Saturday, 2 June 2012

KITA BERHARGA DI MATA TUHAN

Ada seorang laki-laki, dimana setiap orang yang melihat fisiknya pasti setuju bahwa ia bukan laki-laki yang menarik. Badannya gemuk dan tingginya di bawah rata-rata, wajahnya tidak hensem. Ia bukan orang yang kaya raya juga bukan orang yang punya kepandaian khusus. Jalannya agak lemah, dan suaranya pun sumbang untuk menyanyi. Sebut saja ia bernama Milo.

Sehari-hari ia bekerja sebagai pegawai sebuah kedai buku dengan gaji yang tidak seberapa. Milo sudah hampir berumur 40 tahun, ia kadang merasa frustasi kerana ia belum punya pasangan hingga saat ini, Ia kadang merasa Tuhan tidak adil baginya dirinya seperti itu, tidak ada wanita-wanita yang sekitar kerana mengaguminya, tidak ada kelimpahan harta padanya, atau orang-orang yang memujinya kerana kehebatannya.

Suatu ketika, pulang dari tempat bekerja melewati lorong yang gelap, seorang remaja tinggi besar menghadangnya. Wajahnya tidak nampak jelas kerana gelapnya malam. Remaja itu menunjukan sebuah pisau pada dadanya "Serahkan wangmu kalau mau selamat" katanya dengan nada suara agak berat. "Anda menginginkan wang saya? ambillah semuanya" katanya dengan tenang. Remaja itu membiarkan Milo mengambil wangnya, diserahkan semua wangnya ke tangannya. Sikap Milo nampak tenang sekali.

"Anda tidak takut kalau aku membunuhmu disini?" tanya remaja itu. Oh, tentu tidak. Tidak ada yang berharga pada diriku, sekalipun aku harus memberikan nyawaku aku tidak takut" katanya dengan tenang. Menghadapi sikapnya yang tenang, remaja itu makin penasaran dan pelan-pelan menurunkan pisaunya. "Anda tidak takut mati? " tanya remaja itu lagi. "Saya tidak takut mati, saya tidak memiliki apapun di dunia ini. Saya milik Tuhan, jika anda membunuh saya maka anda mengembalikan saya kepada Tuhan.

"Anda seorang Kristian?" tanya remaja itu. Ya tepat, bagaimana anda boleh tahu?" tanya Milo.

Remaja itu akhirnya memperkenalkan diri. Milo lalu mengajaknya duduk di sebuah tangga dari kedai yang telah ditutup. "Aku seorang preman, aku pernah membunuh belasan nyawa. Dulu aku orang Kristian juga, Ayahku dulu sering sekali memukul ibuku dan juga anak-anaknya hingga kami hidup dalam kekerasan. Ia sering mabuk dan aku pernah hampir dibunuhnya, selain ia tidak punya pekerjaan tekanan hidup menjadikan aku seperti ini." Kemudian lanjutnya lagi " Baru kali ini aku menemui orang yang tidak takut padaku" katanya. Tiba-tiba air mata meleleh dari kedua pipinya , "Seumur hidupku baru pertama kali aku menangis. Aku tidak tahu kenapa, aku seperti orang bodoh menangis di hadapanmu." Kasih Tuhan terus menyinari malam hari itu.

"Kamu pasti lapar, aku punya makanan untukmu" kata Milo sambil mengeluarkan roti dari tasnya dan memberikan padanya. "Aku melihat ada suatu kekuatan yang begitu kuat keluar dari dirimu, menarik aku kembali pada suatu tempat dimana aku dulu pernah berada" Remaja itu adalah orang yang paling ditakuti di tempat tersebut, reputasinya sebagai sebagai pembunuh belum ada tandingannya. Bagaimana mungkin orang seperti Milo boleh membuat hatinya luluh? Malam itu ia bertobat dan apa yang terjadi? Banyak dari anak buahnya yang akhirnya bertobat dan kembali pada jalan kebenaran.

Pernahkan anda merasa tidak berharga? Tidak punya kelebihan apa-apa. Anda merasa fisik anda tidak menarik, anda juga merasa tidak punya harta apa-apa yang boleh diberikan. Tuhan tidak pernah menciptakan kita tanpa maksud. Anda mungkin berkata "Tuhan. Apa saya seperti ini boleh dapat jodoh? apa saya layak melayaniMu? Apa saya boleh berhasil? " Semua adalah mungkin bagi Tuhan. Pernahkah anda membanding-bandingkan diri anda dengan kelebihan orang lain, lalu anda merasa minder?

Saudara terkasih, apapun keadaan kita, Tuhan begitu mempedulikan kita. Sekalipun pelayanan kita mungkin hanya seorang penyapu halaman gereja, Kita tetap seorang yang hebat di mata Tuhan. Jangan pernah bersedih hati, kalau mungkin kita mempunyai cacat fizik. Jangan putus asa kalau orang tidak mengganggap keberadaan kita. Kerna kita sama berharganya dengan ciptaanNya yang lain. Ketahuilah, Kita begitu berharga dimataNya, sehingga Ia begitu tidak ingin kehilangan kita semua.

Yesaya 43;4 -- " Oleh karena engkau berharga di mataKu, dan mulia, dan Aku mengasihi engkau"

Amin.
Mari sambut hari ini dengan ucapan syukur,senyuman manis dan fikiran yang positif.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment