Thursday, 19 April 2012

BELAJAR DARI TISSUE

Di atas meja sebuah restoran, kertas tissue berbicara pada dirinya sendiri. "Seandainya ... aku bunga, pasti penampilanku akan lebih baik" keluhnya sambil menatap bunga yang ada di vas bunga sebelah. Kemudian datanglah seorang pemuda. Sambil menunggu pesanan datang ia mengambil kertas tissue tadi. Lalu dengan tangan terampil mulailah pemuda tadi melipat-lipat kertas tissue tersebut, memelintirnya, melipat-lipatnya sampai akhirnya kertas tissue tadi berubah menjadi bunga mawar putih yang indah.

Alamiah apabila kita punya keinginan untuk berubah menjadi lebih baik dari hari-hari yang lalu. Tetapi mengapa sampai saat ini kehidupan kita masih seperti itu-itu saja, tidak ada perubahan...? Mungkin kita perlu belajar seperti kertas tissue yang menyerahkan dirinya dibentuk menjadi bunga. Kertas tissue tidak bisa merubah dirinya sendiri...ia perlu bantuan..dan ketika bantuan datang ia pasrah dan tidak menolak..menyerahkan diri sepenuhnya kepada sang pemuda.

Sebagai manusia yang diliputi keterbatasan maka sulit bagi kita untuk mengubah diri dan kehidupan kita tanpa bantuan kuasa-Nya. Maka ketika Tuhan berkarya dalam diri kita, seharusnya kita pasrah pada rancangan-Nya, dengan kata lain yaitu tidak memaksa Tuhan mengikuti keingingan-keinginan kita. Kesan "memaksa" tercermin dalam doa-doa kita yang terdengar seperti "mendikte" Tuhan. "Tuhan !!!..berilah aku ini-itu ..bla-bla-bla..dst.". Kita lupa bahwa sebenarnya Dia yang menciptakan kita maha tahu apa yang kita butuhkan.

Untuk itu, mari kita lebih pasrah lagi ketika Tuhan "membentuk" kita...karena rancangan-Nya pasti yang terbaik. Maka, sangatlah tepat bila rumusan doa-doa kita diakhiri kalimat: "Tuhan.....kabulkanlah permohonan-permohonanku ini sekiranya selaras dengan kehendak dan rancangan-Mu..amien".

No comments:

Post a Comment