki-laki yang menarik. Badannya gemuk dan tingginya di bawah rata-rata, wajahnya tidak hensem. Ia bukan orang yang kaya raya juga bukan orang yang punya kepandaian khusus. Jalannya agak lemah, dan suaranya pun sumbang untuk menyanyi. Sebut saja ia bernama Milo.

Sehari-hari ia bekerja sebagai pegawai sebuah kedai buku dengan gaji yang tidak seberapa. Milo sudah hampir berumur 40 tahun, ia kadang merasa frustasi kerana ia belum punya pasangan hingga saat ini, Ia kadang merasa Tuhan tidak adil baginya dirinya seperti itu, tidak ada wanita-wanita yang sekitar kerana mengaguminya, tidak ada kelimpahan harta padanya, atau orang-orang yang memujinya kerana kehebatannya.

Suatu ketika, pulang dari tempat bekerja melewati lorong yang gelap, seorang remaja tinggi besar menghadangnya. Wajahnya tidak nampak jelas kerana gelapnya malam. Remaja itu menunjukan sebuah pisau pada dadanya "Serahkan wangmu kalau mau selamat" katanya dengan nada suara agak berat. "Anda menginginkan wang saya? ambillah semuanya" katanya dengan tenang. Remaja itu membiarkan Milo mengambil wangnya, diserahkan semua wangnya ke tangannya. Sikap Milo nampak tenang sekali.

"Anda tidak takut kalau aku membunuhmu disini?" tanya remaja itu. Oh, tentu tidak. Tidak ada yang berharga pada diriku, sekalipun aku harus memberikan nyawaku aku tidak takut" katanya dengan tenang. Menghadapi sikapnya yang tenang, remaja itu makin penasaran dan pelan-pelan menurunkan pisaunya. "Anda tidak takut mati? " tanya remaja itu lagi. "Saya tidak takut mati, saya tidak memiliki apapun di dunia ini. Saya milik Tuhan, jika anda membunuh saya maka anda mengembalikan saya kepada Tuhan.

"Anda seorang Kristian?" tanya remaja itu. Ya tepat, bagaimana anda boleh tahu?" tanya Milo.

Remaja itu akhirnya memperkenalkan diri. Milo lalu mengajaknya duduk di sebuah tangga dari kedai yang telah ditutup. "Aku seorang preman, aku pernah membunuh belasan nyawa. Dulu aku orang Kristian juga, Ayahku dulu sering sekali memukul ibuku dan juga anak-anaknya hingga kami hidup dalam kekerasan. Ia sering mabuk dan aku pernah hampir dibunuhnya, selain ia tidak punya pekerjaan tekanan hidup menjadikan aku seperti ini." Kemudian lanjutnya lagi " Baru kali ini aku menemui orang yang tidak takut padaku" katanya. Tiba-tiba air mata meleleh dari kedua pipinya , "Seumur hidupku baru pertama kali aku menangis. Aku tidak tahu kenapa, aku seperti orang bodoh menangis di hadapanmu." Kasih Tuhan terus menyinari malam hari itu.

"Kamu pasti lapar, aku punya makanan untukmu" kata Milo sambil mengeluarkan roti dari tasnya dan memberikan padanya. "Aku melihat ada suatu kekuatan yang begitu kuat keluar dari dirimu, menarik aku kembali pada suatu tempat dimana aku dulu pernah berada" Remaja itu adalah orang yang paling ditakuti di tempat tersebut, reputasinya sebagai sebagai pembunuh belum ada tandingannya. Bagaimana mungkin orang seperti Milo boleh membuat hatinya luluh? Malam itu ia bertobat dan apa yang terjadi? Banyak dari anak buahnya yang akhirnya bertobat dan kembali pada jalan kebenaran.

Pernahkan anda merasa tidak berharga? Tidak punya kelebihan apa-apa. Anda merasa fisik anda tidak menarik, anda juga merasa tidak punya harta apa-apa yang boleh diberikan. Tuhan tidak pernah menciptakan kita tanpa maksud. Anda mungkin berkata "Tuhan. Apa saya seperti ini boleh dapat jodoh? apa saya layak melayaniMu? Apa saya boleh berhasil? " Semua adalah mungkin bagi Tuhan. Pernahkah anda membanding-bandingkan diri anda dengan kelebihan orang lain, lalu anda merasa minder?

Saudara terkasih, apapun keadaan kita, Tuhan begitu mempedulikan kita. Sekalipun pelayanan kita mungkin hanya seorang penyapu halaman gereja, Kita tetap seorang yang hebat di mata Tuhan. Jangan pernah bersedih hati, kalau mungkin kita mempunyai cacat fizik. Jangan putus asa kalau orang tidak mengganggap keberadaan kita. Kerna kita sama berharganya dengan ciptaanNya yang lain. Ketahuilah, Kita begitu berharga dimataNya, sehingga Ia begitu tidak ingin kehilangan kita semua.

Yesaya 43;4 -- " Oleh karena engkau berharga di mataKu, dan mulia, dan Aku mengasihi engkau"

Amin.
Mari sambut hari ini dengan ucapan syukur,senyuman manis dan fikiran yang positif.

‎* Maukah Engkau MENJADI ANAK KU

Yohanes 1:12-13
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Kita semua diperhadapkan dengan sebuah keputusan yang harus dibuat dalam hidup ini. Apakah kita menerima pemberian Putra Allah yang Tunggal itu atau menolak Dia? Ini adalah pilihan kita.

Bapa tidak menginginkan satu orang pun yang menolak pemberian yang sangat berharga ini, namun Ia juga tidak akan pernah melanggar kehendak bebas kita untuk memilih. Ia menawarkan kepada setiap kita ekspresi yang tertinggi dari kasih-Nya yaitu melalui pemberian Putra-Nya yang tunggal, Yesus Kristus. Pemberian ini diberikan dengan cuma-cuma dan juga harus diterima dengan sukarela.

Kitalah yang harus membuat keputusan ini. Allah Bapa telah melakukan semua yang dapat Ia lakukan untuk menyingkirkan semua penghalang yang akan menghalangi kita untuk kembali pada-Nya. Yesus memastikan hal itu dengan cara menanggung atas diri-Nya sendiri seluruh beban dan hukuman dosa kita ketika Ia mati di kayu salib di Kalvari. Sekarang tidak ada lagi yang dapat menghalangi kita untuk menjadi anak Allah; kecuali satu hal yaitu pilihan kita sendiri.

Jadi, pastikan hari ini Saudara mengambil pilihan yang tepat, yakni menerima anugerah Bapa dengan percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah dan menerima Dia dalam hidup Saudara.

Jika Saudara belum pernah berdoa untuk dapat dilahirkan ke dalam keluarga Allah yang luar biasa; doa berikut ini dapat menolong Saudara untuk mengekspresikan dengan kata-kata seruan hatimu untuk dikasihi dan diterima seutuhnya dan tanpa syarat oleh Allah Bapa & Putra-Nya Yesus Kristus.

Doa: Bapa, saya mau menjadi anak-Mu! Saya berterimakasih karena Engkau telah mengutus Putra-Mu Yesus untuk menggantikanku di kayu salib & menanggung dosaku, sehingga saya bisa pulang ke rumah kepada kasih-Mu. Aku percaya bahwa Yesus Kristus mati bagiku dan aku dengan sukacita menerima-Nya sebagai Tuhan & Juruselamatku.

Terima kasih Yesus untuk ketaatan-Mu kepada kehendak Bapa-Mu, dengan cara mati di kayu salib bagiku. Aku berterima kasih karena Engkau telah menanggung dosaku. Aku berbalik dari cara hidupku sendiri & menerima kehidupan-Mu sebagai hidupku. Datanglah ke dalam hatiku Tuhan Yesus, hari ini. Amin.