Saturday, 30 June 2012

Harus Ada Keseimbangan

Imamat 25:35-55; Kisah 4:32-37

“Apabila saudaramu jatuh miskin, sehingga tidak sanggup bertahan di antaramu, maka engkau harus menyokong dia sebagai orang asing dan pendatang, supaya ia dapat hidup di antaramu” (Imamat 25:35).

Kemiskinan adalah keadaan yang menakutkan. Tidak ada di antara kita yang mau jatuh miskin. Tetapi ingatlah bahwa Allah mempedulikan orang miskin. Banyak referensi di Alkitab yang menerangkan bahwa Allah peduli dengan mereka.

Konsep mengenai kemiskinan banyak disalah mengerti oleh bapa-bapa rohani kita pada masa dulu. Zaman dahulu menganggap semakin seseorang miskin, maka semakin rohani orang itu. Sebenarnya tidak ada hubungan sama sekali antara kemiskinan dengan kerohanian. Justru Alkitab menerangkan bahwa seharusnya anak-anak Tuhan diberkati. Alkitab berkata, “Maka tidak akan ada orang miskin di antaramu, sebab sungguh TUHAN akan memberkati engkau di negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk menjadi milik pusaka, asal saja engkau mendengarkan baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini” (Ulangan 15:4, 5).

Kunci untuk terhindar dari kemiskinan adalah mendengarkan baik-baik suara Tuhan dan melakukan segenap firman Tuhan. Namun kenyataannya tidak dapat dihindarkan bahwa kemiskinan itu selalu ada di antara bangsa Israel seperti dikatakan, “Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu” (Ulangan 15:11).

Saudara, kemiskinan itu bukanlah kehendak Tuhan, meskipun bukan berarti miskin itu sama dengan dosa. Tidak! Dan bukan pula berarti bahwa kita wajib kaya raya dan menjadi konglomerat. Ini konsep yang salah juga. Yang benar adalah Allah menghendaki segala keperluan Anda mencukupi.

Dan dalam gereja Tuhan sendiri seharusnya ada keseimbangan antara si miskin dan si kaya, di mana si kaya peduli terhadap orang-orang miskin. Cuma sayangnya kita sedang menuju kesempurnaan, jadi praktek keseimbangan belum terlihat jelas dalam gereja Tuhan.

Renungan:

Sama seperti kesembuhan, kecukupan adalah kehendak Allah. Tuhan selalu menyiapkan berkat-berkat-Nya kepada kita, seperti berkat yang dicurahkan kepada bangsa Israel ketika Allah memelihara mereka di padang gurun.

Kemiskinan bukanlah dosa, namun dosa dapat menyebabkan kemiskinan.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment